Minggu, 11 Apr 2021
radarbanyuwangi
Home > Features
icon featured
Features
Keseruan Lomba di Lapas Banyuwangi

Pemenang Dapat Hadiah Peralatan Mandi, Sabun Cuci, dan Mi Instan

28 Maret 2021, 10: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

BISA HILANGKAN STRES: Sejumlah napi mengikuti lomba tenis meja di halaman Lapas Kelas IIA Banyuwangi kemarin (26/3).

BISA HILANGKAN STRES: Sejumlah napi mengikuti lomba tenis meja di halaman Lapas Kelas IIA Banyuwangi kemarin (26/3). (BAGUS RIO/RABA)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Selama pandemi Covid-19, kegiatan perlombaan termasuk lomba antar-narapidana (napi) memang jarang digelar. Namun kali ini, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi mengadakan lomba antarwarga binaan untuk memperingati HUT ke-57 Bhakti Pemasyarakatan.

Keheningan Lapas Kelas IIA Banyuwangi pecah siang kemarin. Teriakan keras para napi terdengar sampai di luar tembok penjara yang beralamat di Jalan Letkol Istiqlah tersebut. Mereka bersorak hingga saling ejek satu sama lain.

Bagi yang di luar, pasti jadi penasaran ketika mendengar teriakan para napi tersebut. Untuk menjawab rasa penasaran, wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi berusaha masuk melalui pintu besi yang mengurung para napi.

Baca juga: Festival Mentari Selamatkan Ekosistem Alam dari Hulu hingga Hilir

Sebelum masuk ke lapas, petugas dengan sigap mengecek seluruh tubuh dan barang bawaan. Itu dilakukan untuk memastikan tidak ada benda berbahaya yang dimasukkan dalam lapas. Setelah dipastikan steril, barulah diperbolehkan masuk hingga ke kompleks lapas.

Keriuhan langsung terasa saat memasuki kompleks lapas. Sejumlah napi dan tahanan saling bersorak mendukung dua warga binaan yang bertanding olahraga tenis meja di halaman lapas. ”Ayo-ayo, ayo-ayo,” sorak para warga binaan menyemangati teman-temannya.

Pertandingan babak semifinal tersebut diikuti 16 peserta yang telah lolos di babak penyisihan. Skema pertandingan satu lawan satu. Mereka diwajibkan beradu keahlian bermain tenis meja. ”Peserta yang kalah langsung digantikan dengan peserta lainnya,” ujar Kalapas Banyuwangi Wahyu Indarto.

Jalannya lomba berlangsung meriah. Di saat salah satu peserta kalah, sejumlah warga binaan yang menyaksikan langsung menyoraki. Sedangkan peserta yang menang sempat mengejek para napi lain. Meski saling ejek, tak sampai terjadi gesekan  di antara mereka. Mereka malah saling memberikan semangat dan menganggap semuanya saudara.

Sebetulnya ada banyak perlombaan yang digelar untuk para napi. Mulai bola voli, cerdas cermat, dan perlombaan lain. Dari sekian pertandingan, yang paling seru adalah tenis meja. ”Yang paling ramai ditonton tenis meja. Bola voli tak begitu seru karena hanya diikuti napi perempuan,” kata Wahyu.

Aneka perlombaan tersebut sengaja digelar untuk memeriahkan HUT ke-57 Bhakti Pemasyarakatan. Selain itu, untuk memupuk rasa persaudaraan dan pertemanan di antara sesama warga binaan. “Lomba kita gelar agar sesame warga binaan bisa saling akrab. Mereka bisa meminimalisasi terjadinya konflik maupun gesekan di antara sesama tahanan maupun napi,” ungkapnya.

Meskipun digelar di dalam kompleks tahanan, panitia tetap memberikan hadiah bagi para pemenang. Hadiah yang diberikan tergolong unik, yakni berupa peralatan mandi, sabun cuci, dan mi instan.

Para napi ternyata tidak berharap banyak dengan hadiah yang diraih. Mereka malah lebih fokus ke pelaksanaan lomba. Selama pandemi mereka jarang mengikuti lomba. ”Jika tidak ada kegiatan mereka tambah stres, hari-harinya dihabiskan di kamar,” ujar Irik, salah satu napi kasus narkoba.

Bagi Irik dan kawan-kawan, lomba tersebut cukup menghibur sekaligus menjadi pengobat kejenuhan selama tinggal di penjara. ”Seru banget, meski akhirnya harus kalah. Meskipun kalah, tetap semangat,” kata Irik.

(bw/rio/aif/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news