Jumat, 05 Mar 2021
radarbanyuwangi
Home > Kolom
icon featured
Kolom

Komunitas Zona Nyaman, Solusi Kegabutan Santri

Oleh: M. Bintang Nuriansyah*

21 Februari 2021, 09: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Komunitas Zona Nyaman, Solusi Kegabutan Santri

Share this          

AKIBAT virus yang tak kasat mata bernama korona, seluruh dunia dibuat gempar olehnya. Hingga memberi stempel/status pandemi karena ulahnya.

Tak luput pula Indonesia, hingga menetapkan kebijakan PSBB (pembatasan sosial berskala besar) sebagai solusi sementara, untuk memutus mata rantai penyebaran virus korona yang semakin hari semakin menjadi.

Senada dengan negara Indonesia, pondok pesantren juga mempunyai kebijakan terkait solusi untuk meminimalkan terjadinya penyebaran Covid-19. Yakni kebijakan karantina untuk para santri khususnya Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah.

Wajarnya, siapa orang yang betah dibelenggu? Tidak boleh ke mana-mana. Namun, demi kebaikan jangka panjang ke depannya, mau tak mau para santri harus mematuhinya. Dengan segala fasilitas yang apa adanya, santri dituntut harus tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar.

Tentu, sudah barang pasti, santri tetap melakukannya karena itu adalah sebuah kewajiban. Namun, yang menjadi kendala para santri bukanlah hal tersebut. Lantas apa kendalanya? Yakni ketika kegiatan belajar mengajar telah usai pada malam hari. Yang biasanya santri keluar kompleks pesantren untuk me-refresh pikiran yang penat setelah seharian penuh dicekoki pelajaran. Entah hanya sekadar jalan-jalan, atau sekadar melihat-lihat baju distro di toko, walau tidak membelinya hehehe. Atau bahkan marung di warung-warung setempat. Itu sudah memberi kepuasan tersendiri bagi para santri untuk kembali bersemangat menyambut datangnya hari esok.

Akan tetapi realita yang ada, santri harus bersabar dengan sistem karantina yang berlaku saat ini. Lalu apa solusi terbaik untuk para santri ketika malam tiba, yang tak bisa ke mana-mana? Yakni untuk menghilangkan rasa penat atau bahasa anak zaman sekarang ”gabut” di malam hari ialah dengan mengikuti komunitas bernama Zona Nyaman.

Komunitas Zona Nyaman mewadahi para santri untuk menghilangkan ”kegabutan” yang mendera ketika malam tiba. Komunitas ini mengadakan diskusi yang selalu siap memfasilitasi dari segala lini. Entah itu berupa konsumsi, publikasi, dekorasi, dan dokumentasi, serta alat-alat perlengkapan diskusi.

Komunitas ini juga memberikan pelatihan public speaking untuk para santri yang ingin vokal dalam berbicara di depan umum. Tidak hanya itu, Komunitas Zona Nyaman tidak lantas meninggalkan kegiatan yang bersifat keagamaan. Terkadang, jika waktu diskusi kurang enak atau tidak memiliki deskripsi masalah untuk dibahas, komunitas memilih mengadakan pengajian, pembacaan wirid seperti rotib al-haddad, tahlil, istighotsah, dan lain sebagainya.

Opini ini bukanlah sebuah promosi atau bahkan memprovokasi semata. Tetapi ini hanyalah sekadar penawaran bagi para santri, khususnya santri pondok pesantren Salafiyah Syafi’iyah. Daripada gabut gak jelas, cangkruk unfaedah, bahkan tak jarang dijadikan ajang pelanggaran. Lebih baik ikut kegiatan yang bernilai keilmuan dan keagamaan.

Sebagaimana jargon komunitas ”Change Your Self!” yang memiliki arti ”Ubahlah Dirimu!” Dari kegabutan yang unfaedah menuju kegabutan yang lebih bermakna, itu dalam arti khususnya. Dan juga dari segi arti universal kita berusaha memperbaiki kualitas diri menjadi pribadi yang lebih baik dan berjiwa the winner. So, Change Your Self ! (*)

 

*) Anggota Komunitas Zona Nyaman, Santri Salafiyah Syafi’iyah, Sukorejo, Situbondo.

(bw/*/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news