Jumat, 05 Mar 2021
radarbanyuwangi
Home > Edukasi
icon featured
Edukasi

Banyuwangi Cerdas Berkarakter Permudah Masyarakat Jangkau Pendidikan

18 Februari 2021, 12: 35: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

LAUNCHING: Plt. Kadispendik Banyuwangi Suratno (dua dari kiri) meluncurkan Program Banyuwangi Cerdas Berkarakter lewat virtual. Peluncuran diikuti   3.125 orang tenaga pendidik, unsur desa, kelurahan, kepala sekolah dari jenjang SD, SMP, dan SMA.

LAUNCHING: Plt. Kadispendik Banyuwangi Suratno (dua dari kiri) meluncurkan Program Banyuwangi Cerdas Berkarakter lewat virtual. Peluncuran diikuti 3.125 orang tenaga pendidik, unsur desa, kelurahan, kepala sekolah dari jenjang SD, SMP, dan SMA. (RAMADA KUSUMA/RaBa)

Share this          

BANYUWANGI – Program Banyuwangi Cerdas untuk tahun 2021 di-launching serentak kemarin (17/2). Tahun ini Pemkab Banyuwangi meng-upgrade Program Banyuwangi Cerdas menjadi Banyuwangi Cerdas Berkarakter.

Seleksi Program Banyuwangi Cerdas jauh lebih luas dari program sebelumnya. Selain prestasi dan kategori tidak mampu, peserta program harus memiliki karakter yang baik. ”Mereka yang akan diterima dalam Program Banyuwangi Cerdas tidak hanya pintar atau kategori tidak mampu, tapi juga kita lihat karakternya,” tegas Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Suratno.

Dia mencontohkan, peraih beasiswa Bidik Misi Daerah, selain disurvei rumah dan pekerjaan orang tuanya, pemkab juga akan melakukan interview. Pemkab bisa melihat bagaimana rekam jejak calon peserta, apakah yang bersangkutan memiliki karakter yang bagus atau tidak. ”Ada profil pelajar Pancasila yang dijadikan acuan dalam melihat karakter siswa. Mulai dari beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, kebhinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif,” jelas Suratno.

Sementara itu, kemarin sebanyak 3.125 orang tenaga pendidik dan guru terlibat secara hybrid dalam pencanangan program pembangunan pendidikan yang digagas Pemkab Banyuwangi untuk tahun 2021. Dari masing-masing kecamatan, ada 125 orang yang terlibat. Mereka terdiri dari unsur desa, kelurahan, kepala sekolah dari jenjang SD, SMP, dan SMA.  

Kegiatan tersebut berlangsung secara daring menggunakan aplikasi Zoom. Sebagian ada yang berkumpul secara langsung dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ketat. Mulai di kantor kecamatan, aula sekolah, atau kantor Korwil. ”Program Banyuwangi Cerdas ini ditujukan agar masyarakat bisa menangkap peluang, bahwa pemkab sangat afirmatif dan berpihak kepada masyarakat yang ingin mengakses pendidikan setinggi-tingginya tapi mengalami keterbatasan pembiayaan,” kata Suratno.

Program-program unggulan dari Banyuwangi Cerdas Berkarakter tahun ini di antaranya Bidik Misi Daerah, Beasiswa Prestasi Tidak Mampu, Garda Ampuh, SAS, Smart Better, Agage Pinter, Banyuwangi Mengajar, dan Uang Saku untuk mereka yang rentan putus sekolah. (Selengkapnya lihat grafis)

Suratno menambahkan, target yang ingin dicapai Dinas Pendidikan adalah pembangunan SDM di Banyuwangi semakin meningkat, salah satunya Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Jika dilihat saat ini rata-rata lama sekolah (RLS) masyarakat Banyuwangi ada di angka 7,16. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di wilayah tapal kuda. ”Kita targetkan dengan program ini nanti bisa melebihi atau sama dengan RLS Jawa Timur, yaitu 7,59 tahun,” tegasnya.

Ketua Dewan Pendidikan Banyuwangi Sulihtiyono menambahkan, ke depan program Banyuwangi Cerdas Berkarakter bisa mencakup masyarakat lebih luas lagi untuk mengakses dunia pendidikan. Salah satu yang dicanangkan adalah penambahan universitas yang diajak bekerja sama untuk program Bidik Misi Daerah.

”Ke depan kita kembangkan untuk kampus. Banyuwangi bisa mencari kampus yang alumni atau jurusannya yang akan kita butuhkan nanti. Anak-anak kita bisa dikuliahkan di sana, setelah lulus bisa kembali bekerja di Banyuwangi,” harap mantan Kadispendik Banyuwangi itu.

Kepala Bidang Pendidikan Masyarakat Nuriyatus Sholeha mengatakan, selama Program Banyuwangi Cerdas berjalan, sudah 575 mahasiswa yang dikuliahkan melalui Bidik Misi Daerah. Untuk beasiswa mahasiswa cerdas menjangkau 888 mahasiswa. Sedangkan program SAS, rata-rata ada 2.800 siswa per tahun yang memperoleh manfaat dari program tersebut. ”Yang terbanyak ada di Program Smart Better, sudah ada 19.999 siswa yang menerima manfaat program ini,” kata Nuriyatus. (fre/aif/c1)

(bw/fre/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news