Minggu, 11 Apr 2021
radarbanyuwangi
Home > Banyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Kakek 75 Tahun Ditemukan Meninggal Menggantung di Pohon Sirsak

02 April 2021, 18: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

POHON SIRSAK: Warga bersama petugas Koramil Giri dan Polsek Giri mengevakuasi jenazah Sunaryo, 75, warga Dusun Delik II, Desa Jambesari, Kecamatan Giri, Banyuwangi.

POHON SIRSAK: Warga bersama petugas Koramil Giri dan Polsek Giri mengevakuasi jenazah Sunaryo, 75, warga Dusun Delik II, Desa Jambesari, Kecamatan Giri, Banyuwangi. (POLSEK GIRI FOR RABA)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Warga RT 01, RW 02, Dusun Delik II, Desa Jambesari, Kecamatan Giri, Banyuwangi, digegerkan dengan temuan warga tewas menggantung pagi kemarin (31/3). Korban bernama Sunaryo yang sudah berusia 75 tahun. Jenazah korban ditemukan dengan posisi tergantung di sebelah rumahnya. Sejak malam, kakek tersebut dilaporkan tak terlihat di sekitar rumahnya.

Kepala Dusun Delik II Ali Mansur menceritakan, Sunaryo sebenarnya tinggal berdua bersama istrinya. Namun sejak 15 hari lalu, istrinya pergi ke rumah keluarganya di wilayah Kecamatan Kalipuro. Pada Selasa malam lalu (30/3), pihak keluarga sempat mencari Sunaryo karena kakek tersebut tak terlihat sama sekali. Kondisi rumah pun terkunci dari dalam. Pihak keluarga sempat mengira Sunaryo tidur di dalam rumah dan tidak mendengar ketika anaknya mencarinya.

Baru pagi kemarin sekitar pukul 06.30, cucu Sunaryo yaitu Suhartono, 17, datang ke rumah kakeknya. Dia diperintah untuk mengantarkan makanan. Suhartono sempat mengetuk pintu rumah Sunaryo, namun tak ada sahutan. Suhartono kemudian mengelilingi sekitar rumah Sunaryo dan mendapati kakeknya sudah tergantung di pohon sirsak. Leher kakeknya itu menggantung dengan sarung yang dikaitkan ke dahan pohon. ”Saya kemudian menghubungi petugas Polsek Giri. Setelah itu datang petugas dari polsek dan puskesmas. Korban sendiri dimakamkan sekitar jam 11 tadi,” kata Mansur.

Baca juga: Pilkades Delapan Desa Digelar Agustus

Kapolsek Giri AKP Ali Ashari menambahkan, tidak ada unsur kekerasan dalam kematian Sunaryo. Korban murni gantung diri diduga karena merasa depresi dengan penyakit yang dideritanya. Dari keterangan keluarga, korban selama ini menderita sakit menahun yang tak kunjung sembuh. ”Keluarga korban menolak otopsi, jadi tadi langsung dimakamkan setelah dimandikan oleh pihak keluarga,” tegasnya.

Babinsa Jambesari Sertu Jami’i menambahkan, korban sebelumnya memang menderita penyakit asam lambung menahun yang tidak kunjung sembuh. Selama ini pengobatan hanya dilakukan di puskesmas saja, sehingga kerap kambuh. ”Sejak semalam dicari keluarganya, tiba-tiba ditemukan tergantung di atas pohon setinggi tiga meter,” pungkasnya. 

(bw/fre/rbs/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news