Minggu, 11 Apr 2021
radarbanyuwangi
Home > Kolom
icon featured
Kolom

Tren Hobi di Musim Pandemi

Oleh: Rahma Maulida*

04 April 2021, 19: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Tren Hobi di Musim Pandemi

Share this          

MASA pandemi Covid-19 memaksa setiap orang untuk tinggal di rumah demi memutus mata rantai penyebaran virus. Kondisi ini tidak serta merta membuat kita menjadi tidak produktif. Beragam aktivitas bisa dilakukan, khususnya yang bisa menopang kebutuhan pangan rumah tangga serta membuat hidup kita lebih produktif.

Salah satu yang bisa dilakukan adalah berkebun sayuran organik atau bisa juga menanam tanaman-tanaman hias di pekarangan rumah sehingga dapat menghasilkan manfaat serta peluang untuk berbisnis. Selain itu, kita juga dapat melakukan olahraga ringan seperti bersepeda di lingkungan rumah, lari pagi, atau jalan-jalan santai untuk tetap mempertahankan imun tubuh kita.

Dalam situasi seperti ini kita tetap harus lebih semangat dan berpikir kreatif agar bisa menjalankan aktivitas seperti biasanya. Misalnya, yang dilakukan oleh Puji Nur Asiah, beliau memang suka tanaman sebelum Covid-19 melanda di Indonesia. Bukan hanya tanaman hias saja melainkan ada sayur-sayuran organik seperti, kangkung, cabai, bayam, dan lain-lain. Tanaman hias tersebut pun bukan hanya untuk diletakkan di luar rumah saja tetapi ada juga yang dibuat estetik dan lebih instagrammable, sehingga banyak juga yang sudah menjadikannya sebagai bagian dari desain interior di dalam rumah.

Baca juga: Prestasi Siswa Tidak Mengenal Pandemi

Kondisi ini tentu saja menjadi peluang yang cukup menjanjikan bagi yang ingin menjalankan bisnis tanaman hias. Apalagi untuk memulainya tidak dibutuhkan modal yang terlalu besar dan bisnis ini juga bisa dijalankan oleh pelajar, ibu rumah tangga, maupun pekerja kantoran. Namun yang harus dipastikan bahwa ketika hendak memulai bisnis ini, si pelaku usaha harus memiliki hobi atau kecintaan terhadap tanaman hias.

Ibu Puji sendiri mengaku saat pertama kali memulai kegiatan ini, modal yang dikeluarkannya sangat minim dan didapatkan dari menyisihkan uang belanja setiap harinya. ”Saya memang hobi merawat dan menanam tanaman hias maupun sayuran. Sebagai ibu rumah tangga tentu kita enggak ada uang untuk memulai bisnis yang langsung besar untuk beli tanaman hias. Jadi saya sisihkan seperempat dari uang belanja,” ujarnya.

Setelah terkumpul sekitar Rp150.000 dia lantas mulai memberanikan diri untuk mulai menyetok pot dan tanaman yang saat itu sudah nge-tren di lingkungan rumahnya. Selain itu, untuk tanaman hias, dia memulai dari tanaman sukulen kecil yang dibeli dari petani. Sekitar dua minggu kemudian banyak orang yang mencari macam-macam tanaman hias di rumah Ibu Puji, hal tersebut sangat membantu menambah penghasilan Ibu Puji walaupun tidak terlalu banyak. ”Bisnis tanaman hias harus dilandasi dengan hobi jangan gara-gara hits lalu dadakan mulai bisnis. Jangan sampai karena tidak mengerti mengenai tanaman hias, sudah membeli dan menyetok lalu tanaman tersebut malah mati,” ujarnya.

Sementara itu, Ibu Puji juga mengatakan bahwa setiap tanaman hias memiliki perawatannya masing-masing sehingga pemilik usaha atau kebun tanaman hias perlu memiliki pengetahuan mengenai hal tersebut. Selain berguna untuk usahanya juga dapat menjadi nilai tambah karena mampu memberikan informasi mengenai tanaman hias tersebut kepada para pembeli. Apalagi saat ini masyarakat juga lebih senang dengan berbagai jenis tanaman yang mudah dirawat sehingga bisa bertahan lebih lama.

Selain bisnis tanaman hias dan tanaman organik, sekarang juga lagi marak-maraknya hobi baru yaitu, bersepeda. Pandemi Covid-19 ini menyadarkan banyak orang tentang pentingnya berolahraga untuk menjaga tubuh agar tetap sehat dan imunitas tubuh tetap terjaga dengan baik. Sebab, virus korona diketahui rentan menyerang seseorang yang tak memiliki imunitas tubuh yang kuat. Untuk menerapkan gaya hidup sehat, masyarakat banyak memilih bersepeda sebagai alternatif untuk berolahraga.

Olahraga bersepeda tak hanya menyenangkan, namun juga menyehatkan bagi tubuh kita. Kini bersepeda menjadi tren di kalangan perkotaan yang biasanya dilakukan setiap hari minggu pagi. Seperti contohnya di Kota Genteng, Banyuwangi, tepatnya di RTH Maron. Setiap minggu pagi banyak sekali warga yang olahraga di sana, bukan hanya orang-orang dewasa tetapi banyak juga anak-anak yang ingin bermain-main di sana. Selain olahraga bersepeda ada juga yang bermain badminton, jogging, sepak bola, dan banyak juga yang menyempatkan untuk berkumpul dengan rekan-rekannya.           

Tak hanya sekadar hobi, ternyata olahraga bersepeda maupun yang lainnya memiliki banyak manfaat. Selain bermanfaat mengurangi polusi kendaraan bermotor, bersepeda juga sangat baik untuk menjaga kesehatan agar terhindar dari serangan penyakit degeneratif yang berbahaya seperti diabetes mellitus. Bersepeda dapat menjadi olahraga pilihan bagi penderita diabetes. Dengan bersepeda, kalori dalam bentuk karbohidrat, protein, dan lemak akan terbakar. Hasilnya kadar gula dalam darah yang berasal dari karbohidrat dapat ditekan.

Bersepeda juga dapat menjadi pilihan untuk menurunkan bobot tubuh. Bersepeda dengan kecepatan sekitar 16 km/jam dapat membakar 260 kalori per jam. Hal ini menunjukkan bahwa bersepeda memang efektif dalam membantu menurunkan berat badan. Tetapi jangan terlalu berat. Sebab lemak terbakar saat tubuh bergerak pelan secara terus menerus di atas 30 menit.

Manfaat lainnya yaitu dapat mencegah penyakit jantung dan kardiovaskuler. Jantung merupakan organ terpenting untuk terciptanya kehidupan yang sehat, akan tetapi jantung bisa rusak jika memiliki gaya hidup yang tidak aktif. Bersepeda merupakan bentuk latihan yang sangat ideal agar jantung lebih kuat karena berkurangnya stres pada jantung.

Selain itu semua faktor risiko yang menyebabkan serangan jantung berkurang dan dengan bersepeda secara teratur dapat mengurangi kemungkinan terkena serangan jantung sebanyak lebih dari 50 persen. Bersepeda santai selama 45–60 menit, setiap tiga sampai enam kali sepekan bisa menjadi pilihan. Selain itu harus tetap disertai pola makan yang sehat.

Untuk itu kita sebagai manusia harus tetap melakukan aktivitas dan saling menjaga satu sama yang lain serta berusaha bangkit dari pandemi ini supaya Covid-19 ini cepat hilang dari Indonesia maupun negara-negara lainnya. Oleh karena itu, ketika kita bepergian maupun di tempat ramai harus tetap mematuhi protokol kesehatan, yaitu dengan menerapkan 5M, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak minimal satu meter, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi. Serta tetap menerapkan pola hidup yang sehat. (*)

*) Siswa kelas XII MAN 2 Banyuwangi.

(bw/*/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news