Minggu, 11 Apr 2021
radarbanyuwangi
Home > Situbondo
icon featured
Situbondo

Kantor Yayasan Pendidikan Mirip Istana Negara di Kecamatan Arjasa

07 April 2021, 09: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

MEGAH: Beginilah bentuk kantor Yayasan pendidikan di Desa Kedungdowo, Kecamatan Arjasa yang mirip Istana Negara

MEGAH: Beginilah bentuk kantor Yayasan pendidikan di Desa Kedungdowo, Kecamatan Arjasa yang mirip Istana Negara (ANISA for JPRS)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Kreativitas pengurus salah satu yayasan pendidikan Islam di Kecamatan Arjasa ini perlu diapresiasi. Bagian depan kantor yayasan dibuat seperti istana negara 

Puluhan siswa itu baru saja berselfi ria. Mereka tampak mengabadikan gambar dari berbagai sudut. Sepertinya mereka tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu. Mumpung sedang berkunjung.

Mereka adalah siswa dari salah satu sekolah yang berkunjung di kantor Yayasan Pendidikan Islam Sunan Bonang, Desa Kedungdowo, Kecamatan Arjasa. Oleh pengurus yayasan, disebut sebagai rumah dinas. Gedung dengan diameter 17 meter itu memang kerap dikunjungi.

Baca juga: KDS Diminta Sediakan Lahan Parkir Sendiri

Hasanuddin Hs, salah satu pengurus yayasan mengatakan, pihaknya menyebutnya sebagai rumah dinas, karena jadi tempat beristirahat guru di lembaga tersebut. “Selain tempat istirhat, kami juga menggunakan sebagai tempat rapat,” jelasnya.

Tidak ada benda-benda antik di dalamnya. Tetapi, bangunan mirip istana ini memiliki beberapa filosopi. Seperti diameter bangunan dengan 17 meter bermakna jumlah rakaat salat. “Kami sengaja menciptakan nuansa keislamannya,” tambah Hasan.

Anak tangga yang berjumlah sembilan mengandung makna walisongo. Kemudian tiang bagian depannya sebanyak enam buah. Ini menggambarkan jumlah Rukun Iman. “Kami juga memasang foto-foto tokoh,” jelasnya.

Dia juga menyampaikan, siapa saja bisa berkunjung. Pihaknya tidak membatasi orang luar yang mau datang. Selama tujuannya baik, pasti dilayani. “Dibuka untuk umum. Silahkan datang, baik secara formal maupun non formal,” imbuh Hasan.

Gedung tersebut mulai dibangun tahun 2019 lalu. Hasan mengaku, pendiriannya melibatkan masyarakat sekitar. Banyak yang menyumbang secara sukarela. “Bisa berdiri seperti ini karena kekompakan masyarakat,” tambahnya.

Hasan menerangkan, bangunan dibuat sebagai sarana edukasi masyarakat. Setidaknya, mereka bisa menyaksikan secara langsung bentuk istana negara dari dekat. “Kami melibatkan siswa untuk merawatnya. Seperti membersihkan gedung,” pungkasnya.

(bw/bib/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news