Kamis, 06 May 2021
radarbanyuwangi
Home > Banyuwangi
icon featured
Banyuwangi

497 Napi Diajukan Dapat Remisi Lebaran

01 Mei 2021, 11: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

DOA UNTUK PATRIOT BANGSA: Napi Lapas Banyuwangi melaksanakan salat gaib untuk kru KRI Nanggala-402 yang tenggelam di perairan Bali utara.

DOA UNTUK PATRIOT BANGSA: Napi Lapas Banyuwangi melaksanakan salat gaib untuk kru KRI Nanggala-402 yang tenggelam di perairan Bali utara. (RAMADA KUSUMA/RaBa)

Share this          

RadarBanyuwangi.id –Seperti tahun-tahun sebelumnya, narapidana di Lapas Kelas IIA Banyuwangi akan mendapatkan remisi khusus Lebaran. Pihak lapas telah mengajukan nama-nama napi yang akan mendapatkan remisi tersebut.

Jumlah napi yang diajukan mendapatkan remisi khusus mencapai 497 orang. ”Itu jumlah sementara, bisa bertambah hingga H-1 Lebaran,” tegas Kalapas Banyuwangi Wahyu Indarto.

Dari total napi yang diajukan mendapatkan potongan hukuman, kebanyakan napi kasus pidana umum, narkotika, dan UU Kesehatan. Mereka yang diajukan itu telah menjalani masa penahanan minimal enam bulan. Dengan catatan, mereka berkelakuan baik. ”Kalau total keseluruhan napi saat ini ada 900 orang,” katanya.

Baca juga: Disnakertrans Banyuwangi Buka Posko Pengaduan THR

Besarnya remisi itu setiap tahun berbeda. Tahun pertama napi bisa memperoleh remisi 15 hari. Pada tahun kedua dan ketiga masing-masing satu bulan. Setelah itu, tahun ketiga dan seterusnya, akan mendapat remisi 1,5 bulan. ”Remisi ini akan terus diberikan hingga masa tahanannya habis,” kata Wahyu.

Pengajuan tahun ini sama seperti tahun lalu yang sama-sama sudah berada di masa pandemi. Prosesnya lama karena pengajuan masih dikirimkan ke kantor wilayah (kanwil) Kementerian Hukum dan HAM. ”Kita jelasnya menunggu surat turun. Turunnya surat ini, bisa molor seperti tahun lalu dan bisa jadi satu hari sebelum Idul Fitri,” terangnya.

Beberapa syarat harus dimiliki para napi bila ingin mendapatkan remisi. Wahyu menegaskan, para napi itu harus berkelakuan baik, tidak pernah memiliki catatan buruk selama menjalani masa tahanan, serta menjalani tata tertib yang berlaku di lapas. ”Yang jelas memang harus menaati peraturan yang ada di lapas, tidak terlibat masalah kembali,” ungkapnya.

Terkait waktu kunjungan saat Lebaran, tahun ini memang masih ditiadakan. Sebagai gantinya adalah kunjungan secara virtual. Namun, untuk penitipan makanan hari raya tetap dibuka. ”Kami sediakan video call bersama napi dengan waktu maksimal 15 menit setiap napi,” jelasnya. (rio/aif/c1)

(bw/rio/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news