Kamis, 06 May 2021
radarbanyuwangi
Home > Situbondo
icon featured
Situbondo

KDS Disarankan Cari Lahan Baru yang Lebih Luas

11 April 2021, 11: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

SERING PICU KEMACETAN: Kendaraan melintas di Jalan Ahmad Yani. Beberapa hari kedepan, di ruas jalan ini akan diterapkan dua arah.

SERING PICU KEMACETAN: Kendaraan melintas di Jalan Ahmad Yani. Beberapa hari kedepan, di ruas jalan ini akan diterapkan dua arah. (HABIBUL ADNAN/JPRS)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Pertokoan KDS masih menjadi perbincangan menjelang penerapan jalur lalu lintas dua arah. Pasalnya, salah satu pertokoan terbesar di Situbondo ini masih menggunakan baha jalan sebagai tempat parkir untuk kendaraan roda empat.

Manajemen KDS sendiri mengaku sudah berupaya mencari lahan parkir di Jalan Ahmad Yani. Tetapi, belum menemukan lokasi parkir yang memadai. Artinya, ketika telah diterapkan dua arah di ruas jalan tersebut, kendaraan roda empat milik pengunjung akan tetap parkir di bahu jalan raya.

Terkait hal tersebut, pengelola KDS disarankan agar mencari lahan kosong yang lebih luas. Di lahan tersebut didirikan bangunan KDS baru. Hal ini dinilai satu-satunya solusi. Johantono, salah satu anggota Komisi III DPRD Situbondo mengatakan, jika masih di menempati lokasi saat ini, memang sulit mencari lahan parkir memadai. “Seharusnya begitu (cari lahan baru),” ujarnya.

Baca juga: Kemenag Pastikan Situbondo Dapat Jatah Haji

Politisi PKB ini menerangkan, desakan agar mereka menyediakan lahan parkir yang memadai, tidak muncul saat ini saja. Akan tetapi sudah beberapa tahun lalu. “DPRD dan pemerintahan sebelum bupati sekarang sudah memberikan masukan agar diupayakan parkir yang memadai bagi pegunjung,” katanya.

Tetapi, lagi-lagi pihak KDS berkilah tidak menemukan tempat. Karena itu, satu-satunya solusi KDS pindah dan didirikan di lahan baru yang lebih luas. “Kenapa di beberapa kabupaten, KDS mampu membuat parkir yang memadai bagi pegunjung, sementara di Situbondo selalu beralasan tidak punya tempat parkir,” tegasnya.

Johantono menyampaikan hal ini demi efektifitas perubahan rekayasa lalu lintas. Menurutnya, jika masih ada kendaraan parkir di bahu jalan, akan mengganggu penerapan dua arah. “Semua pertokoan kita desak punya tempat parkir mandiri,” imbuhnya.

Hanya saja, KDS yang sering disinggung karena pengunjungnya lebih banyak. Makanya, KDS dinilai lebih mendesak menyediakan lahan parkir memadai. “Apalagi sekarang menjelang puasa, di depan KDS pasti macet,” pungkasnya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan dari pihak KDS. Manajer KDS, Andi Irawan tidak menjawab panggilan yang ditujukan kepadanya. Padahal, nada sambung teleponnya berbunyi. (bib)

(bw/bib/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news