Kamis, 06 May 2021
radarbanyuwangi
Home > Entertainment
icon featured
Entertainment

Festival Wayang Kulit Hadirkan Tiga Dalang

11 April 2021, 02: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

BUKA: Wabup Sugirah (kanan) menyerahkan gunungan kepada dalang dalam pagelaran wayang kulit di Desa Purwoasri, Kecamatan Tegaldlimo, Rabu malam (7/4).

BUKA: Wabup Sugirah (kanan) menyerahkan gunungan kepada dalang dalam pagelaran wayang kulit di Desa Purwoasri, Kecamatan Tegaldlimo, Rabu malam (7/4). (DINI FOR RABA)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Pagelaran wayang kulit memeriahkan Banyuwangi Festival (B-Fest) 2021. Even ini juga pengobat rindu para penikmat wayang di Banyuwangi, yang ingin menonton secara langsung dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Dalam pegelaran wayang kulit di Desa Purwoasri, Kecamatan Tegaldlimo pada Rabu malam (7/4) itu, para penonton dibuat takjub dengan kolaborasi tiga dalang yang apik dalam memainkan wayang secara bersama. Ketiga dalang itu, Ki Sanggit Abhillawa, Ki Galih Kidung Wibowo, dan Ki Edo Sabdo Carito.

Ketiga dalang tampil atraktif dengan mengusung lakon Ampak-ampak Manahilan. Cerita itu mengisahkan penyesalan raksasa yang melakukan peperangan balas dendam di hutan Manahilan dengan cara licik. Meski mengerahkan segala kekuatan, namun sang raksasa tetap kalah dengan kesatria kebenaran.

Baca juga: AWAL BULAN WAKTUNYA SERVIS MOTOR SAMBIL REBAHAN BARENG SKY

Acara itu semakin meriah dengan tampilnya pelawak Gandu Pentul, dan sinden tamu Agnes Serfozo asal Hungaria. “Pagelaran wayang kulit ini bentuk semangat seniman wayang kulit bangkit setelah pagelaran wayang terhenti akibat Covid-19,” cetus ketua panitia Festival Wayang Kulit Punjul Ismu Wardoyo.

Menurut Punjul, pagelaran wayang kulit yang kembali tampil ini bukti perjuangan teman-teman seniman wayang kulit, seperti dalang, sinden, wiyogo, dan lainnya. Mereka terus eksis meski lama libur manggung. “Seniman harus tetap berkarya,” kata seniman jebolan ISI Jogjakarta itu.

Wakil Bupati (Wabup) Banyuwangi Sugirah yang hadir mengapresiasi festival wayang kulit ini. Menurutnya, ini bentuk pelestarian seni budaya yang ada di Banyuwangi. Selain itu, pagelaran wayang kulit dapat mengedukasi kaum milenial. “Semoga dengan festival ini ada regenerasi dalang dan sinden, sehingga pagelaran seni wayang tetap bisa dinikmati,” kata Sugirah.

Menurut Wabup Sugirah, Banyuwangi tidak hanya membangun destinasi wisata. Tapi juga membangun sumber daya manusia melalui seni dan budaya. Ini supaya identitas dan kekayaan budaya Banyuwangi tidak hilang. “Kita harus nguri-nguri budoyo,” ajaknya.(kri/abi)

(bw/kri/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news