Kamis, 06 May 2021
radarbanyuwangi
Home > Features
icon featured
Features

Cerita Hari-Hari Terakhir Sertu(Mes) Dedi Hari Susilo Bersama Keluarga

30 April 2021, 03: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

PATRIOT SEJATI: Sertu Dedi Hari Susilo (kanan) bersama adiknya, Joko Seger, yang sama-sama prajurit TNI-AL.

PATRIOT SEJATI: Sertu Dedi Hari Susilo (kanan) bersama adiknya, Joko Seger, yang sama-sama prajurit TNI-AL. (Istimewa)

Share this          

RadarBanyuwangi.id - KRI Nanggala-402 dinyatakan dalam status on eternal patrol atau patroli selamanya setelah putus kontak sejak Rabu lalu (21/4). Ke-53 awak kapal selam buatan Jerman itu dinyatakan gugur. Kabar tersebut tak membuat keluarga berhenti berharap. Mereka tetap yakin, anak mereka masih akan kembali usai bertugas.

Tamu terus berdatangan di rumah Sudarmaji, 56, pada malam pertama setelah Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengumumkan gugurnya 53 kru KRI Nanggala-402. Hingga kemarin kolega dan tetangga Sudarmaji (ayah Sertu Dedi Hari Susilo) terus berdatangan di rumahnya Kelurahan Mojopanggung, Kecamatan Giri.

Sudarmaji menyambut setiap tamu yang datang dengan wajah tegar. Rokok tak pernah lepas dari dari apitan bibirnya. Sambil menyalami para tamu, Sudarmaji kerap menebar senyum kepada mereka yang datang. ”Meskipun keadaan kapal seperti itu (terbelah tiga) saya yakin anak saya tetap bisa kembali. Saya yakin ada keajaiban,” kata Sudarmaji sesaat setelah duduk bersama Jawa Pos Radar Banyuwangi.

Baca juga: Antisipasi Gejolak Harga, Pemkab Geber Pasar Murah

Sudarmaji mengungkapkan, pengajian untuk Sertu Dedi dilakukan sejak Rabu lalu (21/4). Awalnya doa permohonan keselamatan. Sejak Minggu (25/4) diganti doa tahlil. Itu dilakukan karena tetangga sekitar meyakini sudah tidak ada harapan bagi kondisi kru KRI Nanggala-402. ”Keluarga berharap Dedi bisa dibawa ke sini meski kondisinya sudah seperti itu,” imbuh Sudarmaji.

Dia menceritakan, siang itu sempat pergi ke Lanal Banyuwangi untuk menanyakan kejelasan kabar anaknya dan kru KRI Nanggala lainnya. Karena belum ada jawaban, Sudarmaji kembali pulang. Sore harinya dia kembali diminta ke Lanal untuk berbuka puasa bersama sekaligus menyaksikan press conference dari Panglima TNI.

Sudarmaji memilih tidak datang ke Lanal. Undangan tersebut diwakili istri dari Sertu Dedi dan putra ketiga Sudarmaji. Hingga pukul 17.30, dia ditelepon anaknya dan diminta untuk menyaksikan siaran langsung di televisi. ”Ada info kapal Nanggala ditemukan dalam keadaan terbelah menjadi tiga, itu saja. Tapi saya yakin, anak saya masih hidup,” ucap Sudarmaji.

Dalam ingatannya, putranya adalah anak yang sangat menghormati orang tuanya. Ke mana pun pergi, Dedi tak pernah lupa berpamitan kepada bapak atau ibunya, termasuk ketika akan berlayar bersama KRI Nanggala. Sertu Dedi sempat mengabari dirinya dan ibunya pada Senin (19/4). Setelah itu tidak ada kabar lagi.

Sudarmaji memahami anaknya memang biasa seperti itu ketika akan berangkat bertugas. ”Anak saya baru setahun ini ikut kapal selam. Sebelumnya di KRI Terapang. Dia selalu pamitan dan minta izin orang tua. Sampai mau masuk kapal masih ngabari,” ujar bapak tiga anak itu.

Sertu Dedi di mata orang tuanya adalah anak yang pendiam. Tak terlalu banyak hal yang dibicarakan. Meski demikian, anaknya sangat tekun, sesuai dengan tugasnya di bidang permesinan yang memerlukan ketekunan. Dedi tak pernah mau beranjak jika pekerjaanya belum benar-benar selesai.

Dedi juga dekat dengan adik-adiknya. Bahkan adik keduanya yang bernama Joko Seger mengikuti langkah Dedi menjadi anggota TNI-AL di KRI Banda Aceh. Dedi sudah 12 tahun bergabung dengan TNI-AL. Empat tahun lalu, Dedi menikahi Fitri Arum Sari, 24. Setelah menikah, keduanya menetap di mes Angkatan Laut di Surabaya. Menantunya itu dibawa Dedi ke Banyuwangi sejak 15 hari lalu.

Saat itu Dedi meminta istrinya untuk menetap sementara di Banyuwangi. Rencananya Sabtu (24/4), tugas Dedi sudah selesai dan istrinya akan dijemput kembali ke Surabaya. Sayangnya hingga hari itu lewat, Dedi tak kunjung pulang. Bahkan informasi yang tidak diinginkan yang justru muncul. ”Waktu kapal tenggelam sampai sekarang aku gak duwe firasat opo-opo, makanya saya yakin Dedi masih hidup,” ucap Sudarmaji.

Meski Panglima TNI menyatakan 53 kru KRI Nanggala telah gugur, namun Sudarmaji tetap teguh pada keyakinannya. Di dalam hatinya dia merasakan jika Dedi masih hidup dan akan kembali. ”Tahlilan akan tetap berjalan tujuh hari, tapi saya yakin dia masih hidup,” kata Sudarmaji menutup pembicaraan. (fre/aif/c1)

(bw/fre/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news