Jumat, 05 Mar 2021
radarbanyuwangi
Home > Edukasi
icon featured
Edukasi

Alhamdulillah, Siswa Kelas 1, 2, dan 3 SD Mulai Masuk Sekolah

23 Februari 2021, 14: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

HARI PERTAMA MASUK: Begitu memasuki halaman sekolah, siswa-siswi SDN 2 Karangrejo dicek suhu tubuhnya oleh guru sekolah di pintu gerbang.

HARI PERTAMA MASUK: Begitu memasuki halaman sekolah, siswa-siswi SDN 2 Karangrejo dicek suhu tubuhnya oleh guru sekolah di pintu gerbang. (RAMADA KUSUMA/RaBa)

Share this          

BANYUWANGI – Mata para siswa kelas 1 SDN 2 Karangrejo tampak sayu saat memulai pembelajaran tatap muka (PTM) kemarin pagi (22/2). Hari itu adalah hari pertama masuk sekolah sejak tahun ajaran baru 2020. Mereka belum pernah bertemu guru maupun siswa lainnya karena baru kali ini masuk sekolah. 

Siswa kelas 1, 2, dan 3 dari 78 SD se- Kabupaten Banyuwangi kemarin memang memulai PTM. Anak-anak tersebut menyusul kakak kelasnya, yaitu kelas 4, 5, dan 6 yang lebih dulu melaksanakan PTM sebulan lalu.

Kepala SDN 2 Karangrejo Sri Wahyuning mengatakan, hanya 30 persen siswa kelas kecil (1, 2, dan 3) yang masuk. Sama seperti kuota untuk kelas 4, 5, dan 6. Dalam satu kelas hanya diisi 12 siswa. Sri menjelaskan, agar semua siswa bisa merasakan PTM, mereka yang masuk dibagi dalam tiga siklus.

(Grafis: Reza/RaBa)

Dalam seminggu, siswa bisa merasakan belajar di kelas sebanyak dua kali. ”Tetap kita atur jarak antarsiswa. Anak-anak kita periksa kelengkapan seperti masker dan hand sanitizer, semuanya membawa. Kalau yang hand sanitizer-nya habis bisa isi ulang di sekolah,” imbuhnya.

Selama ini siswa kelas 1 hanya mengenal teman-temanya dari media daring. Banyak yang belum mengenal teman sekelasnya. Ada beberapa siswa yang sempat mengikuti pembelajaran dengan sistem guru keliling (guling), tapi jumlahnya terbatas. ”Kita atur jam masuk sekolah. Kelas 1 masuk pukul 06.50, kelas 2 pukul 06.55, kelas 3 masuk pukul 07.00, pulangnya juga ditata, tidak berbarengan,” kata Sri.

PTM perdana untuk siswa kelas 1, 2, dan 3 kemarin juga berlaku di SDN Kampung Mandar. Banyak siswa yang terlihat harus menyesuaikan diri ketika kembali ke sekolah. Ada yang pakaian dan sepatunya mulai tampak kekecilan karena setahun tak digunakan. Ada juga yang baru menyadari jika matanya minus setelah masuk ke sekolah.

Plt Kepala SDN Kampung Mandar Diana mengatakan, hari pertama masuk kelas, guru lebih dulu melakukan pemetaan kepada para siswa, terutama siswa kelas 1. Selama ini mereka belum pernah bertatap muka dengan guru maupun rekan sesama siswa.

Guru harus melihat dulu kemampuan siswa satu per satu. Berapa yang sudah bisa membaca atau belum, berapa yang sudah bisa menulis atau belum, dan berapa yang sudah terbiasa menerima materi pembelajaran atau belum. ”Di awal masuk kita memetakan dulu bagaimana keadaan anak-anak. Mereka baru ini kali ini tatap muka dengan teman-temannya. Kalau materi, untuk kelas kecil langsung ke Tema 5, sedangkan untuk kelas besar masuk ke Tema 6,” jelas Diana.

Untuk siswa kelas 1, 2, dan 3 menempuh jam sekolah yang berbeda dengan siswa kelas di atasnya. Untuk kelas 1 hanya 1,5 jam, kemudian kelas 2 hanya dua jam, dan kelas 3 hanya 2,5 jam. Sedangkan untuk kelas di atas rata-rata pembelajaran berlangsung tiga jam. ”Protokol kesehatan tetap berlakukan cukup ketat. Saat pulang, anak-anak diminta tetap di kelas. Baru kalau wali murid datang menjemput, mereka boleh keluar kelas,” kata Diana. (fre/aif/c1)

(bw/fre/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news