Minggu, 11 Apr 2021
radarbanyuwangi
Home > Berita Daerah
icon featured
Berita Daerah
DINAS PARIWISATA BANYUWANGI

Wisuda 40 Sinden Milenial

07 April 2021, 07: 34: 18 WIB | editor : AF. Ichsan Rasyid

GENERASI SINDEN BARU: Kepala Disbudpar Yanuar Bramuda mewisuda 40 sinden baru di halaman kantor Disbudpar Banyuwangi Senin malam (5/4). Mereka telah lulus mengikuti pelatihan selama tujuh hari.

GENERASI SINDEN BARU: Kepala Disbudpar Yanuar Bramuda mewisuda 40 sinden baru di halaman kantor Disbudpar Banyuwangi Senin malam (5/4). Mereka telah lulus mengikuti pelatihan selama tujuh hari. (RAMADA KUSUMA/RABA)

Share this          

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Kaderisasi pesinden terus berjalan. Sebanyak 40 sinden baru yang telah digembleng para seniman akhirnya menjalani wisuda di halaman kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Senin malam (5/4).  

Usia para pesinden tersebut masih belia. Mereka dinyatakan lulus mengikuti pelatihan sinden Osing dan dianggap layak untuk menjadi generasi penerus penembang lagu gandrung. Prosesi wisuda dihadiri maestro Gandrung Temuk, Holipah, Sunasih, dan Siti.

Tak sekadar diwisuda, puluhan sinden milenial tersebut juga didaulat menunjukkan kemampuannya di hadapan tamu yang hadir. Prosesi wisuda diliput lewat live streaming.

UNJUK KEBOLEHAN: Sinden asal Hongaria Agnes Serfozo saat unjuk kemampuan menyinden

UNJUK KEBOLEHAN: Sinden asal Hongaria Agnes Serfozo saat unjuk kemampuan menyinden (RAMADA KUSUMA/RABA)

Baca juga: Buka Layanan Pelunasan PBB P2 di Kecamatan

Ada yang istimewa dari jalannya wisuda sinden milenial tersebut. Sinden asal Hongaria Agnes Serfozo dan penyanyi milenial Banyuwangi Diyah Safira ikut menjadi saksi wisuda sinden.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi M. Yanuar Bramuda mengatakan, 40 sinden baru yang berhasil dicetak dalam pelatihan sinden Osing merupakan aset dan stok seni daerah.

Sebelumnya Banyuwangi sempat kesulitan menemukan generasi penerus para sinden. Setelah pelatihan tuntas, akhirnya lahir 40 sinden milenial terbaik yang dianggap mumpuni untuk turun di dunia kesenian di Banyuwangi.

Bram menyebut, Banyuwangi juga sempat kesulitan mendapatkan generasi penerus penari gandrung. Namun, berkat pergelaran Gandrung Sewu akhirnya muncul generasi baru penari gandrung. ”Para sinden milenial saat ini memiliki tantangan baru untuk bisa menunjukkan performa yang berbau kekinian. Saya berharap mereka bisa menjadi sinden yang bisa menyesuaikan dengan selera saat ini,” ujarnya.

Ketua Dewan Kesenian Blambangan (DKB) Hasan Basri menambahkan, munculnya 40 sinden baru menjadi jawaban dari kegelisahan sejumlah budayawan akan semakin menurunnya jumlah sinden di Banyuwangi. Mereka yang terpilih menjadi siden baru sudah melalui tahapan seleksi yang cukup ketat.

Para sinden muda tersebut dilatih selama dua hari di Disbudpar. Selanjutnya, mereka digembleng oleh maestro gandrung selama lima hari berturut-turut. ”Kehadiran sinden baru ini diharapkan bisa menjadikan seni tradisional di Banyuwangi tetap nyaman. Mereka adalah generasi sinden baru yang dilatih langsung para maestro sinden Banyuwangi,” kata Hasan Basri. (fre/aif/c1)

(bw/fre/ics/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news