Minggu, 11 Apr 2021
radarbanyuwangi
Home > Travelling
icon featured
Travelling

Tiga Hari Dibuka, Kunjungan Wisman ke Ijen Masih Sepi

06 April 2021, 20: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

DATANG: Wisatawan asing berkunjung ke Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Ijen Banyuwangi Minggu lalu (4/4).

DATANG: Wisatawan asing berkunjung ke Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Ijen Banyuwangi Minggu lalu (4/4). (BKSDA LICIN FOR RABA)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Izin untuk para wisatawan mancanegara (wisman) untuk bisa kembali menikmati keindahan Kawah Ijen sudah dikeluarkan BKSDA Jatim sejak Jumat lalu (3/4). Namun sampai tiga hari setelahnya, belum banyak wisman yang menyerbu Kawah yang terkenal dengan blue fire-nya itu.

Hingga kemarin (5/4), BKSDA mencatat baru ada empat orang wisman yang datang ke Kawah Gunung Ijen. Satu orang datang pada hari Jumat, kemudian dua orang datang pada hari Sabtu, dan satu orang lagi datang pada hari Minggu. Padahal, tiga hari ini juga menjadi libur long weekend yang dimanfaatkan beberapa wisatawan untuk bepergian. ”Kita belum tahu penyebabnya kenapa masih belum banyak wisatawan mancanegara yang datang. Karena sekarang sudah menggunakan sistem booking. Bisa jadi kuotanya sudah penuh oleh wisatawan lain yang sudah booking lebih dulu,” kata Kasi Konservasi BKSDA Banyuwangi Purwantono.

Padahal, kata Purwantono, sebelum kebijakan dibukanya kembali Gunung Ijen bagi wisman, ada banyak warga asing yang aktif bertanya, kapan mereka bisa kembali diperbolehkan mengunjungi Kawah Ijen. Pemberitahuan melalui media sosial, website resmi, hingga media pun sudah tersebar. ”Kita tunggu waktu-waktu ke depan, kemungkinan jumlahnya bisa meningkat. Karena wisatawan yang ada ini mereka yang bekerja di Indonesia, atau tidak pulang ke negara asalnya selama pandemi,” jelasnya.

Baca juga: UMM Kembangkan RS Darurat Penanganan Covid-19

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi M. Yanuarto Bramuda menambahkan, ada sekitar 500 wisatawan asing yang kerap berkunjung ke Banyuwangi selama pandemi. Mereka rata-rata adalah ekspatriat yang bekerja di Indonesia atau wisman yang tak bisa kembali ke negara asal. Karena jumlah mereka tidak banyak, Bram mengaku tak bisa memberikan target banyak pasca dibukanya kembali Gunung Ijen untuk warga asing.

Ditambah lagi direct flight atau penerbangan langsung antarnegara masih ditutup. Yang bisa dilakukan, kata Bram, sementara ini adalah membuat wisatawan yang datang bisa tinggal selama mungkin di Banyuwangi sehingga bisa memulihkan ekonomi dari bidang pariwisata. ”Sudah banyak yang tanya sebenarnya tentang dibukanya Gunung Ijen, terutama dari dubes (duta besar) yang sedang berkunjung di Banyuwangi,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, para wisatawan mancanegara kini sudah kembali diperbolehkan masuk dan mendaki ke Kawah Gunung Ijen. Aturan tersebut dikeluarkan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur melalui Surat Edaran nomor 475/K2/BIDTEK.1/KSA/3/2021 tentang pembukaan TWA Ijen pada kondisi new normal untuk wisatawan asing.

(bw/fre/rbs/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news