Kamis, 06 May 2021
radarbanyuwangi
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

Keluarga Korban KRI Nanggala 402 Dapat Prioritas Masuk PPPK dan TNI AL

30 April 2021, 14: 35: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

IKUT BELASUNGKAWA: Bupati Ipuk Fiestiandani menemui Mega Dian Pratiwi, istri Serda (Ede) Yudha Kusuma di rumahnya Desa Ketapang, Kalipuro kemarin.

IKUT BELASUNGKAWA: Bupati Ipuk Fiestiandani menemui Mega Dian Pratiwi, istri Serda (Ede) Yudha Kusuma di rumahnya Desa Ketapang, Kalipuro kemarin. (RAMADA KUSUMA/RABA)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Duka yang dirasakan keluarga korban tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402 mencoba diringankan oleh Pemkab Banyuwangi. Kemarin (26/4) Bupati Ipuk Fiestiandani bersama Danlanal Letkol Laut (P) Eros Wasis menemui keluarga Serda (Ede) Pandu Yudha Kusuma dan Sertu (Mes) Dedi Hari Susilo. Kedua prajurit TNI-AL tersebut gugur dalam insiden tenggelamnya KRI Nanggala di perairan utara Bali, Rabu (21/4).

Kunjungan pertama di rumah Mega Dian Pratiwi, 23, di Desa Ketapang, Kalipuro. Di sana, Ipuk berusaha menguatkan mental istri Serda (Ede) Pandu Yudha Kusuma tersebut. Air mata Mega tak terbendung ketika mulai menceritakan komunikasi terakhir dengan suaminya.

Dalam perbincangan itu, Mega mengaku sempat dua bulan telat haid. Dia mengira tengah mengandung. Kabar bahagia itu disampaikan kepada Pandu sebelum berangkat berlayar bersama KRI Nanggala. Sayangnya, begitu kabar KRI Nanggala putus kontak, Mega mendadak kembali datang bulan.

Baca juga: Bendera Setengah Tiang Berkibar di KRI Soeharso

”Mas Pandu ingin anaknya diberi nama Nanggala. Tapi Mas (Pandu) tidak jadi punya dedek,” ucap Mega di hadapan Bupati Ipuk.

Beberapa anggota keluarga Mega yang mendengarkan kisah tersebut larut dalam kesedihan. Ipuk pun meminta kepada pihak keluarga agar sabar menghadapi cobaan. ”Kami Pemkab Banyuwangi kehilangan dua warga yang sungguh luar biasa. Mudah-mudah diberikan kekuatan, keikhlasan, dan kesabaran terutama para istri beliau,” ungkap Ipuk.

Setelah berkunjung ke rumah istri Serda Pandu, rombongan Bupati Ipuk meluncur ke rumah Sertu (Mes) Dedi Hari Susilo di Kelurahan Mojopanggung. Di sana sudah menunggu keluarga besar Dedi, termasuk istrinya Fitri Arum Sari, 24, dan ibu kandung Dedi, Saniah. Keduanya hanya bisa menangis ketika membicarakan tentang juru diesel KRI Nanggala tersebut.

Saniah benar-benar terpukul dengan kabar gugurnya para awak KRI Nanggala. Melihat kondisi keluarga awak Nanggala asal Banyuwangi tersebut, Ipuk memerintahkan Dinas Kesehatan untuk melakukan pendampingan dan memberikan trauma healing kepada keluarga korban. ”Kami berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk memberikan trauma healing karena beliau memang sangat terpukul sekali,” kata Ipuk.  

Bupati perempuan itu mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendoakan agar dua warga terbaik Banyuwangi yang gugur dalam musibah KRI Nanggala diberikan tempat yang layak di sisi Allah SWT. Dua patriot bangsa itu mati syahid karena sedang melaksanakan tugas negara. ”Kami merasa kehilangan dengan meninggalnya patriot bangsa tersebut. Mudah-mudah diberikan kekuatan, keikhlasan, dan kesabaran terutama para isri beliau,” ujar Ipuk.

Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Eros Wasis menambahkan, kunjungan ke rumah keluarga kru Nanggala tersebut mewakili perintah KASAL yang ikut menyatakan belasungkawa atas gugurnya keluarga besar TNI AL. Dalam kunjungan itu, Eros ingin memberikan bantuan psikologis kepada para keluarga kru KRI Nanggala.

Sejak awal kejadian pihaknya sudah memberikan bantuan psikologis kepada keluarga korban. Pihak keluarga juga diajak berbuka puasa bersama sembari menyaksikan konferensi pers hasil evakuasi KRI Nanggala. Eros berharap keluarga bisa diberi ketabahan untuk menerima keadaan yang terjadi saat ini. ”Kami siapkan penghormatan khusus, karangan bunga, upacara militer, tabur bunga sesuai dengan tradisi Angkatan Laut,” pungkasnya.

Sementara itu, kunjungan Bupati Ipuk bersama Danlanal kemarin memberikan kabar gembira bagi para istri dan keluarga awak KRI Nanggala. Istri awak Nanggala akan diprioritaskan menjadi PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja), sedangkan adik Serda Pandu dijamin masuk TNI AL.

Jaminan masuk PPPK dan TNI AL disampaikan Bupati dan Danlanal setelah melihat kondisi keluarga awak KRI Nanggala. Istri Sertu (Mes) Dedi Hari Susilo, yaitu Fitri Arum Sari, 24, sempat menjadi guru tidak tetap (GTT). Sedangkan istri Serda (Ede) Pandu Yudha Kusuma, Mega Dian Pratiwi, 23, menjadi tenaga kesehatan di Puskesmas Klatak. Ipuk berencana mengangkat keduanya menjadi PPPK di lingkungan Pemkab Banyuwangi. ”Nanti akan kami bahas. Apa yang dialami Bu Mega sekarang, kami merasa prihatin. Dia kami prioritaskan menjadi PPPK,” kata Ipuk.

Dari catatan pemkab, Mega Dian Pratiwi merupakan bidan yang saat ini bekerja di Puskesmas Klatak, Kecamatan Kalipuro. Sedangkan Fitri Arum Sari sebelumnya merupakan guru di SDN Pakis sebelum kemudian berhenti karena harus mengikuti suaminya bertugas. ”Tugas kami memulihkan kondisi psikologisnya agar bisa bekerja dalam kondisi yang sudah baik, baru nanti kembali bekerja.” imbuh Ipuk.

Danlanal Letkol Laut (P) Eros Wasis menambahkan, untuk keluarga Serda Pandu, terutama adik kandungnya, akan direkomendasikan khusus bergabung dengan TNI AL. Lanal siap memberikan pendampingan, pembinaan, dan pelatihan kepada adik kandung Pandu yang saat ini masih bersekolah. Nantinya yang bersangkutan bisa menjadi bagian dari TNI AL dan menempati posisi yang sudah diterima Pandu. ”Sebelumnya Serda Pandu ingin adiknya menjadi tentara. Kami (Lanal) dan TNI AL siap membantu sampai berhasil,” tegas Eros.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Suratno mengatakan, mereka yang akan menjadi PPPK bisa disiapkan, terutama Fitri, istri Sertu Dedi yang sebelumnya sempat berhenti karena mengikuti tugas suaminya. ”Sesuai perintah Ibu (Bupati), kami siap melaksanakan. Jika Bu Fitri ingin kembali jadi guru di SD Pakis, kami siap menfasilitasi. Monggo silakan mengajar di sekolah mana, bisa kami bantu,” ujar Suratno.

Dikatakan Suratno, Fitri bisa mendaftar sebagai PPPK tahun 2021. Jika nantinya mendaftar, yang bersangkutan akan mendapatkan prioritas untuk bisa diterima sebagai PPPK. ”Tentu ini sebuah penghargaan bagi almarhum yang telah gugur dalam menjalankan tugas,” pungkasnya. (fre/aif/c1)

(bw/fre/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news