Jumat, 05 Mar 2021
radarbanyuwangi
Home > Features
icon featured
Features
Pesan Bupati Anas Pasca Tak Menjabat Lagi

“Jika Bertemu di Jalan Jangan Lupa Sapa Saya”

20 Februari 2021, 12: 35: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

PAMITAN: Abdullah Azwar Anas ketika berkunjung ke ruang redaksi RadarTV Banyuwangi di Grha Pena Banyuwangi, Kamis lalu (18/2).

PAMITAN: Abdullah Azwar Anas ketika berkunjung ke ruang redaksi RadarTV Banyuwangi di Grha Pena Banyuwangi, Kamis lalu (18/2). (RAMADA KUSUMA/RaBa)

Share this          

Abdullah Azwar Anas resmi purnatugas sebagai Bupati Banyuwangi pada Rabu malam (17/2). Meski tak lagi menjabat bupati, dia masih mencurahkan pikiran untuk tanah kelahiran yang amat dia cintai, Banyuwangi.

SIGIT HARIYADI, Banyuwangi

MAAF, maaf, maaf, dan terima kasih. Begitu unggahan Anas di akun media sosial (medsos) pribadi tepat di hari terakhir dirinya menjabat bupati. Hingga Jumat sore (19/2) unggahan itu disukai 19.516 orang dan dikomentari 1.117 kali.

Selain lewat medsos, dia juga mendatangi sejumlah kantor Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup Pemkab Banyuwangi. Dia datang untuk berpamitan sekaligus meminta maaf.

Bahkan, pada malam usai menyerahkan jabatan bupati kepada Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Mujiono yang didaulat menjadi Pelaksana Harian (Plh) Bupati, Anas masih menyempatkan menyapa dan berpamitan pada masyarakat secara langsung. Kala itu, dia mendatangi kompleks makam Datuk Abdurrahim bin Abu Bakar yang berlokasi di Jalan Basuki Rahmat, Banyuwangi.

Di hari yang sama, ucapan terima kasih yang ditujukan pada Anas pun mengalir deras. Dari lintas elemen. Mulai masyarakat umum, kalangan pejabat, hingga instansi swasta, dan lain sebagainya. Setidaknya itu terbukti dari banyaknya karangan bunga yang dikirim ke Pendapa Sabha Swagata Blambangan di hari terakhir Anas menjabat bupati.

Bukan itu saja. Suami Ipuk Fiestiandani Azwar Anas itu juga panen apresiasi. Juga dari berbagai elemen. Bahkan, banyak doa yang dipanjatkan untuknya. Termasuk dari sekian banyak warganet yang mengomentari unggahan Anas di akun Instagram pribadinya tersebut.

Sementara itu, pasca menanggalkan jabatan bupati, Anas pun kembali menjadi orang biasa. Meski begitu, bukannya bisa berleha-leha, dia justru disibukkan dengan seabrek aktivitas. Tidak terkecuali aktivitas yang berkaitan dengan pembangunan Banyuwangi ke depan.

Di hari pertama setelah purnatugas, yakni Kamis (18/2), Anas langsung bertandang ke Jakarta. Di sana Anas memimpin rapat Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi). Maklum, hingga kini dia masih menjabat ketua organisasi para bupati se-Tanah Air tersebut. Termasuk rapat membahas persiapan Musyawarah Nasional (Munas) Apkasi yang rencananya digelar Maret mendatang. ”Kami membagi tugas. Ada yang dengar pendapat, berkoordinasi dengan sejumlah kementerian, dan beberapa tugas lain,” ujarnya.

Usai bertandang ke Jakarta, Anas kembali ke Banyuwangi Jumat pagi (19/2). Setelah pesawat yang ditumpangi landing di Bandara Banyuwangi, dia langsung menuju lokasi akad nikah putra salah satu mantan anak buahnya di Pemkab Banyuwangi, yakni Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Wawan Yadmadi. ”Saya menjadi saksi akad nikah anak Pak Wawan,” akunya.

Selain itu, Anas mengaku dirinya juga sibuk dengan beberapa agenda yang lain. Termasuk menemui tamu-tamu yang datang ke kediaman pribadinya di Lingkungan Baluk, Kelurahan Kebalenan, Kecamatan Banyuwangi. Dia juga menerima undangan bedah buku dari Sekolah Ekonomi Bisnis Institut Teknologi Bandung (ITB). Bedah buku karya Anas tersebut rencananya akan digeber pada 27 Februari mendatang.

Bukan itu saja, Anas juga sibuk membalas pesan WhatsApp (WA) ucapan terima kasih dan penghargaan dari kolega di Banyuwangi maupun dari berbagai daerah di tanah air. ”Mohon maaf jika saya tidak bisa membalas semua pesan yang dikirimkan kepada saya. Termasuk ucapan yang disampaikan di Instagram saya,” kata dia.

Belum cukup sampai di situ, Kamis kemarin Anas juga berdiskusi bersama sang istri yang tidak lain adalah calon bupati (cabup) terpilih hasil Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Banyuwangi 2020, yakni Ipuk. Diskusi tersebut menyangkut beberapa hal yang perlu mendapatkan prioritas pada program seratus hari kepemimpinan Bupati Ipuk dan Wakil Bupati (Wabup) Sugirah. ”Saya berdiskusi mengidentifikasi program prioritas di tengah tantangan yang berat,” akunya.

Anas mengatakan, musim hujan panjang yang terjadi di Banyuwangi saat ini akan berpengaruh hingga tiga bulan ke depan. Salah satu imbasnya adalah genangan air akibat sumbatan dapat mengakibatkan kerusakan jalan. Hal itu bukan hanya terjadi di Banyuwangi, tetapi di seluruh Indonesia. ”Namun kita bersyukur genangan yang terjadi di Banyuwangi tidak selama dengan di kota-kota lain. Di Banyuwangi paling lama dua sampai tiga jam sudah surut,” imbuhnya.

Sementara itu, setelah pulang ke Banyuwangi Kamis kemarin, Anas bersama Ipuk akan kembali bertandang ke Jakarta hari ini (Jumat, 20/2). ”Kami akan ke Jakarta untuk berdiskusi beberapa hal,” ujar bupati dua periode tersebut.

Kembali ke posting-an Anas di akun medsos pribadinya yang diunggah di hari terakhir dia menjabat bupati. Dia mengatakan, dirinya adalah orang biasa yang tumbuh dari keluarga sederhana dan pada akhirnya kembali jadi warga biasa. ”Jika bertemu di jalan, jangan lupa saya disapa,” pesannya dalam unggahan tersebut. (aif/c1)

(bw/sgt/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news