Minggu, 11 Apr 2021
radarbanyuwangi
Home > Banyuwangi
icon featured
Banyuwangi

PCNU Apresiasi Pencabutan Aturan soal Investasi Miras

04 Maret 2021, 14: 35: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

TOLAK INVESTASI MIRAS: Pengurus PCNU Banyuwangi membacakan pernyataan sikap terkait legalisasi miras sebelum Presiden Joko Widodo mencabut lampiran Perpres Nomor 10 Tahun 2021 kemarin (2/3).

TOLAK INVESTASI MIRAS: Pengurus PCNU Banyuwangi membacakan pernyataan sikap terkait legalisasi miras sebelum Presiden Joko Widodo mencabut lampiran Perpres Nomor 10 Tahun 2021 kemarin (2/3). (DEDY JUMHARDIYANTO/RABA)

Share this          

BANYUWANGI – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi mengapresiasi kebijakan Presiden RI Joko Widodo yang telah mencabut lampiran Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal.

Pernyataan itu dilontarkan Ketua PCNU Banyuwangi Moh. Ali Makki usai musyawarah membahas pernyataan sikap terhadap Perpres Nomor 10 Tahun 2021 di kantor PCNU Banyuwangi, Selasa  siang (2/3).

”Kami baru saja selesai musyawarah dan memberikan pernyataan sikap terkait lampiran Perpres tersebut,” tegas Gus Makki, panggilan akrabnya.

Baca juga: Habisi Nyawa Tetangga, Arifin Divonis Sembilan Tahun

Satu jam usai memberikan pernyataan penolakan legalisasi minuam keras, muncul berita jika Presiden Joko Widodo telah mencabut lampiran Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal. Mendengar keterangan Presiden dalam video yang beredar dari Biro Pers Media dan Informasi Istana tersebut, PCNU justru mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo,

”Kami mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Presiden yang telah mencabut item yang ada dalam perpres tersebut. Berarti Presiden peka terhadap suara-suara dari bawah,” kata Gus Makki.

Menurut Gus Makki kebijakan pencabutan isi lampiran dalam Perpres tersebut sudah tepat. Investasi tidak hanya mempertimbangkan untung rugi. Tapi wajib memikirkan dampak yang ditimbulkan, seperti digambarkan dalam lagu Indonesia Raya.

”Jika pada lagu Indonesia Raya berbunyi bangunlah jiwanya bagunlah badannya, mestinya pertimbangan moral harus dipertimbangkan ketimbang pertimbangan fisik,” ujar pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Hidayah, Dusun Rayud, Desa Parijatah Kulon, Srono ini.

Sebelum keluar pernyataan pencabutan dari Presiden Joko Widodo, PCNU telah menggelar musyawarah bersama dengan pengurus harian PCNU yang diselenggaran di Aula PCNU Selasa pagi (2/3). PCNU  menyatakan sikap penolakan terhadap isi lampiran Perpres Nomor 10 Tahun 2021 yang menyatakan/menyebutkan wilayah yang diperbolehkan investasi minuman keras atau minuman beralkohol di Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Utara (Sulut), hingga Papua, disesuaikan budaya dan kearifan setempat. ”Ini berarti sama saja menjustifikasi daerah-daerah tersebut telah memiliki budaya minuman keras/ beralkohol,” tegas Katib Syuriyah PCNU Banyuwangi Kiai Sunandi Zubaidi.

Dalam kaidah fikih, lanjut pengasuh Pondok Pesantren Al Kalam, Badean ini, mencegah mafsadah lebih dikedepankan daripada mendatangkan maslahat. ”Tasharruful imam ’alar ra’iyyah manuthun bil maslahah (kebijakan pemimpin harus didasarkan pada kemaslahatan rakyat),” jelas Kiai Sunandi.

Apalagi, lanjut dia, Banyuwangi juga sangat berdekatan wilayahnya dengan Bali dan peredaran minuman keras/beralkohol di kalangan pemuda khususnya di Banyuwangi sudah semakin tidak terkendali. ”Kami telah berkomunikasi dengan seluruh tokoh agama di Banyuwangi, bahwa tidak ada satu pun agama yang menghalalkan minuman keras,” tegasnya.

Atas pertimbangan itu, PCNU Banyuwangi menyatakan menolak segala bentuk kebijakan yang mengarah kepada legalisasi minuman keras dan/atau minuman beralkohol yang sudah secara jelas diharamkan oleh agama dan menimbulkan kemudaratan bagi anak bangsa. PCNU Banyuwangi juga mendorong pemerintah agar dalam memperkuat investasi ekonomi tidak menegasikan potensi kerugian dan/atau disinsentif pada pembangunan sumber daya manusia yang berketuhanan.

Rapat yang diselenggarakan di Aula PCNU Banyuwangi kemarin dihadiri seluruh pengurus harian cabang NU Banyuwangi, pimpinan cabang gerakan pemuda Ansor, Banser, Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU), dan Aswaja NU Center Banyuwangi. (ddy/aif/c1)

(bw/ddy/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news