Jumat, 05 Mar 2021
radarbanyuwangi
Home > Banyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Gear Rompal, 29 Jam Terombang-ambing di Laut

23 Januari 2021, 22: 45: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

KENDALA TEKNIS: Teknisi kapal memperbaiki gear jangkar yang rusak kemarin. Kapal tersebut mengapung dekat Pulau Tabuhan.

KENDALA TEKNIS: Teknisi kapal memperbaiki gear jangkar yang rusak kemarin. Kapal tersebut mengapung dekat Pulau Tabuhan. (RAMADA KUSUMA/RaBa)

Share this          

JawaPos.com - Ratusan penumpang Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Timur I kemarin (22/1) terombang-ambing di perairan Selat Bali selama 29 jam. Kapal jurusan Gili Mas–Tanjung Wangi itu tak bisa melanjutkan perjalanan lantaran tak bisa mengangkat jangkar.

KMP Mutiara Timur I berangkat dari Gili Mas, Pulau Lombok pada Rabu (20/1) pukul 23.00. Pada hari Kamis (21/1) pukul 14.00, kapal akan mengisi BBM di dekat perairan Pantai Bangsring. Setelah BBM tercukupi, KMP Mutiara Timur I kesulitan mengangkat jangkar.

Hingga pukul 19.00 tadi malam, kapal tersebut masih berada di tengah laut. ”Tidak ada kejelasan dari pihak kapal. Yang datang teknisi, untuk memperbaiki jangkar. Kita sudah sehari semalam di atas kapal,” ujar Faisal Akbar, 22, salah satu penumpang kapal.

Pria asal Desa Tembokrejo, Muncar itu mengungkapkan, kondisi tersebut membuat beberapa penumpang panik, meski pihak kapal berusaha memberikan hiburan karaoke musik di dalam kapal. Yang paling panik sebenarnya para sopir logistik yang membawa barang-barang cepat busuk. Termasuk Faisal yang membawa 1 ton ikan segar. ”Sore ini (kemarin) sebenarnya batas akhir saya bongkar. Kalau lebih lama ikan saya rusak, tidak bisa dijual,” ungkapnya.

GM Pelindo III Tanjung Wangi Rio Dwi Santoso saat dikonfirmasi membenarkan jika KMP Mutiara Timur I mengalami kendala di tengah lautan. Menurut Rio, kapal tersebut tidak bisa menarik jangkar. ”Kalau sesuai jadwal seharusnya masuk ke pelabuhan pada Jumat pukul 06.00. Kita hanya bisa berkoordinasi dengan pihak pengusaha kapal,” jelasnya.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Wangi Letkol (Mar) Benyamin Ginting menjelaskan, dari laporan  nakhoda kapal, kendala teknis terjadi akibat gear untuk seling jangkar kapal rompal. Akibatnya, jangkar tidak bisa ditarik dengan normal. Pihaknya merasa belum perlu melakukan evakuasi karena kapal sendiri dalam kondisi aman.

Hanya memang tidak bisa berlayar karena menunggu penyelesaian kendala teknis selesai. ”Saya sudah kontak nakhodanya. Katanya dua jam lagi maksimal selesai,” pungkasnya. (fre/aif/c1)

(bw/fre/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news