Jumat, 05 Mar 2021
radarbanyuwangi
Home > Banyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Tersangkut Bebatuan, Tubuh Andi Mengapung di Pinggir Sungai

Korban Hanyut di Sungai Bagong Ditemukan

23 Februari 2021, 14: 45: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

EVAKUASI: Warga bersama tim Basarnas, BPBD, dan Polsek mengevakuasi tubuh Andi yang ditemukan di Sungai Sobo dini hari kemarin (22/2).

EVAKUASI: Warga bersama tim Basarnas, BPBD, dan Polsek mengevakuasi tubuh Andi yang ditemukan di Sungai Sobo dini hari kemarin (22/2). (Polsek Banyuwangi For RaBa)

Share this          

BANYUWANGI Isak tangis pasangan suami istri (pasutri) Mochammad Kahfi dan Dewi memecah keheningan malam di sekitar Sungai Bagong, Senin dini hari kemarin (22/2). Harapan pasutri asal Kelurahan Sumberejo, Kecamatan Banyuwangi agar anaknya selamat akhirnya pupus. Mohammad Andik Pratama yang hilang terseret arus Sungai Bagong ditemukan dalam kondisi meninggal.

Jasad remaja berusia 17 tahun (sebelumnya diberitakan 10 tahun, Red) itu ditemukan di sungai, area persawahan Kelurahan Sobo, Kecamatan Banyuwangi, pukul 00.00. Korban yang masih duduk di bangku sekolah kelas II MTs At-Taufiq itu, ditemukan sejauh 1,5 kilometer dari lokasi hanyut di Sungai Bagong. 

Kapolsek Banyuwangi AKP Kusmin mengatakan, korban ditemukan oleh warga yang sedang melakukan pencarian. Korban ditemukan dalam kondisi mengapung di pinggir sungai. ”Korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal,” jelasnya.

Korban ditemukan pertama kali oleh warga sekitar pukul 00.00 yang saat itu tengah membantu proses pencarian. Korban yang tersangkut bebatuan itu langsung dievakuasi oleh warga. ”Proses pencarian dilakukan sejak adanya kabar korban terseret arus sungai. Warga berinisiatif melakukan pencarian dengan menyisir sungai,” kata Kusmin.

Selama penyisiran, warga menggunakan peralatan seadanya. Mulai dari senter hingga ban untuk menyisir sungai. ”Sebagian warga ada yang menyisir sungai dengan ban,” jelas Kusmin.

Selama pencarian, warga juga dibantu Tim Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, dan organisasi RAPI. Mereka ikut menyisir sepanjang sungai. ”Sekitar pukul 23.00, sebagian warga memilih untuk menunggu kabar di atas jembatan Sungai Bagong, sebagian warga lainnya masih melakukan penyisiran,” terang Kusmin.

Sampai akhirnya warga menemukan korban sejauh 1,5 kilometer dari TKP. Warga langsung berkoordinasi dengan tim pencarian dan petugas lainnya untuk dilakukan evakuasi. ”Proses evakuasi cukup sulit, karena banyak bebatuan dan arus sungai cukup  deras,” ungkapnya.

Karena lokasi penemuannya cukup jauh, imbuh Kusmin, jenazah korban langsung dibawa menggunakan ambulans ke rumah duka. Keluarga yang sudah menunggu di rumah langsung menyambut dengan isak tangis. Dari hasil visum, korban mengalami luka di sejumlah tubuh. Luka tersebut diduga kuat akibat benturan dengan bebatuan saat terseret arus sungai. ”Tidak ada tanda-tanda kekerasan. Keluarga juga menolak dilakukan otopsi dan meminta untuk langsung dimakamkan,” jelasnya.

Dari hasil keterangan warga setempat, korban ternyata bersama seorang temannya bernama Khoirul Anam, 11, yang juga warga setempat. Anam berhasil selamat setelah berenang ke pinggir sungai. ”Korban sempat hendak ditolong seorang bernama Zaka Satria, 15, yang saat itu berada di pinggir Sungai Bagong. Karena arus sungai cukup deras, Zaka tidak berhasil menyelamatkan korban,” pungkas Kusmin.

Warga Kelurahan Sumberejo, digegerkan dengan adanya anak tenggelam di Sungai Bagong, Minggu sore (21/2). Korban adalah anak dari pasangan suami istri (pasutri) Mochamad Kahfi dan Dewi. Korban sebelumnya mandi di Sungai Bagong bersama temannya pukul 14.30. Saat itu korban bersama teman-temannya mencari kelapa yang hanyut. (rio/aif/c1)

(bw/rio/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news