Jumat, 05 Mar 2021
radarbanyuwangi
Home > Kesehatan
icon featured
Kesehatan

Sukusno: JKN-KIS adalah Program yang Luar Biasa

19 Februari 2021, 13: 56: 12 WIB | editor : Ali Sodiqin

RUTIN CUCI DARAH: Karena gangguan pada ginjalnya, Sukusno harus menjalani pengobatan hemodialisa seminggu 2 kali. Semua biaya pengobatan ditanggung oleh JKN-KIS.

RUTIN CUCI DARAH: Karena gangguan pada ginjalnya, Sukusno harus menjalani pengobatan hemodialisa seminggu 2 kali. Semua biaya pengobatan ditanggung oleh JKN-KIS. (BPJS Kesehatan For RaBa)

Share this          

PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sudah memasuki tahun ke-7 dan terus memberikan kontribusi terbaik kepada masyarakat. Seperti yang dirasakan Sukusno (57), seorang pensiunan perbankan milik BUMN yang diharuskan menjalani pengobatan hemodialisa seminggu 2 kali karena ada gangguan pada ginjalnya.

“Saya sudah menjalani hemodialisa ini selama 5 tahun dan rutin 2 minggu sekali harus ke rumah sakit. JKN-KIS itu programnya memang program yang luar biasa ya. JKN-KIS juga sangat meringankan sekali dan banyak manfaat yang diterima oleh kita yang terdaftar sebagai peserta,” ungkapnya.

Pada awalnya, Sukusno hanya mengalami diabetes. Dampak dari diabetesnya, ia mengalami darah tinggi, darah tinggi inilah yang menyebabkan organ ginjalnya mengalami gangguan dan harus melakukan hemodialisa.

“Saya dulu itu dari diabetes dan akhirnya timbul darah tinggi, penyebabnya itu ya dari darah tinggi, sehingga ginjal saya tidak bisa berfungsi dan harus cuci darah seminggu dua kali,” ujar Sukusno.

Ia sudah menjalani pengobatan hemodialisa ini dari 2016 silam dan harus rutin 2 kali dalam seminggu. Selama menjalani pengobatan, ia mendapatkan pelayanan yang sangat baik dari pihak rumah sakitnya. Selama pengobatannya juga, ia tidak dipungut biaya tambahan apapun.

“Selama pengobatan, saya tidak dipungut biaya tambahan apapun dan pelayanan di rumah sakitnya sangat bagus, sehingga membuat saya nyaman. Untuk jadwal hemodialisanya sendiri, itu dilakukan setiap hari Selasa dan Jumat,” kata Sukusno.

Ia bersyukur bisa menggunakan JKN-KIS dalam pengobatannya. Ia juga mengungkapkan, bahwa jika tidak ada program JKN-KIS, ia bisa saja menjual hartanya untuk pengobatan. Biaya untuk satu kali hemodialisa bisa mencapai jutaan rupiah.

“Saya saja kalau misalnya tidak terdaftar JKN-KIS, ya kira-kira saya harus menjual sawah dan lain-lain untuk pengobatan saya yang harus rutin seminggu 2 kali untuk cuci darah selama seumur hidup. Bayangkan saja, satu kali pengobatannya itu bisa sampai 1 juta lebih,” kata dia.

Sukusno menjelaskan, bahwa program JKN-KIS ini sangat membantu masyarakat yang membutuhkan. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada BPJS Kesehatan yang sudah menyelenggarakan program JKN-KIS ini dengan sangat baik. Sehingga, semua biaya pengobatan Sukusno ditanggung oleh JKN-KIS.

“Terus terang saja ya, JKN-KIS ini adalah program yang luar biasa karena sangat membantu sekali. Terutama kepada masyarakat-masyarakat yang membutuhkan dan saya salah satunya. Saya berterima kasih banyak kepada BPJS Kesehatan yang sudah menjalankan program JKN-KIS dengan sangat baik dan semoga bisa terus ada untuk masyarakat,” jelasnya. (*)

(bw/*/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news