Kamis, 06 May 2021
radarbanyuwangi
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah
MTsN 11 Banyuwangi

Launching Entrepreneur Coffee

03 Mei 2021, 12: 42: 10 WIB | editor : Ali Sodiqin

SIMBOLIS: Kepala Kemenag Banyuwangi H. Slamet (potong pita), Kasubag TU Hj Suci Ningsih (dua dari kanan), dan kepala MTsN 11 Banyuwangi Hj Sri Endah Zulaikahtul (kanan) bersama dewan guru dalam peresmian gapura sekolah, Jumat (30/4).

SIMBOLIS: Kepala Kemenag Banyuwangi H. Slamet (potong pita), Kasubag TU Hj Suci Ningsih (dua dari kanan), dan kepala MTsN 11 Banyuwangi Hj Sri Endah Zulaikahtul (kanan) bersama dewan guru dalam peresmian gapura sekolah, Jumat (30/4).

Share this          

KALIBARU - Jawa Pos Radar Genteng –Untuk branding sekolah, menjalankan program Gerakan Ayo Membangun Madarasah (Geram), Gerakan Inovasi Madarasah (Gemi), Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 11 Banyuwangi menggelar berbagai acara, Jumat sore (30/4).

Sekolah yang beralamat di jalan raya Jember, Dusun Tegal Pakis, Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru itu menggelar perpisahan untuk 60 siswa dari program unggulan kelas prestasi, melepas 31 siswa kelas VII untuk program English Course, dan 29 siswa kelas VIII program metode amsilati atau membaca dan menerjemahkan kitap kuning. Kegiatan lainnya launching gapura madarasah, dan launching Madrasah Entrepreneur Coffe.

Peresmian gapura madrasah ditandai dengan pemotongan pita oleh kepala Kementerian Agama (Kemenag) Banyuwangi, H. Slamet. Sedang launching Madrasah Entrepreneur Coffee ditandai dengan penandatangan logo madrasah oleh kepala Kemenag H.Slamet dan kepala MTsN 11 Banyuwangi, Hj Sri Endah Zulaikahtul.

Kepala Kemenag Banyuwangi, H. Slamet mendukung dan mengapresiasi apa yang dilakukan MTsN 11 Banyuwangi. Apalagi, program ini tidak jauh beda dengan program yang dicanangkan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. “Kalibaru banyak tanaman kopi, maka harus dimunculkan kopi khas Kalibaru,” katanya seraya berharap para siswa MTsN 11 Banyuwangi bisa menjadi pengusaha kopi yang sukses.

Kepala MTsN 11 Banyuwangi, Hj Sri Endah Zulaikahtul mengatakan dalam perpisahan ini menunjukan para siswa MTsN 11 Banyuwangi bisa mahir berbasa Inggris, mahir dalam membaca kitab kuning dan mengartikan dalam Bahasa Jawa. “Alhamdulilah, program baca kitap kuning dan menerjemahkan ini, anak-anak Cuma butuh waktu 10 hari dalam pembelajarannya,” kata perempuan yang biasa disapa Zul itu.

Zul berharap, kedepan anak-anak bisa sekolah di madarasah seperti belajar di pesantren. Selain itu, bisa mengikuti lomba baca kitab kuning. Untuk Madarasah Entrepreneur Coffe, Zul berharap anak-anak MTsN 11 Banyuwangi punya jiwa wirausaha yang handal. “Ini upaya branding madarasah kami,” cetusnya.

Zul menyampaikan program ini salah satu poin yang diambil dari program Gerakan Madarasah Inovasi. Dalam acara itu, ia menyampaikan  ada tiga siswanya telah diterima di Program Khusus (PK) MAN 1 Jember.(abi)

SIMBOLIS DUA: Kepala Kemenag Banyuwangi H. Slamet, kepala MTsN 11 Banyuwangi Hj Sri Endah Zulaikahtul, dan dewan guru dalam launching Madarasah Entrepreneur Coffee, Jumat sore (30/4)

SIMBOLIS DUA: Kepala Kemenag Banyuwangi H. Slamet, kepala MTsN 11 Banyuwangi Hj Sri Endah Zulaikahtul, dan dewan guru dalam launching Madarasah Entrepreneur Coffee, Jumat sore (30/4)

(bw/kri/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news