Jumat, 05 Mar 2021
radarbanyuwangi
Home > Banyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Lapas Kembali Rumahkan Para Napi

22 Februari 2021, 16: 35: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

BISA PULANG: Belasan napi menunjukkan surat asimilasi saat hendak keluar Lapas Kelas IIA Banyuwangi, kemarin (21/2).

BISA PULANG: Belasan napi menunjukkan surat asimilasi saat hendak keluar Lapas Kelas IIA Banyuwangi, kemarin (21/2). (BAGUS RIO/RABA)

Share this          

BANYUWANGI - Mengantisipasi penyebaran virus Covid-19, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banyuwangi kembali memberikan asimilasi kepada para nara pidana (napi) untuk di rumah, kemarin (21/2).

Sebanyak 14 napi mendapatkan kesempatan  bisa menghirup suasana luar. Tujuh napi kasus narkoba, empat napi kasus perjudian, dan tiga napi kasus pencurian.  Belasan napi baru keluar dari lapas  langsung melakukan sujud syukur. Mereka merasa bersyukur bisa dipilih mendapatkan asimilasi untuk dirumahkan.

Selama mendapat asimilasi, mereka tetap wajib lapor ke Lapas Banyuwangi. Sebelum dipulangkan, para napi diberi arahan dan kewajiban selama menjalankan asimilasi.

Kalapas Banyuwangi Wahyu Indarto mengatakan, program asimilasi ini masih berkelanjutan. Setidaknya masih banyak para napi  berkesempatan mendapatkan program tersebut. "Masih tetap berjalan sesuai Permenkumham RI nomor 32 tahun 2020," katanya.

Belasan para napi tersebut, kata Wahyu, sudah melaksanakan 1/2 dari masa tahanan. Selain itu, ada juga para napi sudah menjalani 2/3 masa tahanan. "Syarat mendapatkan asimilasi masih tetap sama dan tidak jauh beda dengan remisi atau potongan masa tahanan," terangnya.

Napi  tidak bisa mendapatkan asimilasi adalah napi residivis, terlibat perkara lain, napi perlindungan anak, dan napi yang vonis hukumannya di atas lima tahun penjara. "Intinya juga tetap harus berperilaku baik selama di dalam lapas," cetusnya.

Program asimilasi rumah ini, untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di dalam lingkungan Lapas. Program ini juga masih tetap berlanjut sesuai aturan. "Masih ada gelombang selanjutnya yang akan mendapatkan asimilasi, namun petugas masih melakukan verifikasi data para napi sesuai syarat," terangnya.

Wahyu menambahkan, untuk para napi asimilasi tersebut bukan termasuk sudah bebas. Namun, napi hanya dirumahkan dan tetap dalam pengawasan balai pemasyarakatan (Bapas). "Mereka tetap harus lapor ke Lapas hingga proses pembebasan," jelasnya. (rio/afi)

(bw/rio/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news