Kamis, 17 Jun 2021
radarbanyuwangi
Home > Banyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Masuk Jawa via Ketapang Wajib Rapid Test

05 Mei 2021, 23: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

DIPERKETAT: Anggota Satlantas Polresta Banyuwangi memeriksa surat rapid tes penumpang bus di Pelabuhan ASDP Ketapang kemarin.

DIPERKETAT: Anggota Satlantas Polresta Banyuwangi memeriksa surat rapid tes penumpang bus di Pelabuhan ASDP Ketapang kemarin. (RAMADA KUSUMA/RaBa)

Share this          

RadarBanyuwangi.id Pelaku perjalanan dari Bali yang akan menyeberang ke Jawa lewat Pelabuhan ASDP Ketapang harus bersiap-siap melengkapi dokumen negatif Covid-19. Kemarin (2/5) Polresta Banyuwangi mulai menerapkan penyekatan di dekat pintu keluar ASDP Ketapang.

Penyekatan dilakukan untuk memastikan penumpang kapal dari Bali benar-benar tidak terpapar Covid-19. Beberapa kendaraan dihentikan oleh petugas dari Polresta Banyuwangi saat akan keluar dari Pelabuhan Ketapang. Petugas melakukan pemeriksaan dokumen bukti negatif Covid-19 dan alasan masuk ke Jawa.

Salah satunya kendaraan yang ditumpangi Erno, warga Kabupaten Malang. Petugas menghentikan kendaraan tersebut karena  menyeberang bersama delapan anggota keluarganya dari Denpasar dengan tujuan ke  Malang.

Baca juga: Nenek Moyangku Seorang Pelaut

Beruntung pria tersebut bersama seluruh anggota keluarganya memiliki bukti hasil rapid test antigen. Selanjutnya petugas mempersilakan mereka untuk melanjutkan perjalanan. "Saya tidak mudik, hanya mau wisata kampung. Katanya pemberlakukan larangan mudik mulai tanggal 6 Mei, karena itu saya bersama keluarga berangkat dulu," ujarnya sambil menjalankan kendaraan.

Petugas kepolisian juga menghentikan kendaran lain yang seluruh penumpangnya tak memiliki bukti rapid test antigen. Kendaraan diminta berhenti, lalu penumpangnya diarahkan untuk melakukan tes GeNose di sisi utara pelabuhan.

Mereka tidak diperbolehkan melintas sebelum memegang bukti dokumen negatif Covid- 19. Sukarta, 55, sopir kendaraan pribadi yang diketahui tak membawa surat rapid test mengaku terkejut dengan adanya penyekatan tersebut. Dia mengira aturan tersebut baru diterapkan tanggal 6 Mei nanti. "Saya tidak mudik. Ini mengantarkan keperluan bisnis penumpang saya. Di Bali tidak ada imbauan sama sekali," kata Sukarta sambil mengantre tes GeNose.

Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifudin melalui Kasatlantas Kompol Akhmad Fani Rakhim mengatakan, pihaknya mulai melakukan penyekatan untuk masyarakat yang melakukan perjalanan dari Bali menuju Banyuwangi. Mereka yang akan memasuki Jawa Timur harus menunjukkan dokumen negatif Covid- 19 baik berupa hasil swab test, PCR,  maupun GeNose. "Yang dari Bali ke Jawa kita filter, insya-Allah kalau kondisinya sehat tidak ada masalah," kata Fani

Uji coba kemarin sebagai permulaan sebelum petugas menerapkan penyekatan secara utuh untuk mencegah arus mudik. Rencananya penyekatan akan mulai ditetapkan secara ketat pada 6-17 Mei nanti. Semua kendaraan nonprioritas akan diminta balik kanan jika nekat mudik pada tanggal tersebut. "Ketika mereka masuk, tapi tidak membawa surat negatif Covid, mereka akan kita minta langsung melakukan pengecekan di pintu masuk ASDP,’’ imbuhnya.

Untuk penyekatan nanti akan dimulai pada hari Kamis (6/5). Posko penyekatan dari masing-masing polsek juga akan diaktifkan pada tanggal tersebut. Selain kendaraan angkutan logistik atau penumpang khusus, akan diminta putar balik jika ketahuan bepergian pada tanggal tersebut. "Sekarang kita masih pengecekan awal untuk penyekatan. Anggap saja ini sosialisasi sebelum aturan mudik benar-benar diterapkan,’’ tegasnya. (fre/aif)

(bw/fre/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news