Kamis, 06 May 2021
radarbanyuwangi
Home > Banyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Uang Tabungan Nasabah Dipakai Buat Bayar Utang

05 Mei 2021, 07: 30: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

PROTES: Para korban tabungan hari raya melaporkan kerugiaannya kepada polisi, kemarin (30/4).

PROTES: Para korban tabungan hari raya melaporkan kerugiaannya kepada polisi, kemarin (30/4). (KRIDA HERBAYU/JPRG)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Sementara itu, pengelola tabungan hari raya Sri Wahyuni, 30, warga Dusun Sidomulyo, RT 6, RW 4, Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar mengaku sudah lima tahun menjalankan bisnis tabungan Lebaran. Dan tahun ini, usahanya itu mengalami masalah. Uang tabungan dari warga, habis digunakan membayar utang bisnis kosmetik.

Tahun pertama menjalankan bisnis kosmetik, tersangka mengaku tidak mendapat keuntungan, dan malah mengalami kerugian. Untuk menutupi kerugiannya itu, ia harus meminjam uang kepada bank dengan jaminan sertipikat sawah dan rumahnya. Tapi, uang pinjaman bank itu masih belum cukup menutupi kerugian bisnis kosmetik yang dijalankan. “Banyak uang yang saya habiskan untuk menjalankan bisnis kosmetik itu,” katanya.

Karena sudah tidak ada uang lagi, terpaksa menggunakan uang tabungan untuk menutupi utangnya di bank. Sampai akhirnya, ia tidak dapat mengembalikan uang tabungan hari raya itu. “Saya tergiur dengan bisnis kosmetik, saya terlilit utang dan bangkrut,” ujarnya.

Baca juga: Santri Asal Banyuwangi Dijemput Orang Tua

Sri Wahyuni menyebut menggunakan uang tabungan itu sebesar Rp 275 juta. Semua uang itu, digunakan untuk menutupi utang di bank. “Sekarang saya pasrah, b rumah dan tanah saya juga sudah habis untuk jaminan utang di bank,” ungkap ibu satu anak itu.

Salah satu koordinator wilayah tabungan Lebaran, Virgin Mega Alvionicca, 28, asal Dusun Sidomulyo, Desa Sumberberas mengatakan awalnya tabungan hari raya itu berjalan lancar dan tidak ada kendala. Untuk tahun ini, tiba-tiba pengelola terlilit banyak utang dan tidak dapat membayar uang tabungan. “Saya sebagai koordinator, dikejar-kejar anggota karena ulah bu Sri Wahyuni,” cetusnya.

Dalam menjalankan bisnis tabungan Lebaran itu, tersangka membuat sistem berjejaring. Ia menugaskan 21 orang koordinator wilayah untuk menawarkan tabungan Lebaran pada warga. Dan itu, membuat banyak warga yang tertarik mengikuti tabungan ini. “Nasabahnya tersebar dan mencakup wilayah Kecamatan Muncar hingga Tegaldlimo,” terangnya.

Akibat ulah tersangka itu, ia juga tidak berani pulang karena takut ditagih oleh para anggota tabungan. Ia juga bingung harus menjelaskan seperti apa kepada para nasabah. “Saya sudah pusing ditagih nasabah setiap hari, mereka menuntut uangnya dikembalikan secepatnya,” cetusnya.(kri/abi)

(bw/kri/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news