Jumat, 05 Mar 2021
radarbanyuwangi
Home > Kuliner
icon featured
Kuliner
Telur Bebek

Lebih Amis Justru Semakin Disukai

23 Februari 2021, 08: 35: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

POPULER: Telur bebek dibalut dengan campuran garam dan tepung bata merah untuk diproses menjadi telur asin.

POPULER: Telur bebek dibalut dengan campuran garam dan tepung bata merah untuk diproses menjadi telur asin. (RAMADA KUSUMA/RaBa)

Share this          

TELUR bebek mendapat tempat tersendiri di hati para pencintanya. Terutama penikmat menu telur asin.

Ya, dibandingkan telur ayam ras atau telur ayam kampung, telur bebek lebih lazim dijadikan bahan olahan telur asin alias telur yang diawetkan dengan cara diasinkan. Caranya dengan diberi garam berlebih untuk menonaktifkan enzim perombak pada telur.

Selain untuk bahan baku telur asin, telur bebek atau itik juga kerap digunakan untuk olahan telur rebus, telur caplok, telur dadar, martabak, atau beragam menu makanan yang lain. Hanya saja, jenis telur yang satu ini jarang digunakan untuk bahan baku kue.

Lilik Cahyani, warga Jalan Brawijaya Banyuwangi mengatakan, telur bebek sangat jarang, bahkan nyaris tidak pernah digunakan untuk bahan kue. Sebab, telur bebek memiliki aroma yang cenderung lebih amis dibandingkan telur ayam ras. ”Sehingga kurang pas jika digunakan untuk bahan kue. Apalagi kue yang memiliki cita rasa dominan manis,” ujarnya.

Beberapa sumber menyebutkan, kesan amis pada telur bebek dipicu kandungan protein atau asam amino di dalamnya. Selain itu, bebek termasuk kategori unggas air yang memakan hewan-hewan yang hidup di air. Sebagian besar hewan yang hidup di air mengandung zat trimetilamin oksida yang jika dimakan ternak bebek terurai menjadi trimetilamina dan dimetilamina. Kedua campuran senyawa inilah yang menimbulkan bau amis.

Sementara itu, dari sisi harga, telur bebek memiliki harga yang relatif lebih tinggi dibandingkan ayam ras. Sedangkan soal produksi, pihak Dinas Pertanian dan Pangan (Disperta-Pangan) Banyuwangi mencatat, total produksi telur bebek di Bumi Blambangan selama tahun 2020 mencapai 1,73 ribu ton.

Kepala Bidang (Kabid) Peternakan pada Disperta-Pangan Banyuwangi Abdul Rozak menuturkan, permintaan telur bebek di kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini relatif sedikit alias tidak sebesar permintaan terhadap telur ayam ras. ”Dengan demikian, permintaan tersebut dapat dipenuhi dari hasil produksi peternak bebek petelur di Bumi Blambangan,” pungkasnya. (sgt/bay/c1)

(bw/sgt/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news