Jumat, 05 Mar 2021
radarbanyuwangi
Home > Kuliner
icon featured
Kuliner
Telur Ayam Ras

Surplus Produksi Dikirim ke Bali

23 Februari 2021, 08: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

TERTATA: Peternak memungut telur layer (ayam ras petelur) dari kandang model battery di Banyuwangi.

TERTATA: Peternak memungut telur layer (ayam ras petelur) dari kandang model battery di Banyuwangi. (RAMADA KUSUMA/RaBa)

Share this          

PANDEMI Covid-19 benar-benar berdampak serius terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat. Tidak terkecuali bagi sektor pertanian di Bumi Blambangan. Termasuk di peternakan ayam ras petelur.

Ya, pandemi yang melanda dunia sejak akhir tahun 2019 ini mengakibatkan harga bahan baku pakan ayam ras petelur naik. Akibatnya, biaya produksi yang harus dikeluarkan peternak pun membengkak.

Namun di sisi lain, peningkatan biaya produksi itu tidak diimbangi kenaikan harga telur di pasaran. Hal ini tentu kurang menguntungkan bagi peternak. Meski tak sampai merugi, namun keuntungan yang mereka raih relatif pas-pasan.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Disperta-Pangan) Banyuwangi Arief Setiawan melalui Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Abdul Rozak membenarkan terjadinya fenomena tersebut.

Meski demikian, Rozak mengatakan walaupun keuntungan yang diperoleh relatif kecil, para peternak memilih tetap menjalankan usaha ternak mereka. ”Hal ini dilakukan untuk mempertahankan usahanya dengan harapan pandemi segera berlalu sehingga kondisi usaha mereka bisa segera membaik,” ujarnya.

Di sisi lain, Rozak menyatakan secara umum stok untuk mencukupi kebutuhan telur ayam ras di Banyuwangi aman. Sebab, mengacu data tahun 2020, kebutuhan telur di Banyuwangi mencapai 193 ton per pekan. Sedangkan produksi telur tembus 218 ton lebih per pekan atau sekitar 11.916 ton dalam setahun. ”Sehingga stok telur ayam ras di Banyuwangi relatif aman alias dapat mencukupi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Bahkan, selain dari para peternak lokal Banyuwangi, kebutuhan telur ayam ras untuk Bumi Blambangan juga ditopang hasil peternakan di kabupaten tetangga, seperti Jember, Situbondo, dan Bondowoso. ”Apabila produksi kita turun, misalnya, kebutuhan kita akan di-support dari daerah tetangga. Namun, ketika Banyuwangi overproduksi, sebagian telur asal Bumi Blambangan juga dikirim ke beberapa kota tetangga tersebut,” kata dia.

Bahkan, kalau pun pasokan telur di daerah tetangga juga aman, imbuh Rozak, telur produksi Banyuwangi biasa dikirim ke Pulau Dewata, Bali. ”Saat surplus produksi telur ayam ras Banyuwangi, maka sebagian hasil produksi kita dikirimkan ke Bali. Bukan ke Surabaya. Sebab, Surabaya dipasok dari kawasan Blitar dan Kediri,” pungkasnya. (sgt/bay/c1)

(bw/sgt/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news