Kamis, 06 May 2021
radarbanyuwangi
Home > Banyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Momen Haru Tabur Bunga 53 Patriot Bangsa KRI Nanggala-402

04 Mei 2021, 21: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

PENGHORMATAN TERAKHIR: Keluarga awak KRI Nanggala-402 melakukan tabur bunga di perairan utara Bali kemarin.

PENGHORMATAN TERAKHIR: Keluarga awak KRI Nanggala-402 melakukan tabur bunga di perairan utara Bali kemarin. (RAMADA KUSUMA/RaBa)

Share this          

RadarBanyuwangi.id– Upacara tabur bunga untuk korban tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402 diwarnai isak tangis kemarin (30/4). Keluarga awak KRI Nanggala tak kuat menahan kesedihan begitu melihat titik lokasi tenggelamnya Nanggala di perairan utara Bali. Ada yang histeris, menangis, hingga jatuh pingsan.

Upacara tabur bunga di atas geladak KRI Soeharso-990 kemarin dipimpin langsung Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono. Kapal tersebut mengangkut 184 orang terdiri anak, istri, dan orang tua kru KRI Nanggala. Kapal berangkat dari Pelabuhan Tanjung Wangi pukul 09.00, tiba di lokasi pukul 09.40. Tabur bunga dimulai pukul 10.00.

Sebelumnya, semua anggota keluarga KRI Nanggala datang ke Banyuwangi menggunakan pesawat milik TNI AU, turun di Bandara Banyuwangi. Mereka selanjutnya diangkut bus menuju Pelabuhan Tanjung Wangi. Sampai di pelabuhan langsung naik KRI Soeharso menuju perairan Bali Utara pukul 09.00.

Baca juga: Kerek Produktivitas Sapi dengan SMS Pisan

Selama perjalanan menuju titik lokasi tabur bunga, kapal perang tersebut dikawal dua perahu karet dari Kopaska yang berada di kanan dan kiri kapal. Sesampainya di perairan utara Bali, tampak KN Tanjungdatu milik Bakamla dan Kapal Berbendera Singapura MV Swift Rescue. Di depannya ada KRI Rigel-933 yang berlayar sejajar dengan kapal MV Swift Rescue.

Dari sisi utara ada KRI Bontang-907 berjajar dengan MV Mega Bakti milik Malaysia. Lalu berjajar kapal-kapal lainnya seperti KRI I Gusti Ngurah Rai-332, KP Bharata, KN Arjuna, dan KRI Soputan-923.

Titik lokasi di tengah kumpulan kapal-kapal itu diyakini sebagai tempat tenggelamnya KRI Nanggala, Rabu dini hari (21/4). Setelah tiba di tengah titik antara seluruh kapal yang masih melakukan evakuasi, KRI Soeharso berhenti tepat di atas perairan tempat tenggelamnya KRI Nanggala.

Upacara tabur bunga tak lama kemudian digelar di atas geladak kapal. Kasal Laksamana TNI Yudo Margono memimpin langsung jalannya upacara tabur bunga. Secara simbolis karangan bunga dilepas ke lautan. Semua keluarga kru KRI Nanggala dipersilakan untuk menabur bunga ke tengah lautan.

Suasana helipad yang sebelumnya sepi berubah menjadi hujan tangis. Ada beberapa Jalasenastri dari kru KRI Nanggala yang tak kuat menahan sedih. Sebagian dari mereka bahkan harus dibopong menuju ruang kapal anggota TNI AL. Anak-anak yang ikut bersama ibunya ikut larut dalam kesedihan.

”Kita laksanakan upacara tabur bunga dalam rangka mengenang rekan kita, patriot sejati ABK KRI Nanggala yang telah gugur pada 21 April lalu. Hari ini tepat sepuluh hari tenggelamnya KRI  Nanggala,” ujar Kasal Laksamana TNI Yudo Margono.

Mantan Komandan KRI Ahmad Yani 351 itu menambahkan, TNI AL melaksanakan tabur bunga bersama istri dan keluarga 53 prajurit KRI Nanggala agar semuanya mengetahui lokasi tenggelamnya kapal selam yang berada di bawah Koarmada II tersebut. Sehingga pihak keluarga bisa memahami bagaimana kondisi lautan tempat para kru Hiu Kencana tersebut gugur. ”Keluarga  bisa memanjatkan langsung doa kepada 53 kru KRI Nanggala yang terbaring di dalam lautan,” katanya.

Seperti diketahui, KRI Nanggala 402 tenggelam di perairan utara Bali pada 21 April lalu. Seluruh awaknya dinyatakan gugur. Kasal Laksamana Yudo Margono menyebut KRI Nanggala-402 dinyatakan terbelah menjadi tiga bagian. Dari 53 awak kapal tersebut, dua prajurit TNI AL berasal dari Banyuwangi. Mereka adalah Serda (Ede) Pandu Yudha Kusuma dan Sertu (Mes) Dedi Hari Susilo. Pandu bertugas sebagai operator senjata 2, sedangkan Dedi sebagai juru diesel 1. (fre/aif/c1)

(bw/fre/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news