Kamis, 17 Jun 2021
radarbanyuwangi
Home > Sports
icon featured
Sports

Hadapi Kejurda Jatim, PRSI Pilih Tiga Perenang

31 Mei 2021, 07: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

KUAT: Beberapa atlet belia mengikuti seleksi di kolam renang GOR Tawangalun Banyuwangi kemarin.

KUAT: Beberapa atlet belia mengikuti seleksi di kolam renang GOR Tawangalun Banyuwangi kemarin. (RAMADA KUSUMA/RaBa)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Cabang olahraga renang tahun ini tampaknya mulai kembali menggeliat. Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Kabupaten Banyuwangi melakukan seleksi di kolam renang GOR Tawangalun Banyuwangi kemarin (28/5). Seleksi ini untuk mencari atlet yang akan dikirim ke Kejuaraan Daerah (Kejurda) Renang Jawa Timur di Surabaya pada 11 Juni 2021 mendatang.

Ada tiga klub dan 30 atlet yang berpartisipasi dalam seleksi kali ini. Para atlet yang turun pun berasal dari usia yang beragam. Antara kelompok usia 12 tahun sampai usia 19 tahun.

Ketua PRSI Banyuwangi Aditya Ruli Delianto mengatakan, Banyuwangi awalnya hanya memiliki jatah satu atlet untuk turun ke Kejurda. Jatah itu menurutnya terlalu sedikit, padahal jumlah atlet renang di Banyuwangi cukup banyak.

Baca juga: Santri Entrepreneur Pesantren

Akhirnya, Pengprov PRSI Jatim memberikan jatah tiga atlet yang bisa diturunkan Banyuwangi pada Kejurda PRSI pertengahan Juni nanti. ”Kita ambil yang memiliki potensi dan limit waktu terbaik. Karena itu kita lakukan seleksi untuk mempercepat persiapan,” kata pria yang juga berprofesi sebagai advokat itu.

Sekretaris PRSI Banyuwangi Dwi Andriyanto menambahkan, ada beberapa kelas yang akan dilombakan dalam Kejurda nanti. Mulai dari kelompok usia 3 (12–13 tahun), kelompok usia 2 (14–15tahun), kelompok usia 1 (16–18 tahun), dan kelompok senior. Dengan jarak antara 50 meter sampai 200 meter.

Banyuwangi sendiri fokus ke empat gaya, seperti kelas gaya bebas, gaya punggung, gaya dada, dan gaya kupu-kupu. Karena itu, tim pelatih mencari atlet dengan catatan limit waktu terbaik. Tanpa mengacu kepada kualifikasi kelompok usia maupun jenis kelamin. Yang terpenting, atlet yang terpilih bisa mencatatkan waktu paling baik daripada atlet yang lain di kelasnya. ”Kita tidak mengacu harus putra atau putri dari 3 kuota atlet tersebut. Yang terpenting yang tercepat yang kita ambil,” jelasnya.

Setiap atlet yang turun mendapat kesempatan untuk mengikuti tes sebanyak tiga kali. Dari tiga kali tes, diakumulasi catatan waktu yang terbaik. Baru nanti akan dijadikan pertimbangan tim pelatih untuk memilih atlet turun di Kejurda Renang 2021 di Surabaya. ”Kita tahu semua kabupaten juga mengalami penurunan limit. Karena itu kita ambil yang terbaik agar semakin besar potensi untuk memperoleh medali,” pungkasnya. (fre/bay/c1)

(bw/fre/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news