Jumat, 05 Mar 2021
radarbanyuwangi
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

Geber Rakor Percepatan Pelayanan Publik Khusus Nelayan

24 Januari 2021, 10: 10: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Geber Rakor Percepatan Pelayanan Publik Khusus Nelayan

Share this          

JawaPos.com – Rencana Pemkab Banyuwangi mengembangkan pusat pelayanan publik khusus bagi nelayan di kawasan pelabuhan pendaratan ikan Muncar terus dimatangkan. Bupati Abdullah Azwar Anas memimpin rapat lintas pemangku kepentingan untuk menyiapkan gerai pelayanan yang akan mempermudah pengurusan izin nelayan hingga sentra pemberdayaan masyarakat pesisir tersebut.

Rapat yang digelar di Pendapa Sabha Swagata Blambangan kemarin (22/1) dihadiri Kepala Kantor Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Pemprov Jatim Dewi Nur Setyorini, Kepala UPT Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Muncar Supinah, dan Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tanjung Wangi Benyamin Ginting. Bukan itu saja, rapat juga dihadiri Kepala Satuan (Kasat) Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polresta Banyuwangi Kompol Jeni Al Jauza dan Syahbandar Perikanan Muncar Fauzan.

Bupati Anas mengatakan, rapat tersebut digelar untuk mengakselerasi terbentuknya gerai layanan khusus nelayan. ”Kemudahan pelayanan perizinan adalah salah satu bentuk afirmasi yang bisa kita berikan untuk membantu nelayan,” ujarnya.

Anas menyatakan, pihaknya terus meminta arahan dan dukungan dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan kementerian terkait. ”Karena perizinan di sektor ini memang lintas instansi,” imbuhnya.

Berdasar regulasi, pengurusan dokumen kapal perikanan memang bukan kewenangan pemerintah kabupaten. Perizinan terkait surat ukur, sertifikat kelaikan dan pengawakan, PAS (tanda kepemilikan perahu) besar, dan gross akta berada di bawah kewenangan Kementerian Perhubungan. Sedangkan perizinan terkait Alat Penangkap Ikan (API) seperti Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP), Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI), dan Surat Izin Kapal Pengangkut Ikan (SIKPI) ada di pemerintah provinsi. Sebagai contoh, pengurusan perizinan kapal di atas 5 gross tonnage (GT) hingga 30 GT, adalah wewenang pemerintah provinsi, sedangkan di atas 30 GT adalah wewenang pemerintah pusat.

Oleh karena itu, Pemkab Banyuwangi berinisiatif menyiapkan pusat pelayanan publik khusus nelayan. ”Pusat pelayanan nelayan ini nantinya memfasilitasi pengurusan izin, baik yang terkait provinsi maupun kementerian,” kata Anas.

Anas menargetkan, pusat pelayanan nelayan ini bisa beroperasi dalam sebulan ke depan, mengingat semua stakeholder memberikan respons yang sangat positif. ”Kami berterima kasih kepada Kementerian Perhubungan, Gubernur Jawa Timur Ibu Khofifah Indar Parawansa, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan yang telah sinergis merestui langkah ini. Adanya kemudahan dan fasilitas ini tentu akan membuat nelayan merasa lebih tenang dalam bekerja karena syarat perizinannya terpenuhi,” bebernya.

Kepala Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Pemprov Jatim Dewi Nur Setyorini siap mendukung berdirinya pusat pelayanan tersebut. Aplikasi yang sudah dimiliki Pemprov Jatim akan diintegrasikan dengan pusat layanan tersebut. ”Kami setuju sekali. Itu akan memudahkan nelayan mengurus izin. Sebenarnya kami ada aplikasi yang bisa diakses secara online dari mana pun, nanti kami jadikan satu di layanan ini,” ujarnya.

Dewi mengatakan, permasalahan nelayan sebenarnya ada di kelengkapan dokumen. ”Terkadang nelayan menyepelekan kelengkapan dokumen. Dengan pusat pelayanan ini, nelayan didampingi mengurus perizinan,” jelasnya.

Kepala UPT UPP Muncar Supinah juga mendukung program pusat pelayanan publik khusus nelayan. ”Ini sesuai arahan Gubernur agar mempermudah pelayanan publik,” tambahnya.

Kepala KSOP Kelas III Tanjung Wangi Benyamin Ginting, juga menyambut baik inisiasi Banyuwangi untuk memudahkan pelayanan kepada nelayan. Saat ini ada ribuan kapal nelayan yang belum tersertifikasi. ”Kami siap berkolaborasi, ini bagian dari memajukan daerah. Target kami, dengan pusat pelayanan ini enam bulan ke depan akan ada 50 persen lebih kapal yang sudah tuntas izinnya,” pungkasnya. (sgt/afi/c1)

(bw/sgt/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news