Jumat, 05 Mar 2021
radarbanyuwangi
Home > Banyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Merasa Jadi Korban Rekayasa Relawan, Andik Ajukan Keberatan

Perseteruan dan Bacalon Bupati-Wakil Bupati

19 Februari 2021, 20: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

AJUKAN KEBERATAN: Abdul Basir (kiri) menyerahkan memori keberatan ke Pengadilan Negeri Banyuwangi kemarin (19/2).

AJUKAN KEBERATAN: Abdul Basir (kiri) menyerahkan memori keberatan ke Pengadilan Negeri Banyuwangi kemarin (19/2). (BAGUS RIO/RABA)

Share this          

BANYUWANGI – Meski gugatan sudah diputus hakim, perseteruan Satiyem dengan Andik Purwanto belum juga tuntas. Andik merasa keberatan membayar Rp 500 juta seperti yang sudah diputuskan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi.  

Terkait putusan tersebut, kemarin (11/2) Andik melalui kuasa hukumnya, Abdul Basir, mengajukan memori keberatan kepada ke PN Banyuwangi. Ada tujuh alasan keberatan yang diajukan dan tiga item permohonan yang diajukan kepada majelis hakim untuk dikabulkan.

Dalam halaman 19 dan halaman 20 disebutkan, majelis hakim telah mengambil pernyataan pengakuan tergugat sepotong atau tidak keseluruhan dan mengabaikan keseluruhan pernyataan pengakuan dari tergugat. Alasan keberatan lainnya, bahwa bukti pernyataan tersebut  dibuat oleh empat orang tim relawan penggugat agar bisa membantu sebesar Rp 500 juta. ”Kami merasa majelis hakim tergesa-gesa dalam memutuskan perkara ini. Saat tergugat tidak hadir, sidang putusan tetap dilaksanakan oleh majelis hakim,” ujar Abdul Basir.

Menurut Basir, kliennya adalah korban rekayasa kasus yang dibuat antara Satiyem dengan tim relawan Andik sendiri. Hal itu sesuai pernyataan tim relawan Andik  yang menyebutkan  tidak apa-apa jika Andik tidak menyetujui syarat bantuan operasional dana Rp 500 juta. ”Pernyataan Satiyem ini sangat simpang siur dengan pernyataan tim relawan Andik. Sebenarnya adanya bantuan operasional sebesar itu tidak pernah terjadi kesepakatan antara Andik langsung dengan Satiyem,” ungkap Basir.

Pemeriksa perkara a quo sangat mengagetkan kliennya karena tidak sesuai dengan fakta di persidangan. Andik sendiri pernah bersumpah jika tidak pernah ada kesepakatan tentang dana operasional tersebut. ”Sumpah yang diucapkan Andik disampaikan di depan hakim, panitera, dan Satiyem. Klien kami bertanya-tanya tentang proses persidangan perkara a quo yang ternyata tidak bersesuaian antara apa yang terjadi di persidangan dengan hasil pencatatan oleh panitera perkara,” terangnya.

Pihaknya sebagai kuasa hukum Andik memohon kepada Ketua PN Banyuwangi untuk mengabulkan permohonan keberatan serta membatalkan putusan PN Banyuwangi dengan nomor 01/Pdt.G.S/2021/PN.Byw. ”Kita tetap akan membayar biaya perkara. Kita juga ingin putusan yang seadil-adilnya dan bijaksana dalam proses persidangan perkara a quo,” tegasnya.

Gugatan perdata yang diajukan Satiyem dikabulkan majelis hakim Pengadilan Negeri Banyuwangi, Kamis (11/2). Gugatan terkait wanprestasi dengan tergugat Andik Purwanto diputus oleh Ketua Majelis Hakim Philip Pangalila. Dalam putusan itu, Andik wajib membayar bantuan dana operasional kepada penggugat (Satiyem) senilai Rp 500 juta.

Ada enam item bunyi putusan nomor 1/Pdt.G.S/2021/PNByw tersebut. Di antaranya mengabulkan gugatan penggugat untuk seluruhnya, menyatakan sah dan mengikat hubungan hukum kesepakatan antara penggugat dengan tergugat dalam penentuan tergugat sebagai bakal calon wakil bupati (bacawabup) berpasangan dengan penggugat sebagai Bacabup 2020.

”Menyatakan menurut hukum, tergugat telah melakukan perbuatan wanprestasi dan menyatakan tergugat memiliki kewajiban membayar bantuan dana operasional kepada penggugat sejumlah Rp 500 juta,” tegas Ketua Majelis Hakim Philip Pangalila dalam putusannya.

Kewajiban membayar uang Rp 500 juta tersebut harus dibayar tunai sejak putusan memiliki kekuatan hukum tetap. Bunyi putusan lainnya, menghukum tergugat untuk membayar biaya perkara Rp 327 ribu. Majelis hakim menganggap tergugat tidak memiliki satu bukti pun yang dapat mendukung dalih sangkalannya. (rio/aif/c1)

(bw/rio/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news