Kamis, 17 Jun 2021
radarbanyuwangi
Home > Banyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Gagalkan Pengiriman Benur Senilai Rp 1,5 Miliar

Dari Pancer Hendak Diekspor ke Vietnam

05 Mei 2021, 18: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

TANGKAPAN BESAR: Kasatreskrim AKP Mustijat Priyambodo (tengah) bersama anggotanya  merilis hasil tangkapan benur di Mapolresta Banyuwangi Jumat malam (29/4).

TANGKAPAN BESAR: Kasatreskrim AKP Mustijat Priyambodo (tengah) bersama anggotanya merilis hasil tangkapan benur di Mapolresta Banyuwangi Jumat malam (29/4). (RAMADA KUSUMA/RaBa)

Share this          

RadarBanyuwangi.id –  Bisnis jual-beli baby lobster (benur)  sungguh menggiurkan. Demi meraup keuntungan besar, pelaku rela menempuh berbagai cara.  Puluhan ribu benur dimasukkan plastik beroksigen, lalu diangkut menggunakan pikap menuju Tangerang, Banten.  Bisnis ilegal tersebut akhirnya digagalkan aparat kepolisian, Jumat lalu (29/4).

Dua orang berhasil diamankan. Mereka adalah 

FR, 21 dan RT, 33. Kedua warga Pesanggaran tersebut kini dijebloskan ke ruang tahanan Polresta Banyuwangi. Keduanya ditangkap anggota  Resmob dan Tim Satgas Gakkum Bening Benih Lobster (BBL) di wilayah Kalibaru, Jumat sore (29/4).

Baca juga: Dapat Beasiswa dari Baznas, Lima Siswa Mendapat Rp 1 Juta

FR dan RT ditangkap setelah didapati membawa benih lobster atau benur yang akan diekspor ke Vietnam. Dari tangan keduanya  diamankan 21.000 benur jenis mutiara dan pasir. Baby lobster tersebut disimpan dalam plastik yang dimasukkan 11 box sterofoam.

Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifuddin melalui Kasatreskrim AKP Mustijat Priyambodo mengatakan, penangkapan kedua tersangka berlangsung hari Jumat (29/4) pukul 15.00 di Kalibaru. Kedua tersangka yang berperan sebagai kurir tersebut, membawa kendaraan pikap dengan nopol P 9708 VG berisikan puluhan ribu benur. "Keduanya kita amankan saat mengangkut benur tujuan Banten. Benur-benur tersebut dikirim ke pengepul. Dari pengepul akan diekspor ke Vietnam," ungkapnya.

Pengungkapan tersebut berkat informasi masyarakat yang mengabarkan adanya pengiriman benih lobster secara ilegal. Atas informasi tersebut, Tim Resmob Polresta Banyuwangi bersama Tim BBL melakukan pengintaian. "Tim mengintai selama dua jam, gerak-gerik keduanya terus kita pantau selama proses pengiriman," kata Mustijat.

Tim gabungan tersebut baru berhasil menghentikan kendaraan yang ditumpangi tersangka di jalan raya Kalibaru. Keduanya langsung dihentikan dan dilakukan pemeriksaan terhadap barang muatannya. "Untuk mengelabui petugas box sterofoam dibalut dengan plastik berwarna hitam," paparnya.

Dari hasil pemeriksaan pada muatan kendaraan keduanya, ternyata membawa 11 box sterofoam berisikan 21.000 benur. Keduanya langsung diamankan dan dibawa ke Polresta Banyuwangi untuk dilakukan pemeriksaan. "Ada dua handphone merek Vivo milik FR dan Redmi 5 plus milik RT," tuturnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, keduanya berperan hanya mengirim benur tersebut di Kabupaten Tangerang, Banten. Di sana sudah ada yang mengambil  dan selanjutnya benur dikirim ke Vietnam. "Keduanya sudah melakukan pengiriman sebanyak empat kali dengan jalur darat," kata Mustijat.

Benur-benur tersebut diambil dari pantai Pancer, Pesanggaran. Saat ini polisi tengah melakukan pendalam dalam kasus tersebut. "Kita masih lakukan pendalaman. Yang jelas akibat perbuatan keduanya negara mengalami kerugian sekitar Rp 1,5 miliar," tegasnya.

Mustijat menambahkan, keduanya dikenakan pasal 86 ayat 1 jo Pasal 12 ayat 1 dan atau pasal 92 jo Pasal 26 ayat 1 UU nomor 45 tahun 2009. "Pasal tersebut atas perubahan UU nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan, keduanya terancam hukuman lima tahun penjara," tandasnya. (rio/aif)

(bw/rio/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news