Kamis, 17 Jun 2021
radarbanyuwangi
Home > Features
icon featured
Features
Menjaga Kelestarian Sumber Daya Air

Pemkab Banyuwangi Kembangkan Konservasi Air Berbasis Pariwisata

31 Mei 2021, 20: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

KONSERVASI: Bupati Ipuk Fiestiandani menanam tumbuhan di sekitar kawasan embung Kawat, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi.

KONSERVASI: Bupati Ipuk Fiestiandani menanam tumbuhan di sekitar kawasan embung Kawat, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. (TJATUR FOR RABA)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Sumber daya air merupakan bagian dari sumber daya alam yang mempunyai sifat yang sangat berbeda dengan sumber daya alam lainnya. Air adalah sumber daya yang terbarui, bersifat dinamis mengikuti siklus hidrologi yang secara alamiah berpindah-pindah, serta mengalami perubahan bentuk dan sifat, tergantung waktu dan lokasinya.

Penggunaan air dan sumber air yang kurang bijaksana mengakibatkan rusaknya keseimbangan ekosistem sumber daya air dan peningkatan pencemaran. Sehingga ketersediaan air dalam kuantitas maupun kualitas semakin rentan.

Hal ini memberikan dampak negatif yang mengancam kelangsungan penyediaan pelayanan air. Untuk menjaga keberlanjutan dalam penyediaan pelayanan air yang semakin meningkat dari waktu ke waktu, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Banyuwangi terus berupaya mengerahkan usaha-usaha konservasi dan pelestarian sumber daya air.

Baca juga: Tinggal Pilih Bahan Tandon dari Fiberglass, Plastik PE, atau Stainless

Berbagai upaya dilakukan Dinas PU Pengairan guna mengoptimalkan manfaat air permukaan di Banyuwangi. Upaya dimaksud meliputi pendayagunaan alias eksploitasi ramah lingkungan, eksplorasi, rehabilitasi, konservasi, serta pembangunan sarana dan prasarana air bersih dan irigasi.

Sejumlah upaya yang dilakukan seperti di antaranya pembangunan bendungan, embung, dan yang kini tengah direncanakan adalah tandonisasi air. ”Tidak hanya ditujukan untuk keperluan penampungan air saja. Namun bersifat multifungsi, misalnya untuk pengendalian banjir, tempat pemeliharaan ikan, rekreasi, dan lain-lain,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PU Pengairan Banyuwangi Dr Guntur Priambodo melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembangunan dan Pengembangan Sumber Daya Air (SDA) Tjatur Hidayat Nugroho.

Menurut Tjatur, meskipun Banyuwangi memiliki sumber air yang melimpah, namun apabila pemanfaatan sumber air tersebut dilakukan secara serampangan, maka hasilnya tidak akan optimal. Bahkan, tidak tertutup pula peluang sumber air akan mati alias tidak lagi mengeluarkan debit air.

Oleh karena itu, upaya konservasi terus dilakukan. Misalnya dengan melakukan penanaman pohon di sekitar daerah aliran sungai (DAS). Selain itu, lintas elemen dilibatkan dalam upaya konservasi sumber daya air tersebut. Termasuk masyarakat umum.

Yang menarik, sejak beberapa tahun terakhir pembangunan infrastruktur air di Banyuwangi tidak hanya berorientasi pada teknis pengairan, tetapi berbasis pariwisata. Melalui perubahan konsep tersebut, masyarakat tidak hanya sebagai objek pembangunan, tetapi diajak untuk terlibat aktif menjaga sarana dan prasarana air.  ”Kalau kawasan sekitar sarana dan prasarana air tersebut sudah menjadi destinasi wisata, ekonomi masyarakat sekitar akan tumbuh. Dengan demikian, secara otomatis mereka akan menjaga lingkungannya,” terang Tjatur.

Dengan adanya program tandonisasi yang direncanakan ini, bukan berarti konsentrasi pembangunan pada Dinas PU Pengairan hanya bertitik berat pada pembangunan tandon saja. Konservasi dan pembangunan bangunan penampung air lainnya juga tetap akan dilakukan. ”Program inovasi ini adalah salah satu dari sekian banyak program yang dilakukan oleh Dinas PU Pengairan dalam rangka pemenuhan kebutuhan air dan menjaga kelestarian sumber air. Sebagaimana yang telah dituangkan di dalam Indikator Kinerja Utama (IKU) Dinas PU Pengairan yaitu menjaga ketersediaan air serta mengurangi degradasi penurunan debit air pada musim penghujan dan musim kemarau,” pungkasnya. (ddy/bay/c1)

(bw/ddy/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news