Kamis, 06 May 2021
radarbanyuwangi
Home > Info Rumah Sakit
icon featured
Info Rumah Sakit

RSU Bhakti Husada Penuhi Gizi Pasien Diabetes

30 April 2021, 17: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

RAMADAN: Pinggi Tri Ratna, S.Gz melakukan edukasi kepada pasien di RSU Bhakti Husada, Krikilan, Kecamatan Glenmore.

RAMADAN: Pinggi Tri Ratna, S.Gz melakukan edukasi kepada pasien di RSU Bhakti Husada, Krikilan, Kecamatan Glenmore. (RUSTIDA FOR JPRG)

Share this          

RadarBanyuwangi.id - Bagi umat Islam yang telah dewasa, puasa saat Ramadan ini wajib hukumnya. Puasa memberikan efek yang baik untuk kesehatan. Bagi sebagian besar orang yang tidak memiliki masalah kesehatan, puasa Ramadan tidak akan menimbulkan masalah.

Tetapi untuk kelompok masyarakat tertentu, seperti yang terkena diabetes melitus, ada beberapa hal yang harus diperhatikan selama puasa Ramadan. Sebelum memutuskan puasa, pertama yang harus dilakukan oleh penderita diabetes adalah berkonsultasi ke dokter. Dokter akan mengevalusi kondisi klinis pasien, kontrol gula darah, dan perlu tidaknya penyesuaian dosis dan waktu konsumsi obat. Karena orang penderita diabetes mellitus dengan resiko tinggi, tidak dianjurkan untuk berpuasa. Yang perlu diperhatikan penderita diabetes dalam berpuasa, itu pengaturan makan.

Pada hari-hari biasa, pola makan pasien diabetes mellitus dibagi menjadi dua hingga tiga  kali makan utama, yaitu sarapan, makan siang, dan makan malam, dan tiga kali makan selingan di antara waktu makan utama. “Perubahan waktu makan saat puasa Ramadan, akan berpengaruh pada jadwal makan penderita diabetes, yaitu pada saat sahur, berbuka, dan setelah tarawih,” terang Kepala Instalasi Gizi RSU Bhakti Husada, Krikilan, Kecamatan Glenmore, Pinggi Tri Ratna S.Gz .

Baca juga: Bimbingan Rohani untuk Seluruh Karyawan

Pembagian porsi makanan saat berpuasa, terang dia, dapat dibagi menjadi 50 persen saat sahur, 40 persen saat berbuka, dan 10 persen setelah tarawih. “Makan saat sahur dibagi menjadi dua kali makan, yaitu awal sahur dan menjelang imsak,” terangnya.

Pemilihan makanan, terang dia, sebaiknya dipilih jenis karbohidrat kompleks, seperti sayur, buah, umbi, nasi merah, dan jagung. Karbohidrat kompleks akan dicerna lebih lambat sehingga dapat membuat rasa kenyang lebih lama dan menjaga gula darah lebih stabil. Selain kebutuhan karbohidrat kompleks, kebutuhan akan protein rendah lemak serta sayur dan buah dalam jumlah yang cukup. Sumber protein rendah lemak yang dapat dipilih antara lain ikan, ayam, putih telur, tahu, dan tempe masing-masing satu hingga dua  potong setiap makan, dan tentu memperhatikan teknik pengolahannya. “Makan sahur dapat dilakukan selambat mungkin sebelum waktu imsyak,” sarannya.

Pemilihan menu berbuka puasa, jelas dia, juga penting diperhatikan. Sebaiknya penderita diabetes menghindari makanan atau minuman yang mengandung gula sederhana, karena dapat mengakibatkan lonjakan darah berlebih. Diabetesi dapat mengonsumsi kurma saat berbuka dengan jumlah satu hingga dua ukuran sedang, atau tiga buah berukuran kecil. “Untuk pemilihan camilan, dapat dipilih makanan yang mengandung serat seperti buah potong, namun harus memperhatikan jumlahnya, satu porsi setiap kali makan dan dipastikan dua hingga tiga  jam setelah makan utama saat berbuka,” ungkapnya.

Hal lain yang perlu diperhatikan bagi orang yang sedang berpuasa adalah menjaga badan untuk tetap terhidrasi. Pastikan minum setidaknya delapan gelas setiap hari. Jadwal minum air dapat dibagi menjadi satu gelas saat bangun tidur, satu gelas setelah sahur, satu gelas saat azan maghrib, satu gelas setelah makan, satu gelas setelah salat isya, satu gelas setelah tarawih, dan satu gelas sebelum tidur. 

Jika Anda mempunyai riwayat diabetes melitus maupun yang tidak, dan membutuhkan konsultasi gizi, bisa datang ke Poli Gizi di Unit Rawat Jalan RSU Bhakti Husada, Krikilan setiap Senin-Kamis pukul 08.00-13.00, Jumat-Sabtu pukul 08.00-11.30. Untuk pendaftaran poli bisa menghubungi : 081333748556.(abi)

(bw/*/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news