Kamis, 17 Jun 2021
radarbanyuwangi
Home > Edukasi
icon featured
Edukasi

Bekali Anak Berkebutuhan Khusus, Dispendik Bekali GPK Life Skill

14 April 2021, 09: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

BEKAL KETERAMPILAN: Guru Pedamping Khusus mendapatkan peningkatan life skill. Pelatihan ini dilaksanakan dalam dua gelombang tanggal 10 dan 12 April 2021 bertempat di Aula SDN Model Banyuwangi.

BEKAL KETERAMPILAN: Guru Pedamping Khusus mendapatkan peningkatan life skill. Pelatihan ini dilaksanakan dalam dua gelombang tanggal 10 dan 12 April 2021 bertempat di Aula SDN Model Banyuwangi. (Sidrotul Muntoha/RaBa)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Sebanyak 300 Guru Pedamping Khusus (GPK) mendapatkan peningkatan life skill. Pelatihan yang digawangi Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi ini digelar dalam dua gelombang selama dua hari yakni tanggal 10 dan 12 April 2021. Bertempat di Gedung Serba Guna SDN Model Banyuwangi, guru pendamping berkebutuhan khusus ini langsung dibina oleh 12 pelatih yang berasal dari Surabaya dan Chef Uliyah dari Elmer Jakarta.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Suratno menjelaskan, program ini merupakan implementasi dari program Agage Pinter. Tujuannya agar anak berkebutuhan khusus (ABK) mendapatkan hak pendidikannya. Pelatihan life skill ini dapat memberi kesan positif yang mendalam bagi anak berkebutuhan khusus. Sehingga nantinya akan menumbuhkan semangat dalam belajar dan beraktivitas di sekolah.

”Kesempatan ini sangat penting untuk membangun rasa percaya diri mereka. Bagi kita mungkin ini biasa, tetapi bagi mereka ini merupakan pelatihan yang baik untuk tumbuh kembangnya,” kata Suratno.

PENDAMPINGAN: Rangkaian kegiatan Agage Pinter diawali dengan asesmen untuk 100 ABK yang berada di kelas 6. Asesmen dilaksanakan tanggal 27–28 Maret 2021 di Aula Dispendik.

PENDAMPINGAN: Rangkaian kegiatan Agage Pinter diawali dengan asesmen untuk 100 ABK yang berada di kelas 6. Asesmen dilaksanakan tanggal 27–28 Maret 2021 di Aula Dispendik. (Sidrotul Muntoha/RaBa)

Baca juga: Harus Segera Dibuat Median Jalan untuk Mencegah Kecelakaan

Suratno menjelaskan, dalam program Agage Pinter ini Pemkab Banyuwangi telah menyiapkan bantuan beasiswa bagi penyandang disabilitas yang berprestasi dan hendak melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi, termasuk beasiswa Banyuwangi Cerdas untuk kuliah ke berbagai perguruan tinggi.

”Pemkab Banyuwangi telah membangun 217 sekolah inklusi yang tersebar di seluruh kecamatan di Banyuwangi. Tingkatannya pun beragam, mulai dari TK hingga SMA. Saat ini tercatat 275 GPK mendampingi ABK selama proses pembelajaran di Banyuwangi. Rata-rata satu guru mendampingi satu ABK. Mereka telah mendapatkan pelatihan sebagai guru pendamping ABK. Maka pelatihan life skill yang digelar oleh Bidang Dikmas ini merupakan salah satu implementasi peningkatan ABK itu,” ujar Suratno.

Sementara itu Kabid Dikmas Nuriyatus Sholeha menambahkan, rangkaian kegiatan Agage Pinter diawali dengan asesmen untuk 100 ABK yang berada di kelas 6. Sebab, salah satu syarat melanjutkan ke jenjang sekolah lebih tinggi adalah surat keterangan telah diasesmen. Asesmen dilaksanakan tanggal 27–28 Maret 2021 di Aula Dispendik, bekerja sama dengan Yayasan An Moerty.

Menurut Nuriyatus, anak penyandang disabilitas memang perlu dibekali dengan keterampilan khusus agar nantinya bisa membuka lapangan usaha sendiri tanpa perlu mencari pekerjaan. Berbeda dengan anak normal yang memiliki kemampuan memahami materi dengan baik, anak difabel cenderung belajar dengan praktik secara langsung.

”Seperti kegiatan membuat kue seperti ini bisa mengasah keterampilan mereka. Maka saya berharap usai mendapatkan pelatihan life skill ini, para GPK bisa menularkan ilmunya kepada anak didiknya, berilah anak-anak berkebutuhan khusus ini keterampilan yang nantinya mampu menjadi bekal mereka hidup,” pungkas Nuriyatus. (*/afi/c1)

(bw/*/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news