Jumat, 05 Mar 2021
radarbanyuwangi
Home > Kesehatan
icon featured
Kesehatan

Sembilan Tahun Jalani Hemodialisa, Siti Nyaman dengan JKN-KIS

22 Februari 2021, 14: 14: 38 WIB | editor : Ali Sodiqin

PELAYANAN PRIMA: Siti Hotimah harus menjalani cuci darah dua kali dalam seminggu. Beruntung, dia termasuk peserta JKN-KIS.

PELAYANAN PRIMA: Siti Hotimah harus menjalani cuci darah dua kali dalam seminggu. Beruntung, dia termasuk peserta JKN-KIS. (BPJS Kesehatan For RaBa)

Share this          

SITI HOTIMAH, 38, Warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur adalah peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang sudah sembilan tahun menjalani pengobatan hemodialisa. Sebelumnya, ia terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas), sejak BPJS Kesehatan hadir, ia terdaftar sebagai peserta JKN-KIS segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI).

“Saya sudah 9 tahun cuci darah, waktu itu kartunya masih Jamkesmas, waktu ada BPJS Kesehatan, kartu saya diganti menjadi JKN-KIS yang dikasih sama pemerintah, dari awal saya cuci darah, saya sudah sangat merasa nyaman,” ujarnya.

Siti menjalani pengobatan hemodialisa setiap Selasa dan Jumat setiap minggu. Pengobatannya itu harus rutin dan tidak boleh terlewat. Sebelumnya, ia bisa bekerja sambil menjalani pengobatan, namun sekarang ia memutuskan untuk berhenti bekerja dan fokus untuk pengobatan rutinnya.

“Jadwal pengobatannya itu setiap hari Selasa sama Jumat dan itu rutin harus seminggu dua kali dan selalu diantar oleh anak saya. Terus, kalau dulunya saya bisa kerja, sekarang sudah tidak kuat dan istirahat saja di rumah,” imbuhnya.

Ia mendapatkan pelayanan yang sangat baik saat pengobatan dari pihak rumah sakit. Selain itu, ia juga mendapatkan fasilitas yang lengkap dan nyaman. Ia menceritakan, bahwa selama pengobatannya ia selalu diantarkan oleh anaknya mengendarai sepeda motor dan menempuh waktu 30 menit dari rumahnya.

“Soalnya kan saya dari rumah itu naik motor diantar sama anak dan panas-panasan, waktu masuk ke ruangan itu adem dan nyaman pokoknya,” kata Siti sambil tersenyum.

Siti menambahkan, jika tidak ada JKN-KIS, ia tidak tahu bagaimana cari biaya untuk pengobatannya. Sehingga, ia sangat bersyukur karena sudah terdaftar menjadi peserta JKN-KIS dan sudah merasakan manfaatnya selama 9 tahun terakhir.

“Sangat membantu dan bersyukur sekali, saya tidak tau kalau tidak ada JKN-KIS ini, mungkin harus ke sana-sini cari biaya untuk pengobatan. Ini jelas sekali sangat meringankan beban saya,” tambahnya.

Ia mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang sudah mendaftarkan dirinya dan keluarga menjadi peserta JKN-KIS. Siti juga berharap, bahwa program JKN-KIS ini bisa terus berjalan dengan lancar, semakin maju dan bisa menjadi penolong bagi masyarakat yang membutuhkan. (*)

(bw/*/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news