Jumat, 05 Mar 2021
radarbanyuwangi
Home > Banyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Pakan Udang Diembat, Tambak Rugi Rp 2 Miliar

20 Februari 2021, 13: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

PAGAR MAKAN TANAMAN: Empat tersangka pencurian pakan udang milik CV Sumberberas Muncar dirilis di hadapan wartawan di Mapolresta Banyuwangi kemarin.

PAGAR MAKAN TANAMAN: Empat tersangka pencurian pakan udang milik CV Sumberberas Muncar dirilis di hadapan wartawan di Mapolresta Banyuwangi kemarin. (RAMADA KUSUMA/RaBa)

Share this          

BANYUWANGI – Empat karyawan CV Sumberberas di Muncar nekat mencuri pakan udang di tempatnya bekerja. Polisi mengamankan empat pelaku dan seorang penadah. Dari aksi pencurian pakan udang itu, pihak perusahaan mengalami kerugian Rp 2 miliar.  

Empat karyawan tambak yang terlibat pencurian kini dijebloskan di tahanan Mapolresta Banyuwangi. Mereka adalah Sanafi, 43, warga Desa Wonosobo, Kecamatan Srono; Abdul Rokhim, 45, warga Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng; Samirin, 55, dan Muhammad Ilham, 25, keduanya warga Desa Wringinputih, Kecamatan Muncar. Satu lagi seorang penadah bernama Katirin, 55, warga Desa Wringinputih, Kecamatan Muncar.

Selain tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti (BB) berupa satu unit mobil pikap L300 dengan nomor polisi P 9017 VF dan delapan karung bekas pakan udang merek BERYL. ”Aksi ini dilakukan tersangka sejak awal bulan Desember 2019,” ujar Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifudin.

Kejadian pencurian pakan udang tersebut dilaporkan ke polisi pada Minggu (13/2). Salah satu tukang sapu di area tambak memergoki aksi yang dilakukan oleh keempat tersangka. ”Tindakan mencuri pakan udang sudah cukup lama dilakukan tersangka, namun baru dilaporkan ke polisi pekan lalu,” kata Arman.

Aksi tersebut dilakukan tersangka dengan cara mencari pembeli pakan terlebih dahulu. Pembelinya adalah Katirin, seorang pemilik tambak tradisional yang berada tidak jauh dari tambak CV Sumberberas.

Baru kemudian tersangka melancarkan aksinya secara bersamaan. ”Tersangka masuk ke dalam gudang pakan dini hari dalam kondisi pabrik sepi,” ungkapnya.

Saat masuk itulah, para pelaku mengambil sejumlah pakan untuk diangkut ke mobil pikap yang sudah disiapkan. Sekali aksi, mereka mampu membawa sembilan karung pakan udang dengan berat 25 kilogram. ”Setiap karung dijual Rp 175 ribu. Harga itu lebih murah dibandingkan di pasaran yang mencapai Rp 350 ribu,” paparnya.

Begitu menerima uang dari Katirin, pelaku langsung membagi hasilnya secara merata. Selanjutnya uangnya digunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. ”Akibat pencurian itu, pihak perusahaan mengalami kerugian Rp 2 miliar. Aksi pencurian pakan itu dilakukan selama setahun. Setidaknya sudah mendapatkan 24 karung pakan,” ungkapnya.

Salah satu tersangka, Sanafi mengaku, ide mencuri pakan udang atas inisiatif bersama-sama. Dari empat tersangka masing-masing memiliki peran sendiri-sendiri.  ”Ada yang mengangkut, ada yang mencari penjual, dan mengambil pakan di gudang,” akunya.

Selama ini aksi tersebut lancar-lancar saja karena situasi tambak sepi. Diakui Sanafi, pakan udang hasil curian itu dijual lebih murah dari harga di pasaran dan cukup banyak peminatnya. ”Hasilnya kami bagi rata untuk kebutuhan sehari-hari,” pungkasnya. (rio/aif/c1)

(bw/rio/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news