Kamis, 06 May 2021
radarbanyuwangi
Home > Ekonomi Bisnis
icon featured
Ekonomi Bisnis

Bank Indonesia Latih Petani dengan Teknologi MA-11

02 Mei 2021, 02: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Bank Indonesia Latih Petani dengan Teknologi MA-11

Share this          

BANYUWANGI – Bank Indonesia Cabang Jember mengenalkan budi daya organik melalui fasilitasi pelaksanaan pelatihan budi daya tanaman pangan organik berbasis pertanian terintegrasi dengan teknologi MA-11. Pelatihan digelar selama dua hari, 29–30 April 2021 di Gapoktan Rukun Tani, Desa Segobang, Kecamatan Licin. Kegiatan itu dibuka langsung oleh Kepala Perwakilan BI Jember Hestu Wibowo.

Turut hadir Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Khoiri beserta narasumber pelatihan Dr Ir Nugroho Widiasmadi MEng. Hestu Wibowo menjelaskan, sejak tahun 2006 Bank Indonesia mulai mengembangkan klaster UMKM produsen komoditas unggulan daerah maupun komoditas ekspor. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja UMKM yang tergabung dalam klaster, sehingga pada waktunya dapat berdampak pada peningkatan perekonomian daerah.

Saat ini, kata Hestu, pengembangan klaster lebih diarahkan pada upaya meningkatkan suplai komoditas penunjang ketahanan pangan, khususnya komoditas volatile food. Hal ini tak lain sebagai salah satu upaya Bank Indonesia dalam mendukung pengendalian inflasi.  

Baca juga: Belajar Introspeksi dari ”West Culture”

”Di samping pengendalian inflasi, pengembangan klaster ketahanan pangan juga ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah pelaku usaha dan meningkatkan keuangan inklusif,” kata Hestu kemarin.

Dikatakan, melalui fasilitasi kegiatan pelatihan ini, diharapkan ke depan petani dapat mengimplementasikan budi daya tanaman pangan organik yang pada gilirannya dapat memberikan dampak terhadap peningkatan produksi, peningkatan akses pasar, dan peningkatan kualitas dan nilai tambah. Sehingga peningkatan rata-rata pendapatan petani yang disebabkan peningkatan jumlah dan kualitas produksi serta penetapan harga yang lebih baik dapat dicapai.

Tidak itu saja, melalui program pengembangan klaster ketahanan pangan diharapkan dapat meningkatkan kapasitas UMKM untuk memperkecil gap antara supply dan demand sehingga meminimalisasi tekanan harga yang mendorong inflasi. ”Selain itu, program klaster juga bertujuan memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) karena melibatkan banyak petani dan UMKM,” ujar Hestu.

Hal senada dikatakan Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Banyuwangi Khoiri. Menurut dia, berbagai strategi pengembangan klaster ini diarahkan untuk peningkatan produktivitas (higher productivity), peningkatan akses pasar (market oriented), serta peningkatan kualitas dan nilai tambah.

Salah satunya dapat didukung melalui penerapan teknik dan inovasi budi daya yang lebih baik (organik). Melalui implementasi inovasi budi daya organik tersebut, diharapkan dapat memberikan nilai tambah terhadap komoditas yang dihasilkan.

”Sehingga, komoditas melalui budi daya organik memiliki nilai jual lebih dibandingkan dengan komoditas biasa. Oleh sebab itu, kami mewakili Pemkab Banyuwangi menyampaikan terima kasih kepada Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember yang telah memberikan pelatihan teknik dan inovasi budi daya organik ini,” kata Khoiri.

Sementara itu, narasumber pelatihan Dr Ir Nugroho Widiasmadi MEng menjelaskan, pelatihan ini untuk meningkatkan wawasan informasi para petani tentang penggunaan bahan organik yang lebih efektif dan lebih efisien digunakan untuk bertani. Program pengembangan klaster padi ini difokuskan pada efisiensi biaya dan peningkatan produktivitas dengan metode sistem budi daya organik berbasis teknologi MA-11.

Nugroho menjelaskan, MA-11 ini merupakan microbacter yang cukup andal untuk membantu fermentasi pupuk kompos dan unsur penunjang lainnya. Dengan menggunakan MA-11 ini petani bisa mendapatkan pupuk kompos dan POC dalam waktu yang cepat dan kualitas yang terjamin, serta biaya yang murah karena dapat memanfaatkan limbah tanaman dan kotoran di sekitarnya.

”Sehingga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas hasil panen dan menekan biaya produksi. Hari ini kita akan mendampingi Gapoktan Rukun Tani selama dua hari sekaligus praktik membuat pupuk organik,” kata Nugroho. (*/afi/c1)

(bw/*/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news