Jumat, 05 Mar 2021
radarbanyuwangi
Home > Features
icon featured
Features
Pemilihan Ketua RT Rasa Pilkada

Dirikan TPS di Poskamling, Petahana Menang Mutlak

23 Februari 2021, 11: 05: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Ada yang berbeda dalam pelaksanaan pemilihan ketua rukun tetangga (RT) yang digelar di Perumahan Palm Raya RT 03/ RW 03, Lingkungan Karanganom, Kelurahan Karangrejo. Meski levelnya tingkat RT, proses pemilihan dikonsep seperti pilkada. Ada surat suara, ko

Ada yang berbeda dalam pelaksanaan pemilihan ketua rukun tetangga (RT) yang digelar di Perumahan Palm Raya RT 03/ RW 03, Lingkungan Karanganom, Kelurahan Karangrejo. Meski levelnya tingkat RT, proses pemilihan dikonsep seperti pilkada. Ada surat suara, ko (FREDY RIZKI/RaBa)

Share this          

Ada yang berbeda dalam pelaksanaan pemilihan ketua rukun tetangga (RT) yang digelar di Perumahan Palm Raya RT 03/ RW 03, Lingkungan Karanganom, Kelurahan Karangrejo. Meski levelnya tingkat RT, proses pemilihan dikonsep seperti pilkada. Ada surat suara, kotak suara, dan bilik tempat warga mencoblos.   

 

FREDY RIZKI, Banyuwangi

AZAN isyak baru saja selesai berkumandang. Tapi, orang-orang yang tinggal di sekitar Perumahan Palm Raya RT 03/ RW 03, Lingkungan Karanganom, Kelurahan Karangrejo sudah bergegas keluar rumah. Mereka berbondong-bondong menuju poskamling lama yang berdiri di tengah perumahan.

Pakaian rapi, masker, dan secarik kertas melengkapi langkah warga. Tempat yang mereka tuju ternyata sebuah tenda kecil yang berdiri di depan poskamling. Di sana sudah berjajar kursi plastik berwarna hijau. Di depanya ada dua buah bilik suara yang terbuat dari kardus yang bertuliskan angka 1 dan 2.

Malam itu, warga yang tinggal di Perumahan Palm Raya menggelar pemilihan ketua RT periode 2021-2024. Pemilihan digelar untuk mencari pengganti ketua RT sebelumnya yang masa jabatanya habis di pertengahan bulan Februari, Ada tiga calon yang muncul dari pemilihan kali ini.

Calon pertama adalah ketua RT petahana Slamet Supriyadi. Sedangkan calon kedua seorang ibu rumah tangga Titik Ratnawati. Calon ketiga Abdul Karim. Keikutsertaan tiga orang itu cukup menarik warga. Mereka rela berbondong-bondong ke tempat pemungutan suara demi memilih ketua RT. Meski ramai, warga berupaya tetap menjaga protokol kesehatan.

Banyak dari mereka yang tidak mengira jika pemilihan ketua RT tahun ini diikuti ratusan warga. "Baru pertama kali pemilihan ketua RT seramai ini. Sebelumnya hanya 20 orang  yang berpartisipasi. Padahal sistemnya jemput bola," kata Heri, salah seorang warga.

Proses pemungutan suara berlangsung cepat. Sama seperti proses pemilihan di TPS pada umumnya, warga yang datang menyerahkan bukti undangan dari panitia pemilihan RT. Setelah itu, undangan akan dicatat dan ditukar dengan surat suara. Yang menarik, surat suara juga diberi gambar wajah para calon ketua RT.

Ketua panitia pemilihan Rohman mengatakan, panitia sengaja melampirkan foto para calon ketua RT agar warga bisa mengenalnya. Minimal bisa membayangkan wajahnya. "Kalau tinggal di perumahan banyak warga yang tidak kenal dengan lingkungannya. Dengan pemasangan wajah calon ketua, mereka bisa tahu," kata Rohman.

Dari 141 daftar pemilih tetap (DPT) yang dikirimi undangan, sebanyak 115 orang memberikan hak suaranya. Hanya 26 orang saja yang tidak bisa hadir. Rohman dibantu dua pantia lainya berkeliling membagikan undangan secara door to door. "Yang tidak dapat undangan boleh membawa KTP,’’ imbuh Rohman.

Pemilihan ketua RT dilaksanakan mirip pilkades maupun pilkada semata untuk menjaga demokrasi di tengah warga. Meski hanya lingkup RT, Rohman ingin melihat masyarakat benar-benar puas dengan sistem tersebut. Tujuan lainnya agar ketua RT yang terpilih benar-benar sesuai harapan warga.

Menggelar pemilihan ketua RT di tengah pandemi Covid-19 memang menjadi tantangan tersendiri karena menghadirkan banyak orang.

"Pilihan lagi tahun 2024, bisa bareng sama pilpres dan pilkada. Semoga tetap bisa menjaga demokrasi," harapnya.

Panitia lainnya Yulianto menambahkan, dari tingkat kehadiran warga dalam pemilihan ketua RT 3 sangat memuaskan. Tingkat kehadiran di atas 81 persen. Banyak warga termasuk dirinya yang idak menyangka dengan angka partisipasi tersebut. "Melihat jumlah warga yang ikut memberikan hak suara, sepertinya pilihan lagi harus menggunakan cara seperti ini," imbuh pria yang bekerja sebagai nakhkoda kapal tersebut.  

Sekitar satu jam setelah pencoblosan, ember hijau yang digunakan sebagai pengganti kotak suara sudah dipenuhi 115 lembar surat suara. Tanpa menunggu lama, penghitungan langsung dimulai.

Menjelang detik-detik penghitungan, banyak warga yang menunggu di sekitar TPS untuk melihat hasil pemungutan suara. Dari proses perhitungan, Slamet Supriyadi memperoleh 71 suara, kemudian Titik Ratnawati meraih 4 suara, sedangkan Abdul Karim meraup 40 suara. Dengan ahsil itu, calon incumbent kembali terpilih. Slamet pun terlihat semringah begitu namanya disebut sebagai peraih suara terbanyak.

Strategi apa yang diterapkan Slamet bisa kembali terpilih? Slamet mengaku punya program jangka pendek. Dia mengupayakan penyediaan alat-alat untuk mengurus kematian warga, seperti kain kafan, tenda, kayu sirap, dan lainya. "Di sini banyak warga pendatang. Ketika ada warganya yang meninggal, siapa yang mau menyiapkan? tidak ada. Berbeda dengan kampung. Itu saja yang ingin saya siapkan," pungkasnya. (aif)

(bw/fre/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news