Minggu, 11 Apr 2021
radarbanyuwangi
Home > Banyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Paus Terdampar Mati, Dikubur di Tepi Pantai

05 April 2021, 20: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

DITARIK KATROL: Warga Desa Bangsring membantu evakuasi bangkai ikan paus Orca yang mati di tepi Pantai Bangsring sejak Jumat sore (2/4).

DITARIK KATROL: Warga Desa Bangsring membantu evakuasi bangkai ikan paus Orca yang mati di tepi Pantai Bangsring sejak Jumat sore (2/4). (FREDY RIZKI/RaBa)

Share this          

RadarBanyuwangi.id - Seekor paus jenis Orca terdampar di Selat Bali, Sabtu kemarin (3/4). Ikan paus berukuran lumayan besar itu tampak kebingungan di perairan dangkal Pesisir Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi.

Kejadian yang diduga hilang arah navigasi yang menimpa mamalia laut itu diketahui pertama kali oleh nelayan setempat. Kemudian, pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengirim tim Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) untuk menangani paus tersebut. ‘’Kami telah menugaskan tim di lapangan ke kawasan Pesisir Bangsring, Banyuwangi. Petugas BPSPL melakukan penenangan paus jenis Orca yang terdampar di sana,’’ ujar Kepala BPSPL Denpasar, Permana Yudiarso.

Bangkai paus Orca di pantai Bangsring

Baca juga: Napi yang Satu Kamar dengan Yunus Langsung Diisolasi

mengalami pembusukan. Minggu kemarin (4/4) warga disaksikan petugas dari Satpolair, Koramil Wongsorejo, BKSDA, BPSPL, dan tokoh masyarakat setempat mengubur bangkai ikan seberat 6,1 ton tersebut di pinggir laut.

Sejak pagi, warga sekitar Bangsring mendekati petugas yang sedang melakukan penguburan. Sambil menonton, mereka menutupi hidung karena aroma bau busuk sudah mulai menyeruak ke udara. Proses penguburan tak bisa dilakukan secara langsung. Warga harus memotong beberapa bagian tubuh ikan sejak Sabtu (3/4) malam.

Ekor, sirip, dan jeroan ikan dikuburkan terpisah agar lebih praktis. Minggu siang (4/4), tubuh ikan ditarik menggunakan katrol ke area pantai yang sudah disiapkan untuk dijadikan kuburan ikan paus. Pukul 13,00 bangkai ikan berukuran besar itu bisa masuk ke lokasi yang ditentukan. "Sebenarnya akan kita kubur Sabtu kemarin, tapi terlalu berat sehingga harus dipotong-potong dulu. Kita gunakan katrol dengan beban 10 ton,’’ kata Permana Yudiarso.

Kasi Konservasi BKSDA Wilayah V Banyuwangi Purwantono menambahkan, setelah diambil sampel untuk melihat penyebab kematian paus, barulah bangkainya dikuburkan. Itu dilakukan untuk mengantisipasi dampak lingkungan yang tidak diinginkan seperti bau menyengat yang bisa mengganggu masyarakat. "Protokolnya dikubur seperti ini, nanti kita akan buat laporan ke pusat," ujarnya.

Kejadian terdamparnya paus Orca di Selat Bali adalah yang pertama kalinya. Karena kondisinya sudah mati, petugas hanya bisa mencari penyebab dari sampel organ tubuh yang sudah diambil. "Apa karena cuaca, sedang sakit, atau karena kerusakan sonar, kita masih belum bisa pastikan. Nelayan juga sudah mencoba menggiring ke tengah, ternyata tetap ke pinggir. Ini yang harus kita teliti," kata Purwantono. 

(bw/fre/aif/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news