Jumat, 05 Mar 2021
radarbanyuwangi
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

Ekonomi, IPM, dan Tingkat Kemiskinan Naik

22 Februari 2021, 08: 35: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

VIRTUAL: Plh Bupati Mujiono (kiri bawah) menyampaikan LKPj akhir tahun 2020 secara daring pada rapat paripurna dewan yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Ruliyono kemarin (19/2).

VIRTUAL: Plh Bupati Mujiono (kiri bawah) menyampaikan LKPj akhir tahun 2020 secara daring pada rapat paripurna dewan yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Ruliyono kemarin (19/2). (RAMADA KUSUMA/RaBa)

Share this          

BANYUWANGI – Pelaksana Harian (Plh) Bupati Mujiono membeber capaian pembangunan daerah tahun 2020 kemarin (19/2). Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan pertumbuhan ekonomi meningkat dibanding tahun sebelumnya. Namun sayang, tingkat kemiskinan pada periode yang sama juga naik.

Capaian pembangunan tersebut dilaporkan secara resmi oleh Mujiono kepada DPRD Banyuwangi. Tepatnya melalui rapat paripurna penyampaian nota pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) bupati tahun anggaran 2020.

Rapat kali ini dipimpin Wakil Ketua DPRD Ruliyono didampingi dua wakil ketua dewan yang lain, yakni M. Ali Mahrus dan Michael Edy Hariyanto. Paripurna juga dihadiri langsung sejumlah anggota dewan asal lintas fraksi. Sedangkan Mujiono mengikuti rapat paripurna secara virtual dari kantor Pemkab Banyuwangi.

Mujiono mengatakan, pada tahun 2020 berbagai program kerja dan inovasi telah direncanakan untuk percepatan pembangunan daerah serta kesejahteraan masyarakat. Namun, lantaran pandemi Covid-19 melanda, beberapa program yang telah direncanakan tidak dapat terlaksana dan berakibat pada indikator kinerja daerah yang belum tercapai secara optimal.

Mujiono lantas membeber realisasi dan capaian indikator kinerja utama pemkab, seperti IPM, angka kemiskinan, dan pertumbuhan ekonomi. Dikatakan, IPM Banyuwangi tahun lalu mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, yakni menjadi 70,62 alias sebesar 97,95 persen dari target yang ditetapkan. ”Hal ini patut disyukuri, di tengah pandemi Covid-19, IPM Banyuwangi masih mengalami peningkatan,” ujarnya.

Selain itu, pada tahun 2020 angka kemiskinan Banyuwangi naik. Tepatnya menjadi 8,06 persen atau terealisasi 85,07 persen dari target. Sebagai gambaran, tingkat kemiskinan Banyuwangi tahun 2019 ”hanya” sebesar 7,52 persen.

Mujiono menyebut, pada tahun 2020 hampir semua daerah mengalami lonjakan angka kemiskinan. Meski demikian, jika dibandingkan daerah lain, antara lain Kabupaten Malang yang angka kemiskinannya mencapai 10,15 persen, Bojonegoro 12,87 persen, serta Bondowoso, Jember, Situbondo, dan beberapa daerah lain, tingkat kemiskinan di Banyuwangi masih lebih baik. ”Bahkan, angka kemiskinan di Banyuwangi masih di bawah rata-rata Provinsi Jatim yang mencapai 11,09 persen,” sebutnya.

Selain itu, meski dilanda pandemi Covid-19, Banyuwangi mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar 1,84 persen tahun lalu. Namun demikian, pertumbuhan ekonomi tahun lalu masih lebih rendah dibandingkan tahun 2019. Kala itu, pertumbuhan ekonomi Banyuwangi melesat sebesar 5,55 persen.

Lebih jauh Mujiono melaporkan capaian sejumlah urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Pemkab Banyuwangi. Di antaranya urusan pendidikan. Indeks pendidikan di tahun 2020 mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya, yakni menjadi 0,60 atau terealisasi 95,97 persen dari target.

Pada urusan kesehatan, indeks kesehatan Banyuwangi tahun lalu sebesar 0,78 atau setara 97,38 persen dari target yang ditetapkan. Sedangkan pada urusan pertanian, produktivitas tanaman pangan, dan hortikultura mengalami peningkatan dibanding 2019. Salah satunya produktivitas padi sawah sebesar 66,20 kuintal per hektare (ha) pada 2019 naik menjadi 66,24 kuintal per ha. Produktivitas jagung juga tumbuh dari 67,85 kuintal per ha pada 2019 menjadi 67,87 kuintal per ha.

Usai menyampaikan capaian kinerja tahun lalu, Mujiono membeber pengelolaan keuangan daerah. Dikatakan, pendapatan daerah tahun 2020 terealisasi sebesar Rp 3,267 triliun atau setara 101,02 persen dari target senilai Rp 3,234 triliun. Belanja daerah terealisasi sebesar Rp 3,14 triliun atau sebesar 91,88 persen dari target yang ditetapkan senilai Rp 3,417 triliun. ”Sedangkan realisasi pembiayaan neto daerah sebesar Rp 182,98 miliar atau seratus persen dari target yang ditetapkan,” bebernya.

Lebih lanjut Mujiono mengatakan, berkat dukungan dan sinergisitas yang diberikan seluruh elemen masyarakat Banyuwangi, sepanjang tahun lalu Pemkab Banyuwangi meraih banyak prestasi. Tidak kurang dari 14 penghargaan diterima pemerintah kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini sepanjang 2020. Di antaranya penghargaan sebagai peringkat pertama daerah terbaik dalam Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (EKPPD) 2019, penghargaan sebagai kabupaten paling inovatif dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), penghargaan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terbaik Jawa-Bali, serta penghargaan pembangunan daerah terbaik pertama untuk kabupaten dari Gubernur Jatim.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Ruliyono mengatakan, dokumen LKPj yang disampaikan Plh Bupati Mujiono tersebut akan dikaji oleh komisi-komisi di DPRD Banyuwangi. Selanjutnya, hasil pembahasan disampaikan pada Badan Anggaran (Banggar) DPRD. Setelah itu, Banggar akan melakukan pembahasan bersama eksekutif. ”Paling lambat sebulan kami harus bisa memberikan rekomendasi terhadap LKPj tersebut,” pungkasnya. (sgt/afi/c1)

(bw/sgt/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news