Jumat, 05 Mar 2021
radarbanyuwangi
Home > Genteng
icon featured
Genteng

Erupsi Raung Belum Membahayakan

24 Januari 2021, 08: 10: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

KEPULAN ASAP: Asap pekat muncul di puncak Gunung Raung dilihat dari Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon kemarin (22/1)

KEPULAN ASAP: Asap pekat muncul di puncak Gunung Raung dilihat dari Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon kemarin (22/1) (RAMADA KUSUMA/RaBa)

Share this          

JawaPos.com – Aktivitas Gunung Raung masih terus terjadi hingga kemarin (22/1). Gunung berapi yang masih aktif itu terus mengeluarkan asap pekat dari puncak kawah. Bahkan, kepulan asap dapat dilihat dengan mata telanjang dari Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon.

Meski demikian, erupsi Gunung Raung dinilai tidak terlalu membahayakan. Gunung yang berada di wilayah Kabupaten Banyuwangi, Jember, dan Bondowoso itu memiliki tipe strombolian. Tipe ini hanya berdampak lontaran batu pijar. Tidak ada lahar, karena batu pijar tidak sampai melompat kaldera dan masuk lagi ke kawah. ”Tipe erupsi Gunung Raung berbeda dengan Gunung Merapi dan Semeru yang memiliki tipe awan panas guguran,” ujar Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Raung Mukijo.

Dari hasil pantauan yang dilakukan, terang Mukijo, erupsi pada Gunung Raung sejauh ini tidak berdampak parah. Hanya saja, masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar kaki gunung diharapkan untuk waspada akan perubahan tipe erupsi tersebut. ”Sewaktu-waktu ini bisa berubah, masyarakat harus selalu waspada,” harapnya.

Pasca penetapan status waspada atau level II Gunung Raung, PPGA Raung menutup akses pendakian dan mengimbau pada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. ”Kita merekomendasikan penutupan jalur pendakian ke Gunung Raung,” ujar Mukijo.

Berdasarkan pengamatan instrumental yang dilakukan sejak tanggal 1 hingga 19 Januari 2021, aktivitas gempa embusan serta gempa tektonik terekam dan lebih mendominasi. Pada 20 Januari 2021, terekam adanya tremor nonharmonik dan gempa vulkanik dalam. Ini mengindikasikan adanya suplai magma dari kedalaman di bawah kawah puncak Gunung Raung. ”Pada tanggal 21 Januari 2021 pukul 00.00 hingga 00.06, terekam delapan  kali gempa embusan dan 32 kali tremor nonharmonik,” jelas Mukijo.

Tinggi kolom embusan gas dan warna kolom embusan mulai mengalami perubahan pada 21 Januari 2021. Warna kolom embusan itu, mengindikasikan adanya material abu yang terbawa ke permukaan. ”Tapi hingga saat ini abu vulakanik yang berasal dari puncak kawah belum berdampak pada masyarakat di sekitar kaki gunung,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, akktivitas kegempaan di Gunung Raung mengalami peningkatan sejak Kamis dini hari (21/1). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meningkatkan status gunung yang selama ini pada level normal, menjadi waspada.

Sejak Rabu malam (20/1), gunung dengan tinggi 3.332 meter di atas permukaan laut itu menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanis. Dari puncak kawah gunung api yang masih aktif itu, terlihat asap putih pekat. PVMBG mencatat  enam kali gempa vulkanik.

Dengan peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Raung, terang dia, PVMBG PPGA Raung resmi menaikkan status gunung itu dari normal (level I) menjadi waspada (level II). Selain itu, aktivitas gunung itu masih dalam kategori erupsi kecil. Mulai Kamis (21/1) pukul 13.00, Gunung Raung resmi naik status menjadi waspada. (kri/abi/c1)

(bw/kri/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news