Jumat, 05 Mar 2021
radarbanyuwangi
Home > Banyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Gunung Raung Semburkan Abu Lagi, Bandara Tutup Lagi

20 Februari 2021, 12: 05: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

MENUNGGU PENERBANGAN:  Calon penumpang pesawat tidak bisa melanjutkan perjalanan karena terkendala hujan abu di kawasan Bandara Banyuwangi kemarin.

MENUNGGU PENERBANGAN: Calon penumpang pesawat tidak bisa melanjutkan perjalanan karena terkendala hujan abu di kawasan Bandara Banyuwangi kemarin. (RAMADA KUSUMA/RaBa)

Share this          

BLIMBINGSARI – Gunung Raung kembali menyemburkan abu vulkanik kemarin. Sebaran abu mengarah ke Bandara Banyuwangi. Akibat hujan abu bercampur pasir warna hitam tersebut, aktivitas penerbangan di bandara kebanggaan warga Banyuwangi itu kembali dihentikan. 

Jadwal penerbangan dari dan menuju Banyuwangi kemarin (19/2) ditiadakan. Hujan abu dianggap membahayakan aktivitas transportasi udara.  Penutupan sementara itu mengakibatkan beberapa penerbangan dibatalkan. Penutupan dilakukan pada pukul 10.33 hingga 14.00. Kemudian diperpanjang hingga akhir operasional bandara pukul 16.00. 

Eksekutif General Manager (EGM) PT Angkasa Pura II KC Bandara Banyuwangi Cin Asmoro menyebutkan, sesuai hasil observasi yang dilakukan secara rutin, ditemukan sebaran abu di sekitar Bandara Banyuwangi. Selanjutnya dilakukan observasi dengan paper test yang dipadukan dengan data dari AirNav serta BMKG Banyuwangi. Hasil observasi langsung dikirim ke Otoritas Bandara III Surabaya.

Berdasarkan Notam B0257/21 yang dikeluarkan oleh Otoritas Bandara Wilayah III Surabaya, aktivitas penerbangan di Bandara Banyuwangi dihentikan sementara. Total ada empat penerbangan yang dihentikan. Batik Air rute Cengkareng–Banyuwangi (PP) dan Citilink flight Banyuwangi–Denpasar–Surabaya. ”Kita tutup sementara Bandara Banyuwangi karena imbas abu vulkanik erupsi Gunung Raung,” ujar Cin

Data dari Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Raung mengamati adanya awan asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang dan tinggi 1.000 meter di atas puncak kawah. Asap atau abu tidak menerus mengarah ke timur.

Untuk kegempaan, tektonik lokal terjadi 1 kali dengan amplitudo 25 mm, S-P 1,8 detik dengan durasi 75 detik. Tektonik jauh terjadi 1 kali dengan amplitudo 32 mm, S-P 17 detik, durasi  89 detik. Sementara tremor menerus (microtremor) terekam dengan amplitudo  –10 mm (dominan 1 mm). 

”Kita lakukan observasi rutin dan ditemukan abu vulkanik tipis yang masuk wilayah penerbangan Bandara Banyuwangi. Mengacu data data tersebut, abu vulkanik bergerak ke timur atau ke arah bandara,” tandas Cin. (fre/aif/c1)

(bw/fre/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news