Kamis, 06 May 2021
radarbanyuwangi
Home > Edukasi
icon featured
Edukasi

Untuk Tingkatkan Kualitas Inklusi, GPK Harus Sesuai POS

01 Mei 2021, 00: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

KOMITMEN BERSAMA: Kelompok Kerja Guru Guru Pembimbing Khusus (KKG GPK) Kabupaten Banyuwangi menggelar pembinaan dan sosialisasi POS Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusif di Aula SDN Penganjuran 4 Banyuwangi. Kegiatan dibuka Plt Kadispendik Suratno.

KOMITMEN BERSAMA: Kelompok Kerja Guru Guru Pembimbing Khusus (KKG GPK) Kabupaten Banyuwangi menggelar pembinaan dan sosialisasi POS Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusif di Aula SDN Penganjuran 4 Banyuwangi. Kegiatan dibuka Plt Kadispendik Suratno. (Sidrotul Muntoha/RaBa)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Kelompok Kerja Guru Guru Pembimbing Khusus (KKG GPK) Kabupaten Banyuwangi menggelar pembinaan dan sosialisasi Prosedur Operasional Standar (POS) Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusif Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan yang digelar di Aula SDN Penganjuran 4 Banyuwangi ini dibuka langsung oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Suratno. Turut mendampingi Kabid SD Dispendik Rachmad Ari Pratama dan Ketua Korwil Kerja Satuan Banyuwangi H Purwanto.

Suratno dalam sambutannya mengatakan, sejak ditetapkan sebagai Kabupaten Inklusif pada 2014, Pemkab Banyuwangi terus berkomitmen untuk membuat program pendidikan yang mendukung program inklusif ini. Membawa spirit sebagai Kota Welas Asih, Pemkab Banyuwangi memberikan kesempatan pendidikan kepada semua anak, baik normal maupun anak berkebutuhan khusus (ABK) untuk bisa belajar di sekolah yang sama, mempelajari mata pelajaran yang sama, dan mengikuti semua kegiatan di sekolah tanpa ada diskriminasi.

Suratno menjelaskan, pembinaan dan sosialisasi Prosedur Operasional Standar (POS) Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusif adalah sebuah parameter untuk menilai dari sisi kuantitas, sementara tujuannya adalah peningkatan kualitas. ”Jika kepala sekolah menerapkan POS ini dengan komitmen tinggi, maka tujuan yang akan dicapai mampu mewujudkan pendidikan yang ramah anak, tidak diskriminatif, dan penuh toleransi,” kata Suratno.

Baca juga: Polisi Buru Pelempar Bola Tenis Berisi Sabu-Sabu

Sementara itu, Ketua KKG GPK Drs Suyanto menambahkan, pembinaan dan sosialisasi Prosedur Operasional Standar (POS) Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusif ini dilakukan di tiga titik berbeda. Yakni (27/4) di SDN 4 Penganjuran dengan jumlah peserta 84 GPK, titik kedua digelar pada (28/4) di SDN 3 Genteng dengan 83 peserta, dan pada (29/4) digelar di SDN 1 Cluring dengan 83 peserta. ”Jadi ada 250 peserta GPK dari 187 lembaga mulai PAUD, TK, SD, SMP, SLB Negeri Swasta se-Banyuwangi,” kata Suyanto.

Suyanto menambahkan, pendidikan inklusif merupakan salah satu strategi upaya pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan. Sebab, lembaga pendidikan inklusif bisa menampung semua anak yang belum terjangkau oleh layanan pendidikan lainnya. ”Pendidikan inklusif juga merupakan strategi peningkatan mutu,  karena model pembelajaran inklusif menggunakan metodologi pembelajaran bervariasi yang bisa menyentuh pada semua anak dan menghargai perbedaan,” pungkasnya. (*/afi/c1)

(bw/*/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news