Jumat, 05 Mar 2021
radarbanyuwangi
Home > Kuliner
icon featured
Kuliner
Telur Angsa

Ukuran Jumbo Kaya Manfaat, Bagus untuk Bumil

23 Februari 2021, 07: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

BESAR: H Suroto menunjukkan telur angsa di Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi kemarin (19/2)

BESAR: H Suroto menunjukkan telur angsa di Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi kemarin (19/2) (DEDY JUMHARDIYANTO/RABA)

Share this          

JIKA dibandingkan dengan telur unggas konsumsi yang lain, telur angsa memang relatif besar. Meski lumayan jarang dikonsumsi, sejatinya telur angsa kaya akan manfaat.

Telur yang berwarna putih ini ukurannya jauh lebih besar dan berat, ketimbang telur ayam dan telur bebek. Telur angsa tingginya bisa mencapai hingga 113 mm. Diameter bisa mencapai ukuran hingga 74 mm. Bobotnya pun tercatat bisa 340 gram per butir.

Karena ukurannya yang jauh lebih besar dibanding telur unggas lainnya, telur angsa bukan makanan biasa. Cangkang telur angsa juga jauh lebih keras. Rasanya juga lebih legit dan aromanya kuat dibanding telur ayam.

Telur ini kerap digunakan sebagai campuran bahan kue dan roti. Sebab, rasa dan aromanya lebih tajam, serta berminyak jika dibandingkan telur ayam dan bebek.

Telur angsa mengandung nutrisi yang bagus untuk tubuh. Sebutir telur angsa dengan bobot sekitar 144 gram memiliki 266 kalori, 20 gram protein, 20 gram lemak, dan 2 gram karbohidrat. Bandingkan dengan sebutir telur ayam dengan berat 50 gram yang mengandung 72 kalori, 6 gram protein, 4,75 gram lemak, dan 0,36 gram karbohidrat.

Telur angsa juga merupakan sumber karotenoid yang baik. Karotenoid merupakan sejenis antioksidan yang dapat menjaga kesehatan mata dan kulit. Telur angsa memiliki 379 miligram kolin, nutrisi yang masuk kelompok vitamin B. Kolin memegang peran penting dalam pengembangan sel dan jaringannya. Kurangnya kolin dapat memicu penyakit hati, pengerasan arteri, dan fungsi saraf.

Namun yang perlu diingat, telur angsa mengandung kolesterol yang cukup tinggi. Jika satu orang membutuhkan konsumsi 300 miligram kolesterol dalam sehari, satu butir telur angsa memiliki 1.227 miligram kolesterol. Singkatnya, satu butir telur angka dapat mencukupi kebutuhan kolesterol selama empat hari.

Sebelum dimakan, telur angsa bisa direbus, digoreng, diorak-arik, dan diolah sebagaimana telur pada umumnya. Memang tak mudah mendapatkan telur ini. Karena tak setiap supermarket atau toko telur memiliki stok telur angsa.

Mengenai penyimpanan, telur angsa yang kulitnya keras ternyata memengaruhi daya tahannya. Telur angsa dengan cangkang berwarna putih lebih tahan lama dan bisa disimpan di lemari es sekitar enam pekan. Setelah dibuka, rasio kuning telur angsa lebih banyak dari bagian putihnya. ”Memang sangat jarang orang yang mengonsumsi telur angsa,” ujar H Suroto, seorang pedagang jamu di Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi.

Menurut Suroto, telur angsa sering dimanfaatkan untuk membuat jamu. Seperti di antaranya untuk kesehatan ibu hamil (bumil). Sebab, penting bagi perempuan hamil untuk mengonsumsi makanan yang bernutrisi. Bumil dianjurkan untuk makan telur angsa karena dapat mendukung perkembangan otak dan saraf ibu, serta janin yang dikandungnya.

Manfaat lain dari telur angsa, kata Suroto, juga dipercaya bisa menjadi salah satu obat alternatif untuk penyakit ambeien. Hanya, cara memasaknya bukan direbus menggunakan air mendidih. Melainkan telur angsa direbus pada kapur (gamping) yang mendidih. ”Telur angsa ini juga ada yang memanfaatkan untuk kepentingan ritual dan selamatan,” jelasnya.

Karena ukurannya yang cukup besar dibanding telur ayam maupun bebek, harga telur angsa bisa mencapai Rp 45 ribu per butir. Jika musim bertelur, harga telur angsa paling murah sekitar Rp 35 ribu per butir. ”Harganya lumayan mahal, karena selain jarang dan sulit dicari. Ukurannya juga lumayan lebih besar,” pungkas Suroto. (ddy/bay/c1)

(bw/ddy/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news