Jumat, 05 Mar 2021
radarbanyuwangi
Home > Kesehatan
icon featured
Kesehatan

Persalinan Istrinya Ditanggung JKN-KIS, Suprapto Merasa Lega

18 Februari 2021, 14: 34: 28 WIB | editor : Ali Sodiqin

BERSYUKUR: Suprapto merasa terbantu karena dia dan istrinya terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran, yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah.

BERSYUKUR: Suprapto merasa terbantu karena dia dan istrinya terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran, yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah. (BPJS Kesehatan For RaBa)

Share this          

BANYUWANGI - Suprapto (33), adalah peserta JKN-KIS yang terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah. Ia berasal dari Dusun Krajan, Desa Taman Agung, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi.

Ia bercerita mengenai pengalaman istrinya yang persalinannya ditanggung oleh JKN-KIS. Istrinya berhasil melahirkan anak keduanya dengan normal dan tidak mengeluarkan biaya apapun. “Istri saya waktu itu melahirkan anak kedua di rumah sakit dengan cara normal dan tidak ada biaya apapun,” ujar Suprapto.

Sebelumnya, istri Suprapto disarankan untuk sesar, karena pada saat di ultrasonografi (USG) bobot bayinya sangat besar. Sehingga dokter memberikan waktu sampai esok hari. Jika sampai besok pagi belum merasakan apapun, maka istrinya terpakasa harus di sesar. Untungnya, pada pukul dua pagi, istrinya merasakan diperutnya dan ternyata ia bisa melahirkan dengan normal.

“Bobot bayinya pada waktu di USG itu berat sekali, sehingga katanya harus di sesar. Waktu itu langsung dirujuk ke rumah sakit terus habis itu kata dokter nya, pokoknya kalau engga lahir sampai besok pagi, istri saya harus di sesar. Ternyata, waktu jam dua malam alhamdulillah bisa lahir dengan normal dan bobotnya tidak terlalu berat, yaitu 3.4 kilo gram,” kata Suprapto.

Ia menambahkan, bahwa JKN-KIS bisa dipakai dimana saja dan kapan saja. Saat itu ia dan istrinya menetap di Surabaya dan proses persalinannya pun dilakukan di rumah sakit swasta. “Waktu itu kan masih menetap di Surabaya dan belum pindah lagi ke Banyuwangi. Ternyata memang bisa dipakai dimana saja dan gratis,” tambahnya.

Suprapto pernah merasakan gelisah ketika kartu JKN-KIS istrinya harus diurus terlebih dahulu ke kantor BPJS Kesehatan. Menurutnya, ada identitas yang harus diperbaharui dan Ia pun langsung berkunjung ke kantor BPJS Kesehatan terdekat untuk mengurusnya. Akhirnya, kartu JKN-KIS istrinya bisa digunakan untuk persalinan.

“Waktu itu saya deg-degan sekali,” kata Suprapto. “Kartunya harus diperbaharui dulu identitasnya. Saya takut kartunya tidak aktif dan harus bayar biaya persalinannya. Saya pun langsung ke kantor BPJS Kesehatan terdekat untuk memperbaikinya dan saat dikonfirmasi, kartunya sudah bisa digunakan dan disitu saya merasa lega sekali. Sampai pada saat Istri dan anak harus pulang, ternyata tidak ada biaya apapun,” imbuhnya.

Suprapto bersyukur bisa terdaftar sebagai peserta JKN-KIS. Ia juga berterima kasih kepada pemerintah yang sudah mendaftarkan keluarganya menjadi peserta JKN-KIS.

“Saya sangat bersyukur sekali bisa punya JKN-KIS dan juga saya makasih banyak kepada pemerintah yang sudah daftarin menjadi peserta JKN-KIS,” tutupnya. (*)

(bw/*/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news