Jumat, 05 Mar 2021
radarbanyuwangi
Home > Edukasi
icon featured
Edukasi

Dewan Dukung PTM asal Sesuai Prokes

24 Januari 2021, 07: 20: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

SIAP PTM: Anggota DPRD Banyuwnagi kemarin mengecek kesiapan SMPN 1 Banyuwangi untuk melaksanakan uji coba PTM.

SIAP PTM: Anggota DPRD Banyuwnagi kemarin mengecek kesiapan SMPN 1 Banyuwangi untuk melaksanakan uji coba PTM. (SIGIT HARIYADI/RABA)

Share this          

JawaPos.com – Rencana penyelenggaraan pembelajaran tatap muka (PTM) di sejumlah sekolah di wilayah Kota Banyuwangi mendapat respons positif anggota DPRD. Sepanjang sarana dan prasarana penunjang penerapan protokol kesehatan (prokes) telah siap serta ada komitmen pihak sekolah maupun siswa dan wali murid untuk taat prokes, DPRD merekomendasikan PTM segera digelar.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi Basuki Rachmad usai melakukan kunjungan kerja ke SMPN 1 Banyuwangi kemarin (22/1). Dia bersama sejumlah anggota komisi yang membidangi pendidikan itu datang untuk melihat langsung kesiapan sekolah melaksanakan PTM.

Basuki menuturkan, berdasar informasi yang dia terima, Bupati Abdullah Azwar Anas tengah menyiapkan semacam surat keputusan (SK) pelaksanaan PTM di sekolah-sekolah di Banyuwangi. Di sisi lain, dia menyatakan pihaknya juga kerap mendengar keluhan dari kalangan wali murid terkait pembelajaran secara daring (online).

Karena itu, kata Basuki, pihaknya sepakat PTM segera diberlakukan dengan catatan wajib melaksanakan prokes secara ketat. ”Apalagi Banyuwangi sudah keluar zona merah (risiko tinggi) dan masuk zona oranye bahkan mendekati zona kuning (risiko ringan) penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Menurut Basuki, untuk melaksanakan PTM, dibutuhkan biaya yang cukup besar. Salah satunya untuk menyiapkan sarana dan prasarana pendukung prokes. ”Maka, kami berkunjung ke SMPN 1 Banyuwangi untuk melihat langsung kesiapan sekolah yang berlokasi di pusat Kota Banyuwangi tersebut. Hasilnya, infrastruktur sudah lumayan oke,” ujarnya.

Pihak sekolah mengatur jam kedatangan dan dropping siswa sedemikian rupa untuk menghindari kerumunan. Selain itu, kelas yang digunakan untuk PTM adalah kelas yang dilengkapi sirkulasi udara. ”Ruang kelas yang relatif pengap dan menggunakan AC tidak digunakan. Itu pun dibatasi jumlah siswa yang mengikuti PTM di satu sesi maksimal separo dari kapasitas kelas. Satu meja satu orang. Sedangkan pada kondisi normal, satu meja digunakan dua orang,” kata dia.

Bukan itu saja, pihak sekolah juga sudah menyiapkan hand sanitizer dan sarana cuci tangan di masing-masing kelas yang akan digunakan untuk PTM. ”Mata pelajaran pun dibatasi untuk mapel yang membutuhkan tatap muka secara langsung,” tuturnya.

Basuki menambahkan, pihaknya merekomendasikan PTM dilaksanakan, sepanjang sarana dan prasarana penunjang prokes telah siap. Selain itu, ada komitmen dari pihak sekolah dan pihak siswa atau wali murid untuk taat prokes. ”Karena pembelajaran daring banyak dikeluhkan. Guru dan siswa juga harus disiplin prokes,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Banyuwangi Supriyadi mengatakan, pihaknya sudah melakukan berbagai persiapan untuk menyelenggarakan PTM. Termasuk menyesuaikan dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri yang sudah direvisi sebanyak dua kali. ”Alhamdulillah, pada revisi terakhir, mengizinkan PTM dilakukan di wilayah apa pun zonanya. Tetapi dengan beberapa ketentuan, yang pertama infrastruktur pencegahan Covid-19 harus memadai, harus ada izin orang tua, serta rekomendasi bupati,” ujarnya.

Menurut Supriyadi, Bupati Anas sudah memberikan rekomendasi pelaksanaan PTM. ”Namun yang menentukan sekolah mana saja yang boleh melakukan PTM adalah Dinas Pendidikan. Saat ini kami dalam tahap menunggu kapan kami ditunjuk untuk melaksanakan PTM,” pungkasnya. (sgt/aif/c1)

(bw/sgt/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news