Kamis, 06 May 2021
radarbanyuwangi
Home > Situbondo
icon featured
Situbondo

Warga Panji Tolak Pendirian Tower di Desa Tenggir

11 April 2021, 14: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

TIDAK DISETUJUI: Lokasi rencana pendirian tower di Dusun Tenggir Timur, Desa Tenggir, Kecamatan Panji yang ditolak warga

TIDAK DISETUJUI: Lokasi rencana pendirian tower di Dusun Tenggir Timur, Desa Tenggir, Kecamatan Panji yang ditolak warga (HABIBUL ADNAN/JPRS)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Rencana pendirian tower di Desa Tenggir, Kecamatan Panji ditolak warga. Sebagai bentuk penolakannya, warga sekitar menghentikan aktivitas di lokasi kemarin (09/04).

Afandi, koordinator aksi mengaku, tidak tahu tower apa yang hendak dibangun. Sebab, sebelumnya tidak pernah ada pemberitahuan kepada warga sekitar. “Kami selaku warga terdekat tidak dihubungi,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Situbondo kemarin.

Dia mengaku, seharusnya investor berkoordinasi terlebih dahulu. Meminta persetujuan warga. Tidak langsung mendirikan tower begitu saja. “Karena itu, beberapa hari lalu kami langsung menyetop pelaksanaan pembangunan tower,” terang Afandi.

Baca juga: Kecamatan Situbondo Kembali Zona Oranye

Setelah aktivitas dihentikan, kemarin ada lagi pekerjaan di lokasi. Karena itu, puluhan warga langsung mendatangi pekerja. Mereka menyetop pekerjaan tersebut. “Tadi dikerjakan lagi, maksa ini. Dua kali kita stop,” kata Afandi.

Tower hendak didirikan di tengah persawahan dekat permukiman waraga. Persisnya di Dusun Tenggir Timur, Desa Tenggir. Menurut Afandi, lokasi yang berdekatan dengan perkampungan, jelas membahayakan penduduk setempat. ”Seperti rawan petir,” terangnya.

Afandi menerangkan, setelah ada aksi kemarin, diagendakan pertemuan antara investor dengan warga. Akan tetapi pihak investor tidak datang. “Rencananya selesai jum’atan mau ke sini. Tapi ternyata tidak datang,” pungkasnya.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominfosan), Dadang Aries Bintoro mengaku tidak tahu tentang pendirian tower. Dia mengatakan, pihaknya hanya melakukan pengawasan ketika tower sudah berdiri. “Berarti masih pengajuan di DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu),” katanya.

Kepala DPMPTSP, Nugroho juga belum tahu tentang pendiriannya. Ketika dihubungi kemarin, dia menyampaikan akan mengeceknya terlebih dahulu. “Coba saya lihat dulu,” ujarnya. (bib)

(bw/bib/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news