Jumat, 05 Mar 2021
radarbanyuwangi
Home > Banyuwangi
icon featured
Banyuwangi

JK Masih Bungkam Ungkap Asal Sabu dan Ineks

24 Januari 2021, 09: 25: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Jhony Krisbiantoro (JK)

Jhony Krisbiantoro (JK) (RAMADA KUSUMA/RaBa)

Share this          

JawaPos.com – Penyidik Satnarkoba Polresta Banyuwangi masih terus mengembangkan asal-usul 2,8 ons sabu-sabu dan 748 pil ekstasi atau ineks yang disita dari tersangka Jhony Krisbiantoro (JK). Pria berusia 40 tahun yang tinggal di Kabat itu masih dikorek keterangannya.

Ditanya asal barang, residivis kasus narkoba itu masih bungkam. Mantan sopir Pemkab Banyuwangi itu sepertinya lebih memilih menanggung risiko sendiri dibandingkan harus mencatut bandar narkoba yang ada di belakangnya. Padahal dengan barang bukti (BB) sebanyak 2,8 ons dan 748 butir pil ekstasi, akan membuat dirinya lama mendekam di balik jeruji besi.

Kapolresta Kombespol Arman Asmara Syarifuddin melalui Kasatnarkoba Kompol Ponzi Indra mengatakan,  kasus JK masih dalam penyidikan. Yang bersangkutan belum memberikan keterangan lebih lanjut. ”Masih kita lakukan sidik, untuk mengetahui asal barang dan bos yang ada di belakang tersangka,” kata Ponzi.

JK hanya menyebut sabu dan ekstasi tersebut didapat dari kabupaten lain. Sehingga, pihak kepolisian masih terus melakukan upaya penyelidikan. ”Kita akan terus melakukan proses lidik untuk mengetahui asal barang dan penyebarannya,” ungkapnya.

Ponzi menduga tersangka melakukan bisnis terlarang tersebut tidak sendirian. Dia menyebut, pihaknya akan terus berupaya membongkar jaringan pengedar narkoba yang meresahkan tersebut. ”Kita akan terus memberantas peredaran narkoba ini sampai ke akar-akarnya,” tegasnya.

Menurut Ponzi, pengungkapan narkoba dengan barang bukti sebanyak itu tergolong besar. Dengan disitanya BB narkoba tersebut mampu menyelamatkan ribuan masyarakat Banyuwangi dari peredaran narkotika. ”Ini sama saja dengan upaya menyelamatkan ribuan masyarakat untuk tidak mengonsumsi barang haram tersebut,” terangnya.

Dua kali kesandung kasus narkoba tidak membuat kapok Jhony Krisbiantoro (JK) menekuni bisnis barang haram tersebut. Untuk kali ketiga, JK yang pecatan PNS itu harus berurusan dengan aparat kepolisian karena kedapatan mengedarkan narkoba jenis sabu-sabu dan ekstasi.

Tak tanggung-tanggung, barang bukti (BB) narkoba yang disita polisi dari tangan mantan sopir Pemkab Banyuwangi itu lumayan besar. Untuk BB sabu-sabu seberat 282,29 gram atau setara 2,8 ons. Sedangkan ekstasi sebanyak 748 butir. Dari tangan pria berusia 40 tahun itu juga disita uang tunai Rp 20 juta yang diyakini sebagai hasil penjualan narkoba.

Jika dikalkulasi dengan uang, nilai narkoba milik JK mencapai Rp 619,6juta. Asumsinya, jika satu butir ekstasi dijual Rp 300 ribu, maka nilai nominalnya Rp 224,4 juta. Itu belum termasuk sabu-sabu yang dijual per gramnya Rp 1,4juta. Dari hasil penjualan 282,29 gram sabu tersebut, JK bisa mengantongi uang Rp 395,2 juta. (rio/aif/c1)

(bw/rio/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news