Kamis, 06 May 2021
radarbanyuwangi
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan
Bupati Ipuk Ngantor di Desa Temuasri

Terbitkan 527 Izin Usaha Mikro dan 2.810 Dokumen Adminduk

30 April 2021, 22: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

DEKATKAN LAYANAN: Bupati Ipuk menyerahkan izin usaha mikro di sela kegiatan Bunga Desa di Temuasri, Kecamatan Sempu.

DEKATKAN LAYANAN: Bupati Ipuk menyerahkan izin usaha mikro di sela kegiatan Bunga Desa di Temuasri, Kecamatan Sempu. (DINI FOR RABA)

Share this          

RadarBanyuwangi.id - Bunga Desa tidak hanya berfungsi untuk mengetahui masalah di desa secara langsung. Juga bukan sekadar untuk membahas serta mencari solusi permasalahan tersebut. Lebih dari itu, melalui program ini Bupati Ipuk Fiestiandani juga mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat.

Bunga Desa. Dua kata yang merupakan akronim dari kalimat Bupati Ngantor di Desa, itu kerap terdengar. Maklum, Bunga Desa itu merupakan salah satu program andalan Bupati Ipuk Fiestiandani yang baru dilantik pada 26 Februari lalu.

Selain untuk mengetahui secara langsung permasalahan di desa serta mencari solusi atas permasalahan tersebut, melalui program Bunga Desa yang dilakukan setiap pekan sang Bupati juga berupaya mendekatkan layanan publik kepada masyarakat.

Baca juga: Enam Bangunan Milik RSMS Diduga Tak Berizin

Ya, setiap pekan warga desa di Banyuwangi yang menjadi lokasi ngantor bupati akan mendapat fasilitas layanan jemput bola. Petugas dari Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) serta Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Pemkab Banyuwangi akan mengikuti kegiatan Bupati Ipuk di desa tersebut.

Seperti saat Ipuk ngantor di Desa Temuasri, Kecamatan Sempu pada pekan lalu (2/4). Ribuan masyarakat yang memanfaatkan layanan jemput bola yang dibuka di desa setempat. Alhasil, pemkab mengeluarkan 527 izin usaha mikro dan menerbitkan 2.810 berbagai dokumen administrasi kependudukan (adminduk).

Bupati Ipuk mengatakan, pihaknya sengaja membawa layanan publik tersebut ke desa. ”Agar warga bisa lebih mudah mengakses layanan pemerintahan,” ujarnya kemarin (26/4).

Selama Bunga Desa itulah petugas melakukan pendampingan kepada warga desa pelaku usaha mikro untuk mengurus izin usaha. Petugas menerangkan apa manfaatnya melakukan pengurusan ini, misalnya agar pelaku usaha mikro bisa mendapatkan kepastian hukum dan juga kemudahan mengakses bantuan permodalan. ”Setelah tahu manfaatnya, banyak pelaku usaha mikro yang berbondong-bondong mengurus izin usaha ini,” kata Ipuk.

Menurut data dari DPM-PTSP, pemkab telah mengeluarkan 527 izin usaha mikro sekaligus Nomor Induk Berusaha untuk warga Desa Temuasri. Selama program Bunga Desa yang telah berjalan selama delapan pekan, total ada 1.117 izin usaha mikro yang telah diterbitkan. Angka ini, kata Ipuk, di luar jumlah pelaku usaha lain yang mengurus secara mandiri lewat online. ”Ini melebihi target kami yang awalnya 1.000 izin selama 100 hari awal pemerintahan kami. Namun, saya minta ini dipacu terus,” imbuhnya.

Selain jemput bola layanan izin usaha mikro, Pemkab Banyuwangi juga membuka layanan pengurusan berbagai dokumen administrasi kependudukan (adminduk) bagi warga desa setempat.

Dalam program Bunga Desa di Desa Temuasri Kecamatan Sempu pekan lalu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispenduk Capil) Kabupaten Banyuwangi mencatat, telah menerbitkan 2.810 dokumen adminduk.

Kepala Dispendukcapil Djuang Pribadi merinci, ada 367 KTP-el, 2.004 Kartu Identitas Anak (KIA), 281 Kartu Keluarga (KK), 83 Akta Kelahiran, 58 Akta Kematian, serta 17 dokumen lainnya yang telah diterbitkan. ”Kalau ditotal semuanya selama 8 kali pelaksanaan Bunga Desa, Pemkab Banyuwangi telah menerbitkan 11.316 dokumen adminduk warga. Semoga ke depan program ini bisa terus memberikan manfaat bagi warga di desa-desa berikutnya,” pungkasnya. (sgt/aif/c1)

(bw/sgt/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news