Kamis, 17 Jun 2021
radarbanyuwangi
Home > Edukasi
icon featured
Edukasi

Soal Kisruh Zonasi, Operator Sekolah Berdalih Hanya Dampingi Pendaftar

04 Juni 2021, 15: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

TERELIMINASI: Husnul menunjukkan bukti pendaftaran PPDB jalur zonasi milik Anna Maulydia di rumahnya Jalan Ikan Banyar, Kelurahan Kertosari, kemarin.

TERELIMINASI: Husnul menunjukkan bukti pendaftaran PPDB jalur zonasi milik Anna Maulydia di rumahnya Jalan Ikan Banyar, Kelurahan Kertosari, kemarin. (RAMADA KUSUMA/RaBa)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Kesalahan penitikan koordinat yang membuat beberapa siswa tak lolos di jalur zonasi  semata ketidaktelitian saat pendaftaran. Operator SMP dianggap ikut bertanggung jawab karena ada beberapa siswa yang meminta bantuan mereka ketika akan mendaftar ke jenjang SMA.

Salah satu operator SMP, Imam kepada RadarBanyuwangi.id mengatakan, pihaknya hanya membantu siswa yang kesulitan mengakses website PPDB online. Rata-rata karena tidak mempunyai kuota, tidak mempunyai perangkat, atau internet di tempat tinggal mereka tidak stabil. Ketika melakukan pengisian data hingga penitikan, semuanya dilakukan berdasarkan persetujuan siswa atau pendaftar.

Baca juga: Lagi, Calon Siswa Dekat Sekolah Terpental dari Jalur Zonasi

”Saat mengisi kita didampingi oleh siswa yang mendaftar. Kita juga pastikan berulang kali untuk melihat datanya benar atau tidak,” jelas guru SMPN 1 Giri tersebut.

Terkait masalah perubahan jarak, memang ada beberapa siswa yang mengalami kendala tersebut. Itu pun baru diketahui setelah mereka mendaftar. Ada kesempatan siswa untuk melihat apakah jarak mereka benar atau tidak saat simulasi yang dibuka pada 9 sampai 19 Mei lalu. Imam mengaku tidak bisa memastikan apakah siswa saat itu mengikuti simulasi atau tidak.

”Yang saya pahami setelah penentuan titik ada verifikasi ulang dari cabang dinas atau sekolah tujuan. Tapi pemberitahuannya langsung ke akun siswa. Di situ kita tidak mengawasi, bisa jadi siswa hanya mengikuti simulasi jalur prestasi,” kata Imam.

Dia menambahkan, saat membantu para siswa mendaftar ada beberapa perbedaan tampilan yang terjadi. Ketika menggunakan perangkat smartphone yang bagus, detail peta yang digunakan untuk penitikan koordinat tempat tinggal siswa tampak jelas, bahkan sampai ke gang-gang kecil.

Ketika menggunakan smartphone yang kurang bagus, hanya peta wilayah saja yang terlihat. Tidak ada gambaran detail. ”Ada perbedaan dengan akun PPDB SMP. Kalau PPDB SMP langsung ada perkiraan jarak dengan sekolah, tapi yang SMA tidak ada,” pungkasnya. (fre/aif/c1)

(bw/fre/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news