Minggu, 11 Apr 2021
radarbanyuwangi
Home > Banyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Personel Polresta Banyuwangi Dilatih Beladiri

05 April 2021, 14: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

DILATIH: Sejumlah personel Polresta Banyuwangi dilatih bela diri di halaman Polresta Banyuwangi, kemarin (4/4).

DILATIH: Sejumlah personel Polresta Banyuwangi dilatih bela diri di halaman Polresta Banyuwangi, kemarin (4/4). (BAGUS RIO/RABA)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Untuk mengantisipasi adanya aksi terorisme dan meningkatkan kemampuan para personel dalam menjalankan tugas di tengah Pandemi Covid-19,  menggelar latihan bela diri di halaman Polresta Banyuwangi, kemarin (4/4). Kemampuan bela diri sangat penting menciptakan situasi aman dan kondusif.

Pelatihan itu bukan hanya diikuti personel jajaran Polresta Banyuwangi, melainkan juga diikuti personel polsek jajaran. Dengan mengenakan seragam bela diri, mereka saling adu kemampuan antar anggota satu sama lain. ”Pelatihan ini untuk meningkatkan kemampuan para anggota, juga menjaga kesehatan fisik para anggota,” ujar Kapolresta Banyuwangi, Kombespol Arman Asmara Syarifuddin melalui Kabag Humas, Iptu Lita Kurniawan.

Menurut Lita, kemampuan bela diri para personel Polri itu memang wajib. Bela diri Polri sendiri merupakan berbagai perpaduan berbagai bela diri. ”Kita menyesuaikan kebutuhan para personel, agar saat menjalankan tugas bisa melaksanakan dengan baik,” kata Lita.

Baca juga: Menaker RI Kagum Produk Olahan Peserta Pelatihan

Pelatihan ini, jelas Lita, difokuskan ke pelatihan bela diri Polri. Para personel biasanya memang sudah memiliki teknik dasar berupa silat, judo, taekwondo, jiu jitsu, dan aliran bela diri lainnya. Sebab selain dituntut mampu menggunakan senjata api, mereka juga wajib mampu melumpuhkan musuh dengan tangan kosong dan borgol. ”Personel memang wajib memiliki teknik dasar melumpuhkan musuh,” terangnya.

Dengan bekal bela diri ini, para personel juga diminta untuk tidak menyala hugunakan. Mereka hanya diperbolehkan menggunakan ketika berhadapan dengan para pelaku kejahatan dan pengganggu keamanan. “Kemampuan ini bukan untuk disalahgunakan, apalagi untuk melakukan tindakan semena-mena kepada siapa,” ungkapnya.

Lita menambahkan, peningkatan kemampuan ini juga bertujuan mengantisipasi aksi terorisme. Sehingga, para personel ketika ada aksi terorisme terjadi di wilayahnya bisa bertindak cepat dan tepat. “Kita ingin mewujudkan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat,” pungkasnya. 

(bw/rio/ics/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news